Anda di ->Depan : Pusat Artikel : Bulletin Isen Mulang : PEMBANGUNAN KALIMANTAN TENGAH
 
 
 PEMBANGUNAN KALIMANTAN TENGAH
 
  •  
  •  

Ceritakan kepada teman Anda tentang situs ini

  • Penulis: A. Teras Narang
  • Di kirim oleh: Gubernur
  • diserahkan: 14/06/2007 11:00:12
  • Peremajaan terakhir: 29/12/2007 9:32:22
  • Di baca: 16693 kali
  • Jenis_isi: text/html (85722 Bytes = 0 * 1 MB + 85722 Bytes)
  • Bertempat di: Pusat Artikel : Bulletin Isen Mulang

BAGIAN PERTAMA

A.Teras Narang (Gubernur Kalimantan Tengah periode 2005-2010). Kalteng, Mengintegrasikan Pembangunan di segala Bidang, Guna Mewujudkan Kalimantan Tengah Yang Sejahtera dan Bermartabat.

 

 

 (Serial Tulisan Gubernur Kalimantan Tengah A. Teras Narang, S.H. dalam rangka (50 tahun) Ulang Tahun Emas Provinsi Kalimantan Tengah).

 
Kalimantan Tengah adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak 111º BT hingga 116º BT dan 0º 45´ LU serta 3º 30´ LS. Berdasarkan UU Republik Indonesia No. 5 / 2003 Provinsi Kalimantan Tengah yang semula terdiri dari 5 Kabupaten dan 1 Kotamadya, sejak tahun 2002 mengalami perubahan yaitu menjadi 13 Kabupaten dan 1 Kota.

Ibu kota Kalimantan Tengah terletak di kota Palangka Raya, dan 13 Kabupaten tersebut berurutan dari 5 (lima) Kabupaten asal yaitu Kabupaten Kapuas, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Barito Utara, Kabupaten Barito Selatan, sedangkan 8 (delapan) Kabupaten Pemekaran terdiri dari Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Barito Timur, Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Katingan, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Sukamara. Jumlah Kecamatan tahun 2007 adalah 107 buah, yang terdiri dari 1.218 desa dan 116 kelurahan.

 
Kalimantan Tengah merupakan salah satu provinsi yang berpotensi di Indonesia. Selain memiliki wilayah daratan yang luas, Kalimantan Tengah juga memiliki wilayah lautan yang luas dengan garis pantai sepanjang 750 km di pesisir Laut Jawa. Provinsi Kalimantan Tengah merupakan provinsi terluas ke-tiga di Indonesia setelah Provinsi Papua dan Kalimantan Timur. Penduduknya tahun 2007 ini 1.958.428 jiwa atau 13 jiwa / km2.

 
Luas daratan yang mencapai 153.564.000 ha, dari luas wilayah tersebut sekitar 11,14 % kawasan hutan lindung. Selebihnya, 88,86 % merupakan kawasan budidaya. Tanahnya telah dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan pertanian kebun, lahan persawahan, hutan tanaman, peternakan, perikanan darat, kawasan industri, pertambangan dan lain-lain, sebagian besar wilayahnya berada di daerah dataran rendah. Dari wilayah yang sedemikian luas, 91,69 % berada pada ketinggian 0-500 m di atas permukaan laut, atau hanya 8,31 % berada di atas 500 meter diatas permukaan laut (dpl).
Kondisi lahan dan topografi daerah ini menjadikannya ideal bagi pengembangan pertanian, baik berskala kecil maupun besar. Oleh karena itu, wilayah Kalimantan Tengah, sangat cocok sebagai wilayah pengembangan berbagai komoditi, mulai dari tanaman padi, palawija, hortikultura, hingga perkebunan berskala besar.

Saat ini (April 2007) luas perkebunan Kelapa Sawit mencapai 571.873,37 Ha dan dengan pesatnya kegiatan industri ini, diperkirakan dalam tahun 2009 akan mencapai 700.000 Ha atau bahkan mencapai 1 juta Ha, lebih luas lagi dengan tingginya tingkat permintaan akan komoditi ini baik di tingkat pasar asing maupun domestik. Industri ini telah menyerap jumlah tenaga kerja yang cukup besar mencapai 70.000 orang, bahkan lebih besar lagi bila dilihat dari sisi multiplier effect yang ditimbulkannya. Sampai bulan April 2007 Nilai ekspor Sawit mencapai US$ 35.359.231,76 (Crude Palm Olil=CPO). Areal Karet mencapai 396.708,06 Ha dengan nilai ekspor April 2007 mencapai US$  20.208.657,51. Produksi kayu bulat April 2007 mencapai 1.737.201,91 meter kubik, karena kayu ini menjadi bahan baku industri perkayuan di indonesia dengan berbagai dampaknya, maka nilainya agak sulit dihitung secara kuantitatif.  Kalimantan Tengah juga penghasil rotan terbesar di dunia, dimana sampai April 2007 produksinya 529.552,71 ton yang memasok kebutuhan dalam dan luar negeri, sehingga nilai kuantitatifnya masih harus diperhitungkan lagi.  

 

Produksi Batubara April 2007 mencapai 1.470.793 ton mayoritas mensuplai pasar luar negeri. Yang juga mulai menggeliat adalah produksi bijih besi yang telah mencapai 109.817 ton April 2007 yang sepenuhnya diekspor. Kalimantan Tengah juga mulai menghasilkan Nikel sebesar 7.115 ton sampai April 2007.  

 Angkutan Batu bara

Hasil hutan ikutan lainnya dari hutan amat beragam, seperti damar, gaharu, kulit kayu, tanaman hias dan lain-lainnya masih belum terdata secara spesifik. Dalam hal perikanan terdapat 7.945 kapal penangkap ikan, dengan 8.685 rumah tangga perikanan, dengan tangkapan ikan 43.442,10 ton sampai April 2007.  Dalam hal perikanan darat, maka karamba mencapai 25.100 unit dengan produksi mencapai 3.778,72 ton. Secara spesifik produksi udang mencapai 10.277,40 ton.
 
Saat ini usaha pertambangan sudah mulai meluas dengan adanya penambangan zirkon dan ditemukannya deposit uranium di wilayah ini.

Potensi ini semakin didukung dengan hidrologi yang baik. Luas rawa-rawa mencapai 1.850.000 Ha. Kalimantan Tengah memiliki iklim tropis yang lembab, serta curah hujan rata-rata sebesar 120 hari dalam setahun dengan ketinggian rata-rata 2.732 mm.

Sarana Transportasi
 
Sejak tahun 2000, Kalteng mengalami transisi moda angkutan yang amat cepat, setelah mantapnya beberapa jembatan pada poros jalan lintas selatan, khususnya jembatan Tumbang Nusa, dimana sebelumnya selalu menjadi bottle neck transportasi darat,  yang mencapai 9 kilometer, dapat diselesaikan pada tahun 2006. Moda angkutan sungai menurun drastis dan sebagian besar beralih kepada moda angkutan darat. Terjadi perubahan pada angka lapangan kerja yang menempatkan lapangan usaha angkutan, penggudangan dan komunikasi pada urutan ketiga setelah pertanian dalam arti luas dan Usaha Industri Pengolahan (hasil pertanian).
 
 
Di air, Kalimantan Tengah memiliki sungai-sungai besar, yang dapat dimanfaatkan sebagai prasarana transportasi alternatif, baik transportasi antar Kabupaten atau Kecamatan maupun menghubungkan kawasan utara dengan kawasan selatan hingga ke kawasan laut. Ada 11 buah aliran sungai besar yang menjadi moda transportasi di Kalimantan Tengah, yakni (dalam km) Sungai Barito 900, Sungai Kapuas 600, Sungai Kahayan 600, Sungai Sebangau 200, Sungai Katingan 650, Sungai Mentaya 400, Sungai Seruyan 350, Sungai Kumai 175, Sungai Arut 250, Sungai Lamandau 300, dan Sungai Jelai 200.

Bagi masyarakat yang tinggal di daerah-daerah yang belum terjangkau perhubungan darat, menggunakan transportasi sungai ini amat dominan untuk menjangkau kecamatan atau kabupaten lainnya. Masyarakat Kalimantan Tengah memang sudah terbiasa dengan angkutan sungai, namun untuk menjadi prasarana perhubungan rutin, angkutan sungai ini sangat tidak efisien, karena debit airnya yang naik turun terpengaruh curah hujan.

   

Kemajuan pembangunan transportasi darat, sebenarnya amat pesat di Kalteng, namun karena sarana ini mulai di bangun dari nol kilometer menembus rimba belantara, hanya dari ruas Jalan Palangka Raya - Tangkiling yang selesai di bangun dengan bantuan tenaga ahli Rusia pada tahun 1963 sepanjang 38 Km. Kini sampai April 2007, telah terdapat 781,58 km jalan aspal, 962,40 km jalan hotmix, 496,11 jalan kerikil, 1.182,82 km jalan tanah. Berdasarkan sumber pembiayaannya, maka terdapat 1.714,95 km jalan negara, 1.707,95 jalan provinsi dan 8.710,57 km jalan Kabupaten.

Pemerintah Pusat dan Para Gubernur se – Kalimantan telah membuat komitmen untuk batas waktu sampai akhir tahun 2009 dapat menyelesaikan pembangunan Jalan Lintas Kalimantan Poros Selatan. Untuk mempercepat proses pembangunan jalan ini, Gubernur Kalimantan Tengah A. teras Narang, telah ditunjuk sebagai koordinator FKRP2RK (Forum Kerjasama Revitalisasi dan Percepatan Pembangunan Regional Kalimantan).

Gubernur Kalteng, telah pula memaparkan hasil kesepakatan tersebut saat menghadiri Seminar dan Lokakarya Percepatan Pembangunan Kalimantan Terpadu dan Berkelanjutan di Aula Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Jumat 22 Juni 2007. Bahwa dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Regional Kalimantan yang dilaksanakan tanggal 23 April 2007, usulan program pembangunan bersama 4 Provinsi se Kalimantan untuk tahun 2008 mencakup bidang Tata Ruang dan Sumber Daya Alam, Perekonomian, Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia.
 
Bidang tata ruang akan antara lain melaksanakan penegasan / penyelesaian tata batas wilayah antar Provinsi se Kalimantan, review rencana tata ruang (RTR) pulau Kalimantan, dan pemantapan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) se Kalimantan.
 
 
Penyelesaian jalan lintas Kalimantan poros Selatan diupayakan dapat tercapai tahun 2008-2009, segmen poros selatan ini tersebar di 4 wilayah Provinsi se Kalimantan dengan panjang jalan 2.615,58 km dan panjang jembatan 9,848,00 km. Selain lintas selatan, juga diupayakan pembangunan jalan dan jembatan poros tengah dan poros utara. Upaya pembangunan rel kereta api akan dilakukan dibeberapa segmen di 4 wilayah Provinsi se Kalimantan seiring dengan pembangunan prasarana transportasi laut, udara dan prasarana ekonomi lainnya.
 
Dalam pembangunan sumber daya manusia antara lain, diusulkan beberapa program / kegiatan yang diharapkan dapat memacu percepatan penuntasan ketertinggalan SDM Kalimantan, melalui kegiatan antara lain pendidikan, kesehatan, tenaga kerja dan transmigrasi, sosial, pengembangan SDM perbatasan, dan bidang agama.
 
Dalam Lokakarya Percepatan Pembangunan Kalimantan Terpadu dan Berkelanjutan tersebut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (MENPAN), Taufik Effendi menekankan pentingnya tiga kesamaan, yaitu kesamaan persepsi, tujuan dan rencana kegiatan. Hal yang perlu ditanamkan adalah untuk tidak mau menjadi bangsa yang lemah dan untuk itu harus terus berpikir maju dan tetap dalam semangat menjaga keutuhan bangsa demi persatuan dan kesatuan. MENPAN menyatakan dukunganya terhadap strategi pembangunan Kalimantan yang tiada lain juga menjadi upaya pembangunan untuk Indonesia. MENPAN juga menyatakan Kalimantan harus berani jujur untuk mengungkapkan kondisi riil yang terjadi di Kalimantan, yaitu terutama harus berani mengungkapkan apa kekuatan dan kelemahan Kalimantan.
 
Beberapa tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, HM. Muhlis Gafuri, Ketua DPRD Provinsi Kalsel, dan Ketua Kaukus Kalimantan yang juga selaku anggota Dewan Perwakilan daerah DPR-RI utusan Kalteng, Prof KMA. Usop, MA.

Sarana transportasi laut Kalimantan Tengah sudah tergolong cukup baik. Telah ada 82 unit dermaga komersial, dermaga kapal ferry 7 buah, menara mercu suar 2 buah, kapal penumpang PELNI 6 buah dengan kapasitas rata-rata 200 orang. Juga terdapat pelabuhan non peti kemas 8 buah, semi peti kemas 2 buah.
 
Dermaga laut mencakup 8 (delapan) pelabuhan laut yang terletak di 8 daerah kabupaten, yakni Pelabuhan Laut Kumai di Kabupaten Kotawaringin Barat, Pelabuhan Laut Sampit di Kabupaten Kotawaringin Timur, Pelabuhan Pulang Pisau di Kabupaten Pulang Pisau, Pelabuhan Kapuas di Kabupaten Kapuas, Pelabuhan Sukamara di Kabupaten Sukamara, Pelabuhan Kuala Pembuang di Kabupaten Seruyan, Pelabuhan Pegatan Mendawai di kabupaten Katingan, dan Pelabuhan Sebangau di Kabupaten Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya.

Dua diantara pelabuhan ini merupakan pelabuhan tersibuk, yaitu Pelabuhan Laut Kumai dan sampit yang menjadi basis angkutan laut ke Pulau Jawa dan ke Malaysia. Di pihak lain, wilayah lautnya yang merupakan bibir pantai Laut Jawa, memberi keuntungan tersendiri, karena menjadikan Kalimantan Tengah sebagai salah satu bagian Pulau Kalimantan yang terdekat dengan Pulau Jawa. Oleh karena itu, pelabuhan-pelabuhannya menjadi berperan lebih banyak menghubungkan Pulau Kalimantan dengan daerah-daerah lain di Indonesia, terutama ke berbagai daerah di Pulau Jawa.

Transportasi udara route Jakarta – Palangka Raya memakan waktu 1,5 jam menggunakan pesawat sejenis Boeing 737-200 dan Boeing 737-300. Sementara sarana transportasi udara di Kalimantan Tengah terus mengalami peningkatan. Saat ini, terdapat 8 bandara domestik. Bandara yang dapat disinggahi pesawat berbadan lebar, yakni Bandar Udara Tjilik Riwut yang berada di Palangka Raya, dapat disinggahi Boeing 737-200 dan 737-300. Bulan April 2007 bandara ini telah ditambah panjang dan kapasitas apron-nya bersama dengan ruang penumpang yang lebih moderen dan sesuai dengan rencana Garuda Indonesia maka pada bulan Agustus 2007 ini telah dibuka route udara jurusan Jakarta – Palangka Raya menggunakan pesawat Boeing 737-300. Bandara Iskandar di Pangkalan Bun dan Haji Asan Sampit juga sedang dalam proses pembangunan untuk mencapai kapasitas yang lebih besar lagi untuk mampu melayani penerbangan antar pulau dan domestik.

Bandara Beringin yang berada di Muara Teweh, bandara Sangkalemo di Kuala Kurun, Bandara Sanggu di Buntok, Bandara Dirung Puruk di Cahu dan Bandara Kuala Pembuang di Kuala Pembuang dapat didarati pesawat jenis C.212. Sementara Bandara Tumbang Samba yang terletak di Tumbang samba hanya dapat disinggahi pesawat jenis BN.
 
Kesulitan Sarana dan Prasarana Pendukung.
 
Kalimantan Tengah dengan luas wilayah 1,5 kali luas Pulau Jawa adalah daerah yang “amat miskin” dinilai dari ketersediaan infrastruktur dasar yang menentukan dinamika pembangunan suatu daerah. Populasi penduduknya tahun 2006 ini sekitar 13 orang / km2, tersebar dalam banyak kelompok kecil hampir merata di areal yang luas tersebut. Interkoneksi antara kelompok masyarakat tersebut dalam kegiatan sehari-hari amat terkendala dan berat, karena sarana transportasi yang amat buruk kondisinya.
 
Kalimantan Tengah dalam kondisi infrastruktur yang amat minim tersebut saat ini menjadi “tanah harapan”. Puluhan ribu tenaga kerja terserap di perkebunan kelapa sawit  dari berbagai anak suku bangsa Indonesia. Pada saat mudik lebaran dapat dibuktikan besarnya arus penumpang padat memenuhi kapal-kapal besar antar pulau yang mengalir dari beberapa pelabuhan utama yang terdekat dengan kawasan perkebunan tersebut. Angkutan berat minyak CPO sawit sekarang ini bergemuruh disepanjang ruas jalan Lintas Selatan pada segmen Sampit - Pangkalan Bun dalam satu jalur dengan angkutan umum.
 
Industri Kelapa Sawit - Angkutan CPO / minyak sawit Sampit - Pangkalan Bun April 2007.

Pergerakan industri terkait sumber alam daerah ini akan semakin pesat ke depan menggunakan jalur transportasi yang hanya satu-satunya itu. Karena beban jalan yang semakin meningkat itu, akan bertambah dengan angkutan batubara, bijih besi, zirkon dan kemungkinan nanti juga tembaga, maka daya dukung jalan negara tersebut amat kurang untuk tujuan akselerasi pembangunan ekonomi daerah yang secara langsung berpengaruh terhadap ekonomi Indonesia. Luas areal tanam kelapa sawit saat ini (April 2007) sudah mencapai 571.873,37 hektar netto. Luas brutto sudah mencapai 700.000 hektar, diperkirakan dua tahun ke depan dapat mendekati 1 juta hektar. Kesemuanya akan membebani jalan yang sempit dan amat terbatas tersebut.

Sumberdaya alam batubara juga menggeliat upaya pemanfaatannya dan berpotensi amat besar. Salah satu perusahaan batubara yang mengelola pertambangannya di hulu sungai Barito pada musim kemarau terhambat kegiatan ekspornya, karena sungai yang mengering sepanjang 70 % dari jarak kepelabuhan ekspor sejauh sekitar 700 Km di pesisir Kalimantan Selatan.
 
Transportasi Darat Menjadi Keharusan Mendukung Lancarnya Arus Barang dan Jasa, Membuka Isolasi Daerah.
 
Sekitar tahun 1980-1987 upaya pembangunan jalan raya lintas Kalimantan oleh 4 (empat) Gubernur di Kalimantan telah mulai diupayakan, namun pemerintah pusat pada saat itu tidak mendukung rencana tersebut, antara lain pendapat Menteri Lingkungan Hidup saat itu Prof.DR. Emil Salim bahwa ”pembangunan jalan darat membelah rimba Kalimantan akan memudahkan akses penebangan kayu dan akan menghancurkan eskosistem hutan tropis”.

Perjuangan dan upaya empat Gubernur Kalimantan untuk membangun jalan darat di Kalimantan akhirnya bersinergi dengan Panglima Kodam VI Tanjungpura periode 1988-1991 Bapak Z.A. Maulani.

Sinergisme petinggi Kalimantan dengan Panglima Kodam VI Tanjung Pura mengupayakan pembangunan jalan raya darat lintas Kalimantan melunakkan pemerintah pusat. Namun hasilnya hanya disetujui pembangunan jalan ”lintas Kalimantan” buka JALAN RAYA LINTAS KALIMANTAN.

Bahwa kelas jalan ”lintas Kalimantan” ini amat jauh berbeda dengan kelas ”JALAN RAYA”. Membangun jalan raya harus memenuhi kriteria standar dari lebar dan material badan jalan sampai lapisan base-nya serta metode pengaspalan / finishing surface. Membangun ”jalan lintas” tidak ada standar dejure dan defacto, karena jalan ini tidak jelas kelasnya, karena kelas jalan ini adalah jalan berfungsi sosial, untuk jalan silaturahmi menghubungkan permukiman yang dalam kondisi terisolir satu dengan lainnya di Kalimantan. Kelas jalan lintas amat berbeda dengan jalan raya yang berfungsi ekonomi. Jalan lintas di bangun dengan material mulai dari badan jalan yang di timbun seadanya dari galian parit ditepi bakal jalan lintas dan tidak memilih material, semua daun, batang, ranting, rumput, serasah hutan dan lain-lain material organik dibentuk menjadi badan jalan, demikian juga lebar jalan di buat seadanya. Sedangkan untuk jalan raya, harus memenuhi standar teknis dan diverifikasi dengan ketat oleh Dirjen Bina Marga.

Saat ini, hutan kita pun telah hampir habis dan kita pun juga tidak mendapatkan jalan raya, hanya mendapatkan jalan lintas Kalimantan yang bertonase rendah, karena badan jalannnya yang di buat bukan untuk tujuan ekonomi.

Namun perubahan dalam masyarakat Kalimantan telah dan terus menuntut adanya kelas jalan raya skala ekonomi, yang mampu menyandang tekanan gandar / beban angkutan barang 20 ton ke atas. Jalan lintas Kalimantan di hampir seluruh ruasnya hanya mampu menyandang tekanan gandar rata-rata maksimal 9 ton. Lebih dari 9 ton, maka jalan mengalami kerusakan hebat dan bertambah parah lagi akibat faktor curah hujan, sifat permukaan tanah dan ulah manusia yang menggunakannya dengan over dosis.

 
Kotawaringin Lama – Sungai Lamandau
(lebar 500 meter) April 2007, tiang jembatan yang telah berkarat.

 

 

Untuk membentuk jalan lintas Kalimantan menjadi Jalan Raya tidaklah mudah. Terutama jika menyangkut metode pembangunannya. Secara klasik peningkatan jalan lintas Kalimantan dari kelas rendah itu ke kelas jalan raya ekonomi dilakukan dengan menambah lapisan baru dengan material yang lebih baik pada bagian atas lapisan yang lama. Metode ini dapat berguna hanya dalam beberapa waktu. Perubahan badan jalan lintas yang di buat dari bahan campur aduk tadi (tidak memilih material, semua daun, batang, ranting, rumput, serasah hutan dan lain-lain material organik) berjalan terus sejalan dengan perubahan waktu, maka badan jalan lintas dapat berlobang besar, bergelombang, ambrol dan lain-lain. Meski tidak dilalui angkutan berat, badan jalan lintas ini tetap amat labil karena meterial dasarnya yang telah terbangun memang bermutu tidak jelas, sesuai dengan kelas jalan yang juga tidak jelas. Upaya pembangunan jalan selalu menyangkut kegiatan integral dari perencanaan ruas yang mampu melayani perkembangan peri kehidupan masyarakat, mengatasi kendala alam yang beragam, serta menjamin keberlangsungan fungsi jalan sebagai sarana pelayanan publik dan berbagai aspek lainnya yang akan selalu berkembang.

Dari peta wilayah Kalimantan, posisi Kalteng berada ditengah-tengah propinsi yang ada mengindikasikan bahwa integrasi pembangunan infrastruktur jalan dan kereta api wilayah Indonesia di pulau Kalimantan amat tergantung upaya membuat link yang tidak dapat dihindari harus melalui daratan Kalteng.
 
Membangun Jalan Kereta Api.
 
Gubernur Kalimantan Tengah berpikir bahwa sumberdaya alam yang besar itu seharusnya lancar transportasinya dalam volume yang tinggi. Volume yang tinggi dengan transportasi yang lancar akan menekan biaya per satuan unit produk-produk sumberdaya alam Kalimantan Tengah.  Kalkulasi ekonomi sederhana adalah dimana terjadi pasokan produk yang lancar kesegala arah tujuan, akan menyebabkan keuntungan berganda semua pihak yang membutuhkan produk tersebut. Salah satu contoh suplai batubara ke pihak yang membutuhkan dalam kondisi transportasi yang buruk akan menyebabkan ketidakpastian dari sisi produsen dan konsumen, dan dampaknya amat beragam, terutama menyangkut produk ekonomi biaya tinggi.
 
Banyak orang berpikir bahwa Kalimantan-Indonesia belum layak mendapatkan transportasi “kereta api”, selalu terpikir kereta api adalah pelayanan terhadap “high density population”. Gubernur Kalteng A. Teras Narang berkata lain. Kereta api adalah lokomotif transportasi sumberdaya alam dalam skala ekonomi yang besar untuk memasok kebutuhan daerah lain di Republik Indonesia. Mata rantai ekonomi yang akan timbul apabila tersedianya kereta api Kalimantan tidaklah susah untuk di tebak.
 
Aspek pembangunan rel kereta api yang dikatakan amat sulit dan mahal di Kalimantan amat kontradiktif dengan berhasilnya Cina membangun rel kereta api ribuan kilometer menjangkau wilayah Tibet dengan melalui medan yang bahkan tak terbayangkan sulitnya dibandingkan dengan daratan Kalimantan.
 
Kalimantan walaupun dikatakan mengalami penurunan sumberdaya hutannya, saat ini masih mampu menyediakan kayu-kayu berkualitas tinggi untuk bantalan rel kereta api. Pembebasan lahan dengan biaya tinggi akan amat minim terjadi. Kereta api tidak memerlukan lebih besar biaya pemeliharaannya dibandingkan dengan memelihara jalan lintas Kalimantan yang terlanjur terbentuk dalam lebar yang amat terbatas dengan badan jalan bermutu rendah. Diperbaiki di kiri, rusak di kanan. Diperbaiki di tengah rusak disamping …. dalam sekejap. Harus selalu ada alternatif moda transportasi darat untuk membuat siklus pegerakan barang, jasa dan manusia yang konsisten dan mampu menggulirkan pertumbuhan ekonomi daerah yang tinggi.

Pembangunan Jalan Darat Yang Terus Berlangsung - Pembangunan ruas-ruas vital kondisi April 2007.

Membangun kereta api di Kalimantan akan menjadi salah satu “indikator” kuat bagi sinyal kebangkitan ekonomi Indonesia. Melalui upaya ini, ada pesan yang amat kuat tentang keseriusan membangun pilar ekonomi nasional melalui pembangunan daerah Kalimantan yang masih memiliki sumberdaya alam bernilai ekonomis tinggi.

Secara global, isue pembangunan kereta api di Kalimantan-Indonesia dapat dipastikan akan menjadi buah bibir apabila secara bersama-sama disepakati secara nasional. “Borneo” adalah sebuah pulau dalam daratan yang kompak. Ada tiga negara yang menghuni pulau Borneo ini. Perlombaan ketiga negara itu membangun Kalimantan akan menjadikan Kalimantan menjadi daerah pusat pertumbuhan ekonomi baru di Asia Tenggara. Dan itu memang terjadi di Brunei dan Malaysia sebagian kecil pulau Kalimantan.
 
Kapankah isue keseriusan pembangunan wilayah Indonesia muncul menjadi suatu indikator kita akan mampu membangun kompetisi yang sehat dalam perekonomian regional ASEAN ?.
 
Apakah Kalimantan – Indonesia hanya terkenal dengan produk ekspor lintas negara dalam bentuk gumpalan asap yang menyesakkan kehidupan ?.
 
Posisi Kalteng yang berada di tengah-tengah provinsi lainnya di Kalimantan sejauh ini masih belum menjadi berkah tetapi masih di pandang sebagai suatu kemalangan, terjepit di tengah pulau Kalimantan tanpa daya.

Padahal dengan posisi ini, Kalteng dapat menawarkan kepemimpinan untuk menyelesaikan antara lain tata batas wilayah, pembangunan infrastruktur jalan darat dan kereta api wilayah Kalimantan yang mengintegrasikan seluruh provinsi Kalimantan, posisi pelabuhan samudera terintegrasi dengan jalan darat, pembangunan hydro electric power atau listrik lainnya, jaringan telekomunikasi lintas wilayah, bahkan dalam koridor transportasi udara antar benua terlihat secara kartografis atau geografis Kalteng berada di tengah-tengah dunia, sampai-sampai Bapak Pendiri Republik Dr. Ir. Soekarno sudah jauh hari mengemukakan kemungkinan di Kalteng peluang menjadi lokasi ibu kota negara. Posisi Kalteng ini adalah potensi berkah terselubung (disguised blessing) yang belum pernah tergarap sampai saat ini.

Gubernur Kalimantan Tengah terus berupaya membuka sebanyak mungkin peluang untuk melaksanakan percepatan pembangunan infrastruktur dasar, dengan membuka sebanyak mungkin peluang kerjasama dengan pihak-pihak / negara yang lebih maju.

Rencana kerjasama dengan pihak Jepang telah dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MUO), yaitu dengan ITOCHU Corporation – JAPAN.  Nota kesepahaman tersebut ditandatangani di Jakarta, Senin, 16 April 2007 merupakan bagian awal proses pembangunan prasarana dasar kereta api yang dimulai dengan studi kelayakan dengan nilai investasi US$ 400 juta. Menteri Perhubungan Hatta Radjasa dalam kesempatan yang sama mengatakan, kerjasama dalam pola baru di Indonesia itu merupakan langkah maju, setelah disetujuinya RUU perkeretaapian yang terkait dengan investor swasta.
Hasil studi kelayakan awal akan diserahkan dalam waktu empat bulan sejak penandatanganan ini berlaku, sedangkan pembiayaan ditanggung sepenuhnya oleh Itochu dan diharapkan dapat selesai dan beroperasi pada tahun 2012. Pembangunan infrastruktur dasar perekonomian ini akan mendukung sukses pembangunan berkelanjutan yang terkait dengan pemanfaatan sumberdaya alam yang tidak terbarukan, yaitu terletak pada strategi pergeseran skala ekonomi dari kegiatan eksploitatif menjadi kegiatan yang berdasarkan keunggulan SDM. Bila dalam tahap pertama konstruksi mampu membangun jaringan rel sepanjang 300 km, itu berarti dapat dilakukan pengangkutan 20 juta ton batubara per tahun, dimana dapat menghemat pemakaian BBM sekitar 209 juta liter atau setara penghematan devisa negara dari nilai import BBM tersebut. Pada tahap pertama, rel KA akan dibangun sepanjang 300 km sementara tahap kedua sepanjang 700 km.

Peran Pemerintah Pusat adalah menggunakan hasil studi kelayakan itu, melalui Bappenas untuk dapat memfasilitasi mendapatkan skema dan mekanisme pembiayaan yang tepat. Pihak Jepang yang diwakili Direktur PT Itochu Indonesia, Yasuo Ichimura mengharapkan, hasil studi kelayakan ini dapat menjadi solusi terbaik bagi transportasi batubara di Indonesia.

Secara kasar, rencana trayek pada tahap awal, rel KA akan dibangun pada jalur lintasan Marunda, antar Muara Teweh dan Muara Butung di daerah Buntok / Barito Selatan atau sepanjang sungai Barito. Untuk pembangunan jalur Selatan Kalteng dimulai dari Murung Raya - Muara Teweh - Barito Selatan - Barito Timur melewati Palangka Raya hingga ke Pulang Pisau. Rencana pembangunan rel kereta api yang menjadi esensi MoU ini memiliki banyak perspektif. Dari perspektif yang sederhana dan mudah, ini merupakan bentuk prasarana dalam pengangkutan batubara. Kebutuhan ini diperlukan untuk menangani produksi batubara sebanyak sekitar 20 juta ton per tahun, dan kegitan ini dapat berlangsung selama lebih dari 30 tahun kedepan.

Gubernur Kalimantan Tengah juga telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan pihak RRC / Cina untuk membangun kereta api Kalimantan Tengah, sementara di Kalimantan Timur akan bekerja sama dengan Korea Selatan, dimana rencananya rel antar provinsi itu akan disambung. Dalam penandatangan yang berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Jumat (18 Mei 2007 ), hadir dari pihak CREC, Wakil Presiden China Overseas Engineering Group Co Ltd anak perusahaan CREC, Zhao Xiang. Berita Metro TV tanggal 07/08 Juni 2007 juga menyatakan bahwa dalam kunjungan Bapak Wakil Presiden Y. Kalla ke Beijing, juga dibicarakan khusus tentang MOU perkeratapian yang telah ditandatangani oleh Gubernur Kalimantan Tengah

                                                                                                                      Bersambung …………………………….

 

 

 

 
 
 
 Artikel/Berita lainnya
 
  - LAKIP 2013
  - LRA 2014
 
 
 Komentar Pembaca
 

  PEMBANGUNAN KALIMANTAN TENGAH by Ory @ August, 29 2007 16:28 [balas komentar] [lapor]

Pak Gubernur,

Ayo Pak, Jangan tunda lagi pembangunan Kal-Teng, kami sebagai warga sudah lama menunggu moment tersebut.

Berjaya terus Isen Mulang.

  disguised blessing by awan @ November, 19 2007 11:48 [balas komentar] [lapor]

Semoga Makmur.

Saya turut mendoakan! Damai dan toleransi yang mesti melatar-belakangi proses itu semua.

Salam!

  Pembangunan Kalimantan Tengah by agnes.nyamar @ June, 28 2008 13:57 [balas komentar] [lapor]

Perlu energi besar untuk mewujudkan dengan segera, dengan kekuatan yang dahsyat dan memiliki kemampuan serta didukung oleh jajarannya dg kepemimpinan yang berintegritas dan bertanggung jawab bukan pemimpin kosmetik, cantik dan menawan di permukaan namun tidak mempunyai arah dan konsep yang jelas yang hanya puas dengan hal hal superficial.. GBU.

  Rell Kerete Api by FDR @ August, 07 2008 22:45 [balas komentar] [lapor]

100% saya dukung Bpk Gubernur untuk membangun Rel kereta api.yang penting semua putra daerah bersatu untuk maju.

  Masalah Kehutanan by yanabaddak @ November, 20 2008 00:08 [balas komentar] [lapor]

Pak Gub.

Sebagai rimbawan saya nggak setuju dengan pembangunan kelapa sawit, apalagi dalam luasan yang sangat besar. Ujung-ujungnya kita jadi buruh, kasian anak cucu kita jangan2 nanti nggak bisa liat hutan. Mmg sih maksudnya baik tapi....

Hutan kita sudah hancur lebur, jangan ditambah lagi...

sama2 kita jaga yang ada dan kita bangun yang rusak ya pak.

Bravo, selamat berjuang membangun Kalteng Jaya....

  Jalan Raya dan Kereta Api by Hindradi @ February, 19 2009 14:32 [balas komentar] [lapor]

Hidup pak Gubernur. Saya setuju dengan idea bapak untuk pembangunan Kalteng. Moga Kalteng menjadi mercu suar Indonesia. Jalan Raya dan rel haruslah di bangun kalau suatu daerah mau maju. Ingat Amerika di abad 18 dengan "Iron Horse" nya.  Mereka membangun jalan kereta api dari New York ke California.  Zaman Hindia Belanda dulu, yang dikerjakan oleh Gobnor Herman Willem Daendels adalah membangun jalan raya Pantura. Hasilnya dahsyat. Tumbuh  kota di kanan kirinya. Orang banyak datang. Maju,  dah!

  MAJU KALTENGKU by olohdayak @ March, 05 2009 11:49 [balas komentar] [lapor]

SETUJU.......

aku benar2 rindu liat kalteng maju...itu juga jadi doaku...

aku juga rindu liat suatu tempat pariwisata yang indah di kalteng, yang bisa aku ceritakan kepada teman-temanku yang tak pernah ada datang di kalteng....

aku bercita-cita ingin mengabdikan ilmuku untuk membangun kaltengku........

 

GBU


Pilih Halaman : ( 1 ) | 2 |
 
 
 
 
Kembali ke Bulletin Isen Mulang
Kembali ke Depan
 
 
 Statistik Situs
 
Menu Utama Terbagi: [ 65 ] / Jumlah Artikel Dalam Kategori Info: [ 314 ]
Jumlah penyelia lokal terdaftar: [ 2046 ]
Total Pengunjung: [ 19722692 ] /  Pemakai online:  5  / informasi lanjut
 
 
 
 
Pemprov KaltengLama membuka halaman : [0,125000] detik
Gunakan Internet Explorer 6.0, Mozilla Firefox 1.5.0.7!
:: Manual :: Email Administrator ::