BPB-PK Kalteng Perkuat Operasi Siaga Darurat Karhutla Bersama Satgas Dalkarhutla, Penanganan Terpadu Terus Dilakukan
Palangka Raya – Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat Operasi Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama Satuan Tugas Pengendali Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Dalkarhutla), Rabu (29/7/2026).
Operasi Siaga Darurat Karhutla dilaksanakan selama 24 jam dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Sebagai leading sector penanganan kebencanaan daerah, BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah memastikan koordinasi, pengendalian operasi, serta dukungan sumber daya berjalan secara optimal agar penanganan di lapangan dapat dilakukan secara terpadu, cepat, dan efektif.
Baca juga : Ribuan Masyarakat Pulang Pisau Antusias Serbu Pasar Penyeimbang(Baca Juga : Barut Menyala! Gubernur Sugianto Sabran Apresiasi Antusiasme Masyarakat, Hadiahkan 175 orang Umroh dan Perjalanan Rohani)
Kepala Pelaksana BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib menyampaikan bahwa pihaknya terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman karhutla melalui penguatan personel, optimalisasi sarana prasarana, peningkatan koordinasi antarinstansi, serta pemanfaatan seluruh sumber daya yang tersedia.
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat Operasi Siaga Darurat Karhutla bersama Satgas Dalkarhutla. Pengendalian karhutla membutuhkan kolaborasi lintas sektor, baik pemerintah, aparat, dunia usaha, maupun masyarakat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan,” tutur Ahmad Toyib.
Ia menjelaskan bahwa penguatan operasi dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh unsur yang terlibat, baik dalam upaya pemadaman, pencegahan meluasnya kebakaran, maupun peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla.
“Operasi terus diperkuat melalui pengerahan personel, peralatan, serta dukungan udara. Fokus utama saat ini adalah mempercepat penanganan wilayah prioritas, mencegah penyebaran api, dan memperkuat sinergi seluruh pihak,” jelasnya.
Menurut Ahmad Toyib, operasi dilaksanakan secara terpadu melalui penanganan darat dan udara dengan mengutamakan kecepatan respons serta keselamatan personel. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga terus mendorong seluruh unsur terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan menjalankan tugas sesuai rencana operasi yang telah ditetapkan.
Ia menambahkan bahwa peran serta masyarakat sangat penting dalam mencegah terjadinya karhutla. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta bersama-sama menjaga lingkungan agar risiko kebakaran dapat diminimalkan.
Saat ini, penanganan karhutla difokuskan pada dua wilayah prioritas, yaitu kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kelurahan Kameloh Baru, Kota Palangka Raya. Kedua wilayah tersebut menjadi perhatian karena masih memiliki potensi penyebaran api sehingga membutuhkan penanganan secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaan operasi, Satgas Dalkarhutla mengerahkan empat regu Satgas Udara dan 15 regu Satgas Darat yang ditempatkan di Tumbang Nusa, Kameloh Baru, serta Pos Komando. Selain itu, sebanyak 22 regu tambahan turut melaksanakan operasi gabungan di kawasan Tumbang Nusa.
Seluruh personel bekerja berdasarkan Rencana Operasi (Renops) yang telah disusun bersama BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah. Renops tersebut menjadi pedoman agar seluruh langkah penanganan berjalan terarah, terkoordinasi, dan sesuai tugas serta fungsi masing-masing unsur.
Penguatan operasi juga dilakukan melalui pemanfaatan teknologi dan kolaborasi antarregu. Sebelum diterjunkan ke lapangan, pemetaan menggunakan drone dilakukan untuk memantau perkembangan hotspot dan menentukan titik prioritas penanganan. Regu Respon Pemadam Darat bersama personel gabungan juga melakukan pembuatan sekat bakar untuk membatasi penyebaran api.
Dukungan udara menjadi salah satu unsur penting dalam operasi ini. Helikopter Bell 206 L3 dan pesawat Grand Caravan Cessna 208B-EX melaksanakan patroli udara untuk memantau kondisi lapangan. Selain itu, helikopter water bombing SA330J Puma dan Sikorsky EH-60A Blackhawk disiagakan untuk mendukung proses pemadaman apabila diperlukan.
Sementara itu, Satgas Darat terus melaksanakan patroli terpadu, pemadaman lanjutan, pengecekan bekas titik kebakaran, serta sosialisasi kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan. Seluruh personel juga diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) selama menjalankan tugas di lapangan.
Berdasarkan laporan operasi, penanganan karhutla di Tumbang Nusa telah memasuki hari ke-28, sedangkan di Kelurahan Kameloh Baru memasuki hari ke-4. Di Tumbang Nusa, personel melakukan penyekatan menggunakan ekskavator sekitar 600 meter dari kepala api, kemudian dilanjutkan dengan pemadaman langsung dan pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api.
Untuk mendukung Operasi Siaga Darurat Karhutla, BPB-PK Kalteng menyiapkan dukungan personel, logistik, peralatan, serta Media Center/PPID. Hingga 28 Juli 2026 pukul 18.00 WIB, tercatat 35 hotspot dan 21 kejadian karhutla dengan luas terdampak 54,96 hektare yang ditangani 238 personel gabungan dan dukungan empat helikopter. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat sinergi untuk memastikan penanganan karhutla berjalan optimal.
Operasi ini melibatkan BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah, TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, Balakar, Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK), Masyarakat Peduli Api (MPA), Posko Krisis Karhutla, serta berbagai instansi terkait lainnya dalam Satgas Dalkarhutla Provinsi Kalimantan Tengah. (Dw/Foto:BPBPK)
Sumber : MMC Kalteng, Layanan E-Government Diskominfo Prov. Kalteng
Admin Web