Anda di ->Depan : Pusat Artikel : Opini Publik : KETIDAK MAMPUAN PIMPINAN MEMIMPIN SUATU ORGANISASI
 
 
 Menu Utama
 
  Depan
      Sekapur Sirih: KALTENG
  Kategori Info
      Berita
      Bulletin Isen Mulang
      Pemberitahuan
      ASISTEN
      BADAN
      DINAS
      BIRO
      Unit Pelaksana Teknis
      Kantor Penghubung
      Opini Publik
      Good Governance
      KAPET KAKAB
      BULOG Kalteng
      Logo Asli Kalteng
      PERATURAN WEBSITE
      DIREKTORI APPSI
      STAF AHLI GUBERNUR
      PERATURAN
      TPKUPD (Keuangan)
      Masa Ke Masa
      Topographi
      Sosial Ekonomi
      Agama, Adat dan Budaya
      Fasilitas
      Pariwisata
  Gallery
  Forum
  Iklan
  Situs Lama
  Manual Situs
 
 
 
 
Hai Tamu! di sini tempat:
[Mendaftar] [Login]
 
 
 Jejak Bacaan
 
» Tiada Jejak Tercatat!
 
 
 Tampilan
 
Pilih tampilan
 
 
 Modul
 
XML - Sumber Berita
Ceritakan kepada teman Anda tentang situs ini
 
 
 Jajak Mingguan
 
Kalteng menjadi lokasi dunia untuk proyek perintis menjaga paru-paru dunia. Central Kalimantan has been become a world pilot project in protecting the LUNG OF THE WORLD.
 
Most agreable / Sangat Setuju
Agree / Setuju
Moderate / Kurang Setuju
Disagree / Tidak Setuju
Referensi Jajak/Poll Reference
Tampilkan Semua Polling Aktif
 
 
 KETIDAK MAMPUAN PIMPINAN MEMIMPIN SUATU ORGANISASI
 
  •  
  •  

Ceritakan kepada teman Anda tentang situs ini

  • Penulis: Dra. Agnes Sekar Supenni
  • Di kirim oleh: agnes.sekar
  • diserahkan: 6/10/2008 9:21:21 AM
  • Peremajaan terakhir: 10/06/2008 9:21:21
  • Di baca: 1454 kali
  • Jenis_isi: text/html (7208 Bytes = 0 * 1 MB + 7208 Bytes)
  • Bertempat di: Pusat Artikel : Opini Publik

Strategi kepemimpinan sangat diperlukan untuk kelancaran kegiatan suatu organisasi. Terlebih jika organisasi tersebut membawahi suatu pekerjaan yang memerlukan suatu strategi tertentu dalam pelaksanaannya. Pada kebanyakan pimpinan telah menjadi gagal ketika mereka mulai melancarkan kepemimpinan yang tanpa mengindahkan ketentuan yang berlaku, bukti-bukti menunjukkan bahwa pada umumnya mereka telah mengetahui jauh sebelumnya bahwa Unit kerjanya sedang dalam kesulitan. Tetapi kenyataannya ini diabaikan saja, meskipun para pemimpin secara perorangan sadar akan hal tersebut. Mereka secara keseluruhan tidak melihat adanya ancaman yang timbul, tidak memahami implikasinya atau dating dengan alternatif pemecahan.

Kemungkinan dengan hukum survival of the fittest SKPD-SKPD yang gagal ini, baik untuk masyarakat, meskipun kegagalan tersebut sangat menyakitkan para pegawainya. Pada hal sebenarnya hanyalah suatu redistribusi tugas dan pekerjaan pada tatanan yang berlaku..Tetapi dengan demikian skpd-skpd yang besar dan baik mutunya hanyalah suatu symbol dari permasalahan yang berat. Bagaimana hal nya dengan SKPD yang sukses tetapi hasil karyanya belum memadai ?
SKPD tersebut tetap beraktivitas tetapi tidak potensial/ maksimal kegiatannya

Tidak dapat disangkal bahwa kebanyakkan SKPD dalam management organisasinya.merupakan pembelajar yang jelek atau tidak mampu menghasilkan karya yang nyata meskipun didalamnya ada orang 2 yang cemerlang pemikirannya.

Untuk para kepala SKPD untuk memperbaiki mulailah dengan mengindentifikasikan ketidak mampuan menghasilkan karya yang nyata berikut ini :

  1. Saya adalah posisi saya ( I am my position )
    Pimpinan SKPD seperti ini yang mereka ketahui dan banggakan adalah posisi mereka sendiri. Yang dikerjakannya hanyalah apa yan g benar-benar menjadi tugasnya tanpa perduli pada tujuan organisasi secara keseluruhan. Apa yang mereka kerjakan bukan merupakan sebagai anggota SKPD yang berusaha bersama untuk mencapai tujuan.
  2. Musuh di luar sana ( The enemy is out there )
    Ada kecenderungan untuk mencari kesalahan pada lingkungan atau diri orang lain.
  3. Ilusi pengambilan keputusan ( The illusion of taking charge )
    Kepala SKPD biasanya tergesa- gesa mengambil keputusan biar dikira proaktif, tetapi sebetulnya hanya reaktif saja, karena tanpa memperhatikan dampak bagi yang terkena dari keputusan tersebut.
  4. Terpakuatas peristiwa-peristiwa ( The fixation on Events)
    Pemecahan masalah yang hanya berfokus pada suatu kejadian, yang dengan mudahdapat dijelaskan, dan kemudian memecahkan masalah tersebut dengan serta merta, tanpa memperhatikan dampaknya dalam jangka panjang.
  5. Ceritera Perumpamaan kodok rebus ( the parable of the Boilled Frog )
    SKPD yang tidak peka terhadap perubahan- perubahan yang terjadi secara bertahap yang menyebabkan timbulnya masalah, yang kemudian menjadi ancaman yang besar, dan akan membelenggu kemampuan SKPD untuk bisa memperkirakan terjadinya tancaman terhadap organisasi selanjutnya.

Kemampuan memanage suatu organisasi ( SKPD ) bukan hanya dari pengalaman langsung. Tetapi perlu dari belajar dan mengamati strategi dalam memanage organisasi agar pegawai yang dipimpinnya tidak bingung dan tertekan akhirnya. Tidak ada lagi karya yang nyata dari organisasi tersebut yang dapat dinikmati oleh banyak orang.

Regards, Agnes Sekar. Supenni.

 
 
 
 
 
Tulisan Lain dari agnes.sekar
 
 
 Artikel/Berita lainnya
 
 
 
 Komentar Pembaca
 

  Ketidakmampuan Pimpinan dalam Memimpin Organisasi by diahsari @ June, 28 2008 22:12 [balas komentar] [lapor]

Betul, Pemimpin yang tidak becus segera di copot, masih banyak tenaga muda yan g energik, yang berwawasan luas dan tidak korupsi jangan mempertahankan pemimpin yang sudah tua, mau pensiun, kurang kreaktif korupsi pula, Hancur wal.

 
 
 
 
Kembali ke Opini Publik
Kembali ke Depan
 
 
 Statistik Situs
 
Menu Utama Terbagi: [ 65 ] / Jumlah Artikel Dalam Kategori Info: [ 314 ]
Jumlah penyelia lokal terdaftar: [ 1722 ]
Total Pengunjung: [ 19082542 ] /  Pemakai online:  0  / informasi lanjut
 
 
 
 
Pemprov KaltengLama membuka halaman : [0,062500] detik
Gunakan Internet Explorer 6.0, Mozilla Firefox 1.5.0.7!
:: Manual :: Email Administrator ::