Bio Activa Siap Produk Massal
PALANGKA RAYA – Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyimpan potensi besar jadi pusat pertanian ramah lingkungan. Bahkan potensi pertanian yang dikelola dengan mengadopsi teknologi ramah lingkungan temuan Ermina Komala Dara (EKD) pegawai di Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Kalteng, sudah dipresentasikan di simposium 27 negara di Bali beberapa waktu lalu.
“Setelah saya memaparkan teknologi ramah lingkungan di simposium tersebut, mereka berkesimpulan Kalteng nantinya bisa jadi pusat pertanian ramah lingkungan,” kata Ermina saat ditemui di Expo Kalteng 2009 di stan Distanak Kalteng.
Perempuan yang telah mengembangkan formula EKD sejak 30 tahun lalu ini pun mengaku sudah menguji coba temuannya kepada sejumlah petani dan peternak. Formula EKD yang diramu dari tanaman dan bumbu dapur asli Dayak ini bisa dikatakan multi fungsi. Bukan hanya digunakan sebagai pupuk penyubur tanaman dan mengusir hama bahkan tikus, tapi bisa juga dimanfaatkan sebagai campuran pakan ternak.
“Uji coba penggunaan formula EKD sebagai pakan ternak dan antibiotik, ternyata mampu menghemat pengeluaran petani sampai Rp 80 juta,” terang ibu dua anak yang pernah menjadi nominator Nominator Kalpataru dari Menteri Lingkungan Hidup, yakni penghargaan Kehati Award Tahun 2002 dan Gatra Kencana Tahun 2007.
Unggas yang diberi makan formula temuan lulusan Magister Ekonomi Pembangunan UGM (S2) Tahun 2005 ini pun diklaim memiliki rasa daging dan jerohan yang lebih enak.
Expo Kalteng 2009 dimanfaatkan Ermina memperkenalkan Bio Activa (BA) kepada umum. BA merupakan ekstrak tumbuhan dalam bentuk cair. Penggunaannya cukup diteteskan sesuai dosis pakai ke dalam gelas berisi air putih. Air minum yang telah ditetesi BA ini pun memiliki aroma menyegarkan, mirip campuran aroma buah, namun tidak berasa.
Peluncuran Bio Activa di momen HUT Kalteng ini, terang Ermina, didasari keinginannya untuk memberi yang terbaik dari anugerah Tuhan bagi Bumi Tambun Bungai. Sekaligus memperkenalkan BA wine/minuman sehat, BA skin nourishment, BA fertilizer, BA antibiotik, BA pengendali hama/penyakit (tikus, busuk dan lain-lain), dan BA aromatherapi.
“BA merupakan teknologi ramah lingkungan. Tidak ada material yang terbuang pada saat pemprosesan,” tegas kelahiran Palangka Raya, 19 November 1965 ini.
Di pameran Ermina juga dapat kesempatan, mengenalkan BA-nya ke Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang SH, Wagub Ir Achmad Diran dan Walikota Palangka Raya HM Riban Satia.
Ermina bernazar, jika BA yang akan di jual bebas awal Juni mendatang diminati masyarakat, sebagian hasil keuntungannya digunakan untuk memberi beasiswa bagi warga Kalteng yang punya potensi namun tak mampu secara finansial.
Penemu formula EKD yang mengaku sering sakit-sakitan di masa kecilnya hingga punya waktu bereksperimen dengan bumbu dapur dan tumbuh-tumbuhan di sekitarnya ini menyebut BA skin nourishment di bentuk sebagai pupur dingin. Bedak tradisional yang sangat akrab dengan kehidupan masyarakat Dayak.
“Saya sudah 4 tahun tidak menggunakan bedak buatan pabrik. Cukup menggunakan bedak dingin yang sudah dicampur BA,” pungkas perempuan yang wajahnya terlihat bersih dan bersemu merah, seperti umumnya wanita yang mengenakan blush on (pemerah pipi/wajah). (ust)
Anda di ->










Pilih tampilan




Kembali ke Berita
Kembali ke Depan

