Pantau Harga Pangan Jelang Ramadan, Sahli Yuas Elko: Harga Masih Relatif Stabil
Palangka Raya – Staf Ahli (Sahli) Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko melakukan pemantauan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Bulan Ramadan 1447 H Tahun 2026 bersama unsur Forkopimda, Kepala Bulog Kalimantan Tengah Budi Sultika, serta sejumlah Kepala OPD di Pasar Besar Palangka Raya, Kamis (5/2/2026).
Yuas Elko menjelaskan bahwa komoditas yang menjadi objek pemantauan meliputi beras, cabai rawit, cabai aneka, bawang merah dan bawang putih, ikan, daging ayam, telur, daging sapi, tepung, serta garam, sebagaimana tercantum dalam SP-2KP yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. Selain itu, beras lokal Kalimantan Tengah juga turut dipantau.
Baca juga : Wagub Edy Pratowo Buka Rapat TEPRA Triwulan I Tahun 2024“Berdasarkan hasil pemantauan di pasar, secara umum harga bahan pokok masih relatif stabil. Untuk beras lokal, harganya berada pada kisaran standar, yakni sekitar Rp13.500 per kilogram,” ujar Yuas Elko.
Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, salah satunya cabai merah yang naik sekitar Rp20.000 per kilogram dibandingkan harga sebelumnya. Cabai rawit juga mengalami kenaikan dari harga standar yang biasanya berada di kisaran Rp85.000 per kilogram, sementara harga cabai keriting terpantau masih relatif stabil.
“Dalam rangka menjaga stabilitas harga hingga bulan Ramadan dan Hari Raya, pemerintah biasanya melaksanakan operasi pasar atau pasar penyeimbang yang diselenggarakan oleh dinas atau badan terkait atas penugasan kepala daerah. Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilakukan menjelang hari-hari besar keagamaan,” jelasnya.
Yuas Elko juga menyoroti harga minyak goreng curah yang masih berada pada ambang batas ketentuan meskipun terdapat perbedaan satuan penjualan antara kilogram dan liter. Sementara itu, harga elpiji 3 kilogram di tingkat eceran yang mencapai Rp35.000 menjadi perhatian bersama. Ia menegaskan bahwa idealnya harga elpiji di tingkat pangkalan berada di kisaran Rp22.000, sehingga harga di tingkat pengecer diharapkan dapat dibatasi maksimal Rp25.000 agar tercipta keseragaman harga.
Sementara itu, Kepala Bulog Kalimantan Tengah Budi Sultika menyampaikan bahwa ketersediaan stok beras di wilayah Kalimantan Tengah saat ini berada dalam kondisi aman.
“Stok beras SPHP di gudang Bulog Kalteng mencapai sekitar 14.437 ton dan siap digunakan untuk menjaga stabilitas harga di pasaran,” ujarnya.
Namun demikian, Budi menambahkan bahwa beras premium masih menjadi perhatian karena sebagian besar pasokannya berasal dari luar Kalimantan Tengah, sehingga memerlukan pengawasan ekstra dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama instansi terkait.
Menjelang Bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, pemerintah bersama Bulog dan Satgas Pangan berkomitmen untuk menjaga ketersediaan serta stabilitas harga sembilan bahan pokok. Meskipun fluktuasi harga pada awal Ramadan merupakan hal yang lazim, pengawasan dan penindakan akan terus dilakukan guna mencegah lonjakan harga yang signifikan serta praktik manipulasi di pasar. (IAQ/Foto: AS)
Sumber : MMC Kalteng, Layanan E-Government Diskominfo Prov. Kalteng
Admin Web