Pemprov Kalteng dan Kementan RI Tandatangani Nota Kesepakatan Pendidikan Vokasi Pertanian untuk Dukung Cetak Sawah
Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Kementerian Pertanian RI menandatangani Nota Kesepakatan Penyelenggaraan Pendidikan Vokasi dan Magang Mahasiswa pada lahan kegiatan cetak sawah di Provinsi Kalimantan Tengah. Penandatanganan berlangsung di Istana Isen Mulang (IIM), Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah, Selasa malam (12/5/2026).
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kalimantan Tengah memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.
Baca juga : Pemprov. Kalteng Selenggarakan Acara Puncak Peringatan Hari Ibu ke-94(Baca Juga : Tiba di Balikpapan, Kafilah MTQN Kalteng Disambut Kepala DKP3A Provinsi Kaltim )
Menurut Gubernur, penandatanganan nota kesepakatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyukseskan Asta Cita Presiden, khususnya program swasembada pangan berkelanjutan di Kalimantan Tengah.
Ia menegaskan, pembangunan sektor pertanian tidak hanya membutuhkan dukungan lahan serta sarana dan prasarana, tetapi juga sumber daya manusia (SDM) yang unggul, terampil, adaptif, dan profesional.
“Penandatanganan nota kesepakatan ini menjadi tonggak strategis dalam memperkuat SDM pertanian di Kalimantan Tengah,” tutur Gubernur.
Melalui kerja sama pendidikan tinggi vokasi pertanian tersebut, diharapkan dapat tercipta SDM pertanian yang profesional, mendukung program cetak sawah di Kalimantan Tengah, membentuk Brigade Pangan modern, serta memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi dengan praktik lapangan dan program magang.
Gubernur juga mengingatkan agar nota kesepakatan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi benar-benar ditindaklanjuti melalui aksi nyata di lapangan.
“Dengan SDM unggul, pertanian kita akan maju, ketahanan pangan tercipta, dan masyarakat Kalimantan Tengah akan semakin sejahtera,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI, Hermanto, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut difokuskan untuk mendukung optimalisasi program cetak sawah yang terus dikembangkan hingga tahun 2026.
Ia menjelaskan, progres konstruksi cetak sawah di Kalimantan Tengah pada tahun 2025 ditargetkan mencapai kurang lebih 30 ribu hektare, sedangkan pada tahun 2026 ditargetkan sekitar 10 ribu hektare.
“Kami berharap lahan sawah yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan. Salah satu terobosan dari Bapak Gubernur adalah pengembangan pendidikan vokasi, sehingga lahan sawah dapat menjadi lokasi praktik langsung bagi mahasiswa,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI, Idha Widi Arsanti, menyampaikan apresiasi atas inisiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam pengembangan pendidikan vokasi pertanian.
Menurutnya, program tersebut membuka peluang besar bagi putra-putri daerah untuk memperoleh pendidikan vokasi yang fokus pada budidaya pertanian lahan rawa, yang saat ini menjadi salah satu program prioritas Kementerian Pertanian.
“Melalui pendidikan vokasi ini, masyarakat akan dibekali kemampuan budidaya, agribisnis, mekanisasi pertanian, hingga pengelolaan keuangan dan pemasaran modern,” jelasnya.
Ia menambahkan, para peserta nantinya juga akan mendapatkan keterampilan penggunaan alat dan mesin pertanian modern, termasuk pengoperasian drone pertanian dan combine harvester.
“Dengan kompetensi tersebut, lulusan diharapkan mampu langsung terjun mendukung program optimasi lahan dan cetak sawah rakyat di Kalimantan Tengah,” katanya.
Rektor Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Muhammad Yusuf, menyampaikan bahwa kalangan akademisi siap mendukung program tersebut melalui penyelenggaraan pendidikan pertanian berbasis teknologi modern yang lebih menarik bagi generasi muda.
“Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang lebih praktis dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pertanian, seperti penggunaan drone dan inovasi digital lainnya,” tuturnya.
Ia berharap lulusan program tersebut nantinya memiliki kompetensi tinggi dan daya saing hingga tingkat nasional maupun internasional.
Program pendidikan vokasi tersebut secara teknis akan dikelola oleh Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangka Raya di bawah binaan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya.
Turut hadir Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, serta sejumlah instansi vertikal terkait. (Dw/Foto:Rdn)
Sumber : MMC Kalteng, Layanan E-Government Diskominf o Prov. Kalteng
Admin Web