Anda di ->Depan : Pusat Artikel : BULOG Kalteng : Kalteng Surplus Beras = Ketahanan Pangan ?
 
 
 Menu Utama
 
  Depan
      Sekapur Sirih: KALTENG
  Kategori Info
      Berita
      Bulletin Isen Mulang
      Pemberitahuan
      ASISTEN
      BADAN
      DINAS
      BIRO
      Unit Pelaksana Teknis
      Kantor Penghubung
      Opini Publik
      Good Governance
      KAPET KAKAB
      BULOG Kalteng
      Logo Asli Kalteng
      PERATURAN WEBSITE
      DIREKTORI APPSI
      STAF AHLI GUBERNUR
      PERATURAN
      TPKUPD (Keuangan)
      Masa Ke Masa
      Topographi
      Sosial Ekonomi
      Agama, Adat dan Budaya
      Fasilitas
      Pariwisata
  Gallery
  Forum
  Iklan
  Situs Lama
  Manual Situs
 
 
 
 
Hai Tamu! di sini tempat:
[Mendaftar] [Login]
 
 
 Jejak Bacaan
 
» Tiada Jejak Tercatat!
 
 
 Tampilan
 
Pilih tampilan
 
 
 Modul
 
XML - Sumber Berita
Ceritakan kepada teman Anda tentang situs ini
 
 
 Jajak Mingguan
 
Kalteng menjadi lokasi dunia untuk proyek perintis menjaga paru-paru dunia. Central Kalimantan has been become a world pilot project in protecting the LUNG OF THE WORLD.
 
Most agreable / Sangat Setuju
Agree / Setuju
Moderate / Kurang Setuju
Disagree / Tidak Setuju
Referensi Jajak/Poll Reference
Tampilkan Semua Polling Aktif
 
 
 Kalteng Surplus Beras = Ketahanan Pangan ?
 
  •  
  •  

Ceritakan kepada teman Anda tentang situs ini

  • Penulis: A. Sajarwan
  • Di kirim oleh: sajarwan
  • diserahkan: 12/25/2008 1:09:51 AM
  • Peremajaan terakhir: 25/12/2008 1:09:51
  • Di baca: 2376 kali
  • Jenis_isi: text/html (16096 Bytes = 0 * 1 MB + 16096 Bytes)
  • Bertempat di: Pusat Artikel : BULOG Kalteng

SURPLUS BERAS = KETAHANAN PANGAN # KEDAULATAN PANGAN

A. Sajarwan (P2SLP Lemlit UNPAR)


Beberapa hari yang lalu Bapak Gubernur Kalteng menyatakan dalam Koran Kalteng Pos, bahwa Kalteng sampai dengan akhir tahun 2008 mengalami surplus beras. Kata "Surplus Beras" oleh masyarakat diartikan sebagai "kelebihan beras" atau dapat  diterjemahkan bahwa jumlah beras yang ada /tersedia melebihi dari jumlah yang dibutuhkan dalam jangka waktu tertentu. Kalau saya tidak keliru, mungkin keadaan Kalteng yang "SURPLUS BERAS" tersebutlah yang menjadi dasar bagi Presiden RI memberikan salah satu Penghargaan Kepada Bapak Gubernur Kalimantan Tengah tempo hari.

Sebagai salah satu warga Kalteng, saya ikut berbahagia dengan penghargaan tersebut, yang sekaligus dapat kita anggap sebagai suatu PRESTASI bapak Gubernur. Namun demikian, dilain pihak saya sebagai seorang peneliti sekaligus sebagai orang yang sedang belajar menjadi praktisi pertanian, merasa ada hal yang memerlukan kejelasan dan ketegasan terkait dengan pernyataan "Surplus Beras" tersebut. Mengacu kepada definisi sederaha kata surplus beras di atas,  maka dapat diartikan bahwa persediaan  beras yang ada saat ini melebihi jumlah yang dibutuhkan oleh masyarakat Kalteng. Dengan kata lain bahwa kita tidak akan kekurangan beras, setidak-tidaknya untuk kebutuhan beberapa bulan kedepan atau untuk tahun 2009.  <<SCRIPT$3> <<SCRIPT$3> <<SCRIPT$3> <LINK href="file:///C:\DOCUME~1\DRIRAS~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_filelist.xml" rel="File-List" />

Berdasarkan definisi ketahanan pangan dari FAO (1996) dan UU RI No. 7 tahun 1996, yang mengadopsi definisi dari FAO, ada 4 komponen yang harus dipenuhi untuk mencapai kondisi ketahanan pangan yaitu: 1.kecukupan ketersediaan pangan; 2. stabilitas ketersediaan pangan tanpa fluktuasi dari musim ke musim atau dari tahun ke tahun. 3.      aksesibilitas/ keterjangkauan terhadap pangan serta ; 4. kualitas/keamanan pangan.  Karena makanan pokok masyarakat Kalteng adalah beras, maka dapat dikatakan kita mempunyai tingkat ketahanan pangan yang BAIK.

Pertanyaannya adalah apakah beras yang ada tersebut adalah hasil /produksi padi yang diusahakan oleh petani di Kalteng atau disuplai (impor) dari daerah lain atau dari luar negeri?. Mengingat hampir 10 tahun terakhir ini kita Bangsa Indonesia adalah pengimpor beras terbesar ke tiga di dunia, maka diduga bahwa kelebihan beras kita karena impor (stock beras BULOG masih banyak) atau untuk Kalteng beras tersebut bukan dari hasil usaha tani di Kalteng.  Dengan demikian, sesungguhnya ketergantungan Kalteng dengan beras dari luar Kalteng diduga masih Kaut hingga saat ini. Apakah dengan keadaan seperti ini kita memepunyai KEDAULATAN PANGAN. Berkisar 60-70 % sembilan bahan pokok kita adalah bahan IMPOR, suatu kenyataan yang tidak perlu terjadi untuk sebuah negara yang Berkedaluatan Pangan/Agraris.

 
 
 
 Artikel/Berita lainnya
 
 
 
 Komentar Pembaca
 

Komentar menunjukkan dedikasi kita...
 
 
 
 
Kembali ke BULOG Kalteng
Kembali ke Depan
 
 
 Statistik Situs
 
Menu Utama Terbagi: [ 65 ] / Jumlah Artikel Dalam Kategori Info: [ 314 ]
Jumlah penyelia lokal terdaftar: [ 1722 ]
Total Pengunjung: [ 19083639 ] /  Pemakai online:  0  / informasi lanjut
 
 
 
 
Pemprov KaltengLama membuka halaman : [0,062500] detik
Gunakan Internet Explorer 6.0, Mozilla Firefox 1.5.0.7!
:: Manual :: Email Administrator ::