|
|
| |
|
| Depan |
Sekapur Sirih: KALTENG> |
Kategori Info |
Berita> |
Bulletin Isen Mulang> |
Pemberitahuan> |
ASISTEN> |
BADAN> |
DINAS> |
BIRO> |
Unit Pelaksana Teknis> |
Kantor Penghubung> |
Opini Publik> |
Good Governance> |
KAPET KAKAB> |
BULOG Kalteng> |
Logo Asli Kalteng> |
PERATURAN WEBSITE> |
DIREKTORI APPSI> |
STAF AHLI GUBERNUR> |
PERATURAN> |
TPKUPD (Keuangan)> |
Masa Ke Masa> |
Topographi> |
Sosial Ekonomi> |
Agama, Adat dan Budaya> |
Fasilitas> |
Pariwisata> |
Gallery |
Forum |
Iklan |
Situs Lama |
Manual Situs |
|
|
|
|
|
|
|
| |
XML - Sumber Berita
 |
Ceritakan kepada teman Anda tentang situs ini
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
Kembali ke BADAN | |
|
|
|
|
|
|
|
| |
| Jalan Kapten P. Tendean No. 06 di Palangka Raya Telp Kantor. (0536) 28105 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
| [47 Records] Halaman:
[1] 2 3 ... 5
|
|
|  |
NILAI TUKAR PETANI | | musair diserahkan pada 7/7/2009 4:11:21 PM - 1193 x di buka | | Pada Mei 2009, Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Tengah tercatat 97,44 persen atau naik 0,64 persen dibanding NTP April 2009. Hal ini disebabkan karena kenaikan indeks harga yang diterima petani naik 0,25 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani turun sebesar 0,38 persen .
Dilihat dari 5 (lima) subsektor, maka terdapat 4 (empat) subsektor yang mengalami kenaikan NTP, yaitu sub sektor Tanaman Pangan terjadi kenaikan NTP sebesar 0,92 persen, sub sektor Peternakan naik sebesar 0,48 persen, subsektor Perkebunan naik sebesar 1,21 persen, subsektor Hortikultura naik sebesar 0,04 persen, kecuali subsektor Perikanan yang mengalami penurunan NTP sebesar 0,81 persen.
Pada Mei 2009, NTP Nasional 99,41 persen atau naik 0,15 persen dibandingkan bulan April 2009. Hal ini disebabkan karena kenaikan indeks harga yang diterima petani naik sebesar 0,23 persen lebih besar dari kenaikan indeks dibayar petani sebesar 0,08 persen |
|  |
PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN TENGAH MEI 2009 | | musair diserahkan pada 7/7/2009 3:18:48 PM - 1037 x di buka | | Perkembangan Ekspor
• Nilai ekspor Kalimantan Tengah bulan Mei 2009 sebesar US$ 42,86 juta atau naik 79,03 persen dibanding bulan April 2009 yang sebesar US$ 23,94 juta. Secara kumulatif nilai ekspor Kalimantan Tengah Januari – Mei 2009 mencapai US$ 122,16 juta, turun 37,64 persen dibanding periode yang sama tahun 2008 yang sebesar US$ 195,89 juta.
• Ekspor terbesar bulan Mei 2009 adalah lemak dan minyak hewan / nabati (HS 15) dengan nilai US$ 33,31 juta (77,72 persen), kayu dan barang dari kayu (HS 44) dengan nilai mencapai US$ 5,60 juta (13,07 persen) dan bijih, kerak dan abu logam (HS 26) dengan nilai US$ 3,15 juta (7,35 persen).
• Ekspor bulan Mei 2009 dilakukan melalui pelabuhan Kumai (Kotawaringin Barat) dengan nilai US$ 30,89 juta (72,07 persen), pelabuhan Sampit (Kotawaringin Timur) dengan nilai US$ 6,01 juta (14,02 persen) dan pelabuhan Pangkalan Bun (Kotawaringin Barat) yang mencapai US$ 5,96 juta (13,91 persen).
• Ekspor ke Malaysia bulan Mei 2009 mencapai angka terbesar yaitu US$ 19,56 juta (45,64 persen), disusul ke China sebesar US$ 14,92 juta (34,81 persen) dan ke Jepang sebesar US$ 2,89 juta (6,74 persen).
Perkembangan Impor
• Nilai impor Kalimantan Tengah bulan Mei 2009 sebesar US$ 3,02 juta atau naik 379,37 persen dibanding bulan April 2009 yang sebesar US$ 0,63 juta. Secara kumulatif nilai impor Kalimantan Tengah Januari – Mei 2009 mencapai US$ 10,08 juta atau turun 13,92 persen dibanding periode yang sama tahun 2008 yang sebesar US$ 11,71 juta.
• Impor bulan Mei 2009 dilakukan melalui pelabuhan Kumai sebesar US$ 2,86 juta ( 94,7 persen) dan pelabuhan Sampit sebesar US$ 0,16 juta ( 5,3 persen).
• Komoditas impor bulan Mei 2009 adalah mesin/pesawat mekanik (HS 84) dengan nilai US$ 1,65 juta (54,64 persen) kemudian benda-benda dari besi dan baja (HS 73) sebesar US$ 1,32 juta (43,71 persen) serta kendaraan dan bagiannya sebesar US$ 0,05 juta (1,65 persen).
• Impor bulan Mei 2009 berasal dari Malaysia sebesar US$ 2,97 juta (98,34 persen) dan Singapura sebesar 0,05 juta (1,66 persen). |
|  |
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI JUNI 2009 | | musair diserahkan pada 7/6/2009 11:45:58 AM - 1121 x di buka | | Bulan Juni 2009 Kota Palangka Raya terjadi deflasi sebesar -0,24 persen. Laju inflasi tahun kalender tahun 2009 sampai dengan Bulan Juni adalah –1.53 persen dan laju inflasi “year on year” (Juni 2009 terhadap Juni 2008) Kota Palangka Raya sebesar 3,83 persen. Dari 66 kota, tercatat 47 kota mengalami inflasi dan 19 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tarakan 1,44 persen, sedangkan kota yang mengalami deflasi tertinggi adalah Kota Ambon -2,70 persen.
Pada Bulan Juni 2009 Kalimantan Tengah yang merupakan gabungan dari Kota Palangka Raya dan Kota Sampit mengalami deflasi sebesar -0,16 persen dengan IHK sebesar 113,96. Laju inflasi tahun kalender 2009 sebesar -0,53 persen, sedangkan laju inflasi “year on year” (Juni 2009 terhadap Juni 2008) Kalimantan Tengah sebesar 3,56 persen.
Dilihat dari 8 kota IHK di Kalimantan yang menghitung inflasi pada Bulan Juni 2009 ini, secara berurutan inflasi terjadi di Kota Tarakan 1,44 persen, Pontianak 0,68 persen, Banjarmasin 0,36 persen, Samarinda 0,24 persen, Balikpapan 0,10 persen, Sampit -0,07 persen, Palangka Raya -0,24 persen dan Singkawang -0,37 persen.
Di Kota Sampit pada Bulan Juni 2009 mengalami deflasi sebesar -0,07 persen. Laju inflasi tahun kalender 2009 sebesar 0,78 persen dan laju inflasi “year on year” (Juni 2009 terhadap Juni 2008) Kota Sampit sebesar 3,21 persen. |
|  |
TINGKAT KEMISKINAN KALIMANTAN TENGAH 2009 | | musair diserahkan pada 7/7/2009 4:02:10 PM - 1645 x di buka | | Persentase penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Provinsi Kalimantan Tengah pada bulan Maret 2009 sebesar 7,02 persen turun dari 8,71 persen pada bulan Maret 2008. Ini berarti jumlah penduduk miskin turun sebesar 34,14 ribu orang, untuk di daerah perdesaan berkurang 24,57 ribu orang, sedangkan di daerah perkotaan berkurang 9,57 ribu orang
Pada Maret 2009, Garis Kemiskinan yaitu sebesar 202.612 rupiah naik dari tahun lalu sebesar 186.003 rupiah (naik 8,93%). Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan yaitu sebesar 80,80 persen sedangkan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan), sebesar 19,20 persen.
Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan adalah beras, gula pasir, mie instan, telur, dan minyak goreng. Untuk komoditi bukan makanan yang paling berpengaruh adalah biaya perumahan. Komoditi non makanan yang relatif kecil pengaruhnya adalah angkutan (kurang dari 5 persen).
Pada periode Maret 2008-Maret 2009, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) lebih baik dari 1,47 menjadi 1,03. Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin lebih dekat dari garis kemiskinan. Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan turun dari 0,37 menjadi 0,22. Angka ini menunjukkan bahwa ketimpangan pengeluaran penduduk miskin semakin menyempit.
Pada periode yang sama (Maret 2009) angka kemiskinan tertinggi terjadi di Provinsi Kalimantan Barat sebesar 9,30 persen, sedangkan terendah terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 5,12 persen. Secara umum terjadi penurunan persentase penduduk miskin di provinsi-provinsi Kalimantan dan penurunan terbesar adalah Provinsi Kalimantan Timur sebesar 1,78 persen. |
|  |
NILAI TUKAR PETANI KALTENG MEI 2009 | | musair diserahkan pada 5/4/2009 10:23:19 AM - 1088 x di buka | | Pada Maret 2009, Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Tengah tercatat 96,79 persen atau naik 0,04 persen dibanding NTP Februari 2009. Hal ini disebabkan karena kenaikan indeks harga yang diterima petani naik 0,29 persen lebih besar dari kenaikan indeks dibayar petani sebesar 0,26 persen . |
|  |
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI | | musair diserahkan pada 5/4/2009 10:13:41 AM - 1416 x di buka | | Bulan April 2009 Kota Palangka Raya terjadi inflasi sebesar 0,06 persen. Laju inflasi tahun kalender tahun 2009 sampai dengan Bulan April adalah –0.59 persen dan laju inflasi “year on year” (April 2009 terhadap April 2008) Kota Palangka Raya sebesar 7,56 persen. Dari 66 kota, tercatat 16 kota mengalami inflasi dan 28 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Palopo 0,99 persen Sedangkan kota yang mengalami deflasi tertinggi adalah Kota Manado -1.32 persen |
|  |
PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI JANUARI 2009 | | musair diserahkan pada 1/7/2009 8:46:23 AM - 1305 x di buka | | Pada Oktober 2008, Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Tengah tercatat 94,74 atau turun 1,52 persen dibanding NTP September 2008. Hal ini disebabkan karena indeks harga yang dibayar petani naik 0,93 persen dibandingkan dengan September 2008, sedangkan Indeks harga yang diterima petani turun 0,59 persen dibandingkan bulan September 2008 ,
Indeks Harga yang diterima Petani (IT) dari 5 subsektor terdapat 4 subsektor yang mengalami kenaikan yaitu subsektor Tanaman pangan, sub sektor hortikultura, sub sektor Peternakan dan seb sektor perikanan, sedangkan subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (TPR) mengalami penurunan sebesar 15,00 persen .
Pada Oktober 2008, NTP Nasional 99,20 persen atau turun 2,45 persen dibandingkan bulan September 2008. |
|  |
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DESEMBER 2008 | | musair diserahkan pada 1/7/2009 8:37:19 AM - 1415 x di buka | | Bulan Desember 2008 Kota Palangka Raya terjadi deflasi sebesar –0,61 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Desember) 2008 dan laju inflasi “year on year” (Desember 2008 terhadap Desember 2007) Kota Palangka Raya sebesar 11,65 persen. Dari 66 kota, tercatat 39 kota mengalami inflasi dan 27 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tarakan 1,68 persen dan terendah terjadi di Kota Probolinggo dan Ternate 0,02 persen. Sedangkan kota yang mengalami deflasi tertinggi adalah Kota Ambon -1,84 persen dan deflasi terendah adalah Kota Banjarmasin -0,03 persen. |
|  |
Perkembangan Ekspor dan Impor Kalimantan Tengah Oktober 2008 | | musair diserahkan pada 12/2/2008 1:58:42 PM - 1612 x di buka | | Nilai ekspor Kalimantan Tengah bulan Oktober 2008 sebesar US$ 15,14 juta atau naik 122,97 persen dibanding bulan September 2008 yang hanya US$ 6,79 juta.
Komoditas impor bulan Oktober 2008 adalah pupuk (HS 31) dengan nilai US$ 5,39 juta (53,42 persen) disusul mesin/pesawat mekanik (HS 84) dengan nilai US$ 4,61 juta (45,69 persen). |
|  | |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 | Cari artikel kategori ini
|
 | Klik di sini menyusun Artikel Anda
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |

Berantas KKN
Bekerja
Beriman Bertaqwa
Jujur Adil
Hidup Berbahagia
Dunia Akhirat !!! |
 |
| Good Governance |
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
Bahasa |
|
|
|
|
|
|
|