NO
|
NAMA KEGIATAN
|
MAKSUD DAN TUJUAN
|
KRITERIA PESERTA DAN KEGIATAN
|
|
1.
|
Tari masal / kelompok
Sifat : Non Lomba
|
Memberikan kesempatan kepada seniman dan seniwati tari (penata tari, penata musik, penata busana dan para penari) untuk menampilkan karyanya
Ditampilkan pada saat acara pembukaan FBIM 2012
|
1. Direkrut dari sanggar-sanggar Kota Palangka Raya sebanyak 200 orang yang terdiri dari penari dan pemusik yang diambil dari kalangan generasi muda.
2. Merupakan penampilan tari pada acara pembukaan dengan durasi waktu tidak lebih dari 15 menit .
3. Bercirikan kelokalan dan keaslian seni dan budaya daerah Kabupaten/Kota se Kalimantan Tengah.
4. Diiringi musik hidup atau dengan kaset.
Pola latihan sektoral dan lengkap dengan jadwal disusun tersendiri.
|
|
2.
|
Pawai Budaya
Sifat : Lomba
|
Menumbuh kembangkan apresiasi masyarakat terhadap karya seni budaya Kalimantan Tengah.
|
1. Peserta adalah utusan dari 14 Kabupaten/Kota se Kalteng, Instansi/ Dinas/Badan/satuan kerja di Lingkungan Pemprov. Kalteng, Universitas/PT Negeri dan Swasta, SLTA/SMK, Paguyuban Seni tari/Sanggar, Mitra Kerja, Organisasi Kemasyarakatan/Keagamaan dan Kepemudaan yang ada di P. Raya
2. Tiap peserta menggunakan maksimal 2 ( dua ) mobil dan fasilitas lainnya.
3. Di atas mobil ada atraksi – atraksi berhubungan dengan ODTW dan mempertimbangkan aspek keamanan bagi peserta maupun penonton;
4. Atraksi yang dimaksud adalah memiliki keunggulan kompetitif dengan daerah – daerah lain tentang Produk Ekowisata , Produk Agrowisata, Produk Wisata Tirta, Special Interest Tourism dsb.
5. Tinggi kendaraan dan dekorasi disesuaikan dengan tinggi gapura di Lapangan Temanggung Tilung.
6. Didahului :
- 1 (satu) regu Drumband
- 1 (satu) regu Sambabuka utusan dari 14 Kab/Kota se Kalteng sebagai maskot/ikon Kab/Kota. 1 Kab/Kota mengirimkan 10 org utusan.
- 1(satu) regu Damang/Kepala Adat yang menggunakan Pakaian Adat
- (satu) regu Penggawa, tiap Kab/Kota 2 org.
|
|
3.
|
Pemilihan Putra Putri Pariwisata Kalimantan Tengah Tahun 2012
Katagori Dewasa
Sifat : Lomba
|
Tujuan adalah memberi kesempatan kepada daerah masing-masing untuk mengaktualisasi diri melalui tampilan generasi muda di bidang modeling, menggali bakat dan potensi para muda untuk mempromosikan kepariwisataan daerah Kalimantan Tengah.
|
1. Setiap Kab/Kota berhak mengirimkan 1 (satu) pasangan Putera dan Puteri yang tercatat sebagai juara/pemenang di tingkat Kabupaten/Kota. Se Kalimantan Tengah
2. Kontribusi Rp. 3.000.000,- per Kabupaten/Kota .
3. Usia minimal 17 tahun dan maksimal 23 tahun pada 1 Agustus 2012.
4. Tinggi badan : Putera minimal 170 cm, Puteri 165 cm.
5. Mempunyai kemampuan bidang kehumasan.
6. Menguasai bahasa daerahnya dan bahasa Inggris secara aktif.
7. Menguasai salah satu jenis seni budaya daerah Kalimantan Tengah (tari, lagu, musik, olahraga tradisional, dll) dan dapat ditampilkan dipanggung secara berpasangan.
8. Menguasai pengetahuan umum dalam bidang politik, sosial budaya, ekonomi, teknologi, sosial kemasyarakatan, informasi, pariwisata dan kepribadian.
9. Penilaian dilakukan secara perorangan .
10. Melewati 3 (tiga) kali tampilan untuk dinilai, yaitu :
a. interview/wawancara : Pengetahuan Umum dan kepribadian, menggunakan pakaian benang bintik khas Kalteng (pria: celana panjang hitam dan wanita: rok hitam).
b. Pada malam unjuk bakat, peserta mengenakan busana daerah masing-masing dalam mem-perkenalkan diri menggunakan bahasa daerah setempat serta menampilkan kesenian daerahnya secara berpasangan.
c. Pada malam pesona Kalimantan Tengah, peserta mengenakan busana malam bernuansa etnik tradisional kalimantan Tengah dan memperkenalkan diri serta potensi wisata yang ada di daerahnya dalam bahasa Inggris.
Belum pernah menjadi juara pertama Putera/Puteri Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah sebelumnya.
11. Berbadan sehat dengan Surat Keterangan Sehat dari dokter setempat.
12. Satu pasang hasil terpilih Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, selanjutnya dikirim mengikuti Pemilihan Tingkat Nasional.
|
|
4.
|
Tari Daerah Kalimantan Tengah
Sifat : Lomba
|
Menyajikan spesifik warna seni tari masing-masing daerah di lingkungan Pemerintah Kota dan Kabupaten se Kalimantan Tengah yang diyakini mempunyai kelebihan masing-masing sebagai produk masa lampau dan usaha pengembangannya.
Mengendalikan perkembangan ke-butuhan industri budaya agar harus tetap dalam bingkai-bingkai budaya, dengan tata nilai dan kualitas yang tinggi.
Memberi kesempatan kepada seniman tari untuk mengelar kepiawaiannya dalam hal seni tari.
|
1. Tema tari mengandung unsur asli budaya daerah Kalimantan Tengah
2. Peserta merupakan utusan kabupaten/kota.
3. Tarian yang pernah mendapatkan juara terbaik I (satu) tidak diperkenankan untuk dilombakan lagi pada festival tahun 2012.
4. Gerak tari yang mengandung unsur kretifitas harus tetap berpijak dari gerakan tari yang terdapat di Kalimantan tengah.
5. Gerak dan tema tari merupakan ide/gagasan sendiri, yang berakar dari tradisi dan seni budaya Kalimantan tengah, bukan ide gagasan yang didapat dari daerah lain.
6. Busana/kostum menyesuaikan dengan tema tari, dengan khas busana/kostum Kalimantan Tengah.
7. Durasi waktu penyajian karya tari minimal 5 menit dan maksimal 7 menit.
8. Setiap koreografer dan penata musik lomba Tari harus menghadiri technical meeting demi kelancaran kegiatan lomba tari yang dilaksanakan oleh panitia lomba (waktu dan tempat ditentukan panitia)
9. Jumlah penari dan penabuh maksimal 20 orang (10 anggota penari dan maksimal 10 anggota pemusik). hal ini ditentukan mengingat kondisi panggung.
10. Kategori tari adalah tari pertunjukan, bukan Sendra Tari. Tari kelompok bukan tari tunggal atau kollusal.
11. Peralatan musik adalah jenis alat musik tradisional, tidak menggunakan jenis alat musik modern seperti; Simbal, Bass Drum, keyboard dan musik modern yang lain.
12. Khusus untuk tari pesisir, alat musik Jumlah penari dan penabuh maksimal 20 orang (10 anggota penari dan maksimal 10 anggota pemusik). hal ini ditentukan mengingat kondisi panggung.
13. Masing-masing peserta lomba wajib menyerahkan synopsis/deskripsi tari pada panitia lomba sebelum atau selambat-lambatnya pada saat technical meeting dilaksanakan.
14. Peserta lomba wajib menjunjung tinggi sportifitas untuk tidak mempengaruhi peserta lomba lain yang bersifat memberikan gangguan
Dewan Juri yang ditunjuk adalah Dewan Juri berdasarkan SK Panitia Festival Budaya “Isen Mulang”.
|
|
5.
|
Lomba Karungut
Sifat : Lomba
|
Memberikan rasa bangga kepada para pewaris lagu tradisional daerah Kalimantan Tengah.
Diharapkan dapat diandalkan sebagai sarana menyampaikan pesan-pesan pembangunan di tengah-tengah masyarakat pedesaan Kalimantan Tengah.
|
1. Peserta utusan Kab/Kota se Kalteng,1 (satu) Putera dan 1 (satu) Puteri batas usia bebas.
2. Diiringi alat musik hidup daerah Kalteng “Karungut“ yang disiapkan oleh peserta kab/kota sesuai keperluannya.
3. Karungut bebas, tema FESTIVAL BUDAYA ISEN MULANG DAN HARI JADI PROVINSI KALIMANTAN TENGAH.
4. Judul lagu bebas dengan jumlah lagu 1 (satu) karungut bebas durasi tidak lebih dari 7 menit (tidak termasuk persiapan) maksimal 15 bait.
5. Menggunakan busana daerah masing-masing.
|
|
6.
|
Lomba Mengenta
Sifat : Lomba
|
Kegiatan ini berawal dari Nenek Moyang kita dahulu kala atau dengan kata lain kegiatan ini sifatnya turun-temurun yaitu suatu kegiatan kaum petani bersyukur atas dimulainya panen padi, pada saat musim tiba untuk menuai
|
1. Peserta adalah utusan Kab/Kota se Kalteng.
2. Tiap regu beranggotakan 5 ( lima ) orang Putera / Puteri :
a 2 (dua) orang menumbuk;
b. 1 (satu) Orang Penguir;
c. 1 (satu) Orang Memasak.
d. 1 (satu) Orang Menghidang
3. Bahan disediakan oleh masing-masing peserta antara lain :
a. 2 kg padi ketan;
b. 1 (satu) Lisung;
c. 2 (dua) halu;
d. 1 (satu) penguir (kaluir);
e. 2 (dua) Kiap (penampih);
f. 1 (satu) Rinjing (kuali);
g. 1 (satu) suruk (suduk);
h. Tungku dan Kayu Bakar.
4. Peserta menggunakan busana daerah setempat (misalnya pakaian petani/kebaya daerah)
|
|
7.
|
Lomba Pakasak Lamang
Sifat : Lomba
|
Kegiatan ini berawal dari Nenek Moyang kita dahulu kala atau dengan kata lain kegiatan ini sifatnya turun-temurun yaitu suatu kegiatan kaum petani bersyukur atas keberhasilan panen telah selesai.
|
1. Peserta adalah utusan Kab/Kota se Kalteng.
2. Tiap regu beranggotakan 5 (lima) orang Putra /Putri.
3. Bahan disediakan oleh masing-masing peserta antara lain :
a. 2 kg beras ketan;
b. Kelapa parut, daun pisang secukupnya;
c. 5 (lima) ruas bambu (humbang lamang) dengan panjang 50 cm dan diameter 6 - 7 cm;
d. Kayu bakar secukupnya
4. Meja disiapkan oleh Panitia lomba, kecuali dekorasi disiapkan oleh Peserta.
5. Waktu 4 Jam termasuk persiapan s/d penyajian.
6. Peserta menggunakan busana daerah setempat (misalnya pakaian petani/kebaya daerah).
|
|
8.
|
Lomba Panginan Tradisional Kalimantan Tengah
Sifat : Lomba
|
Menggali potensi dan kreativitas peserta sekaligus memasyarakatkan dan mem-promosikan Masakan Tradisional dan Kudapan Tradisional khas Kalimantan Tengah menjadi masakan unggulan di Tingkat Nasional dan Internasional.
|
1. Lomba Masak Menu Makan Siang Lengkap dari Pembuka sampai penutup untuk keluarga dan kudapan dengan bahan lokal.
Thema : Mengangkat keragaman dan pelestarian makanan lokal untuk wisata kuliner Kalimantan Tengah.
Waktu : 90 menit (penataan, penyajian)
Disajikan : Kudapan Tradisional dan Masakan Tradisional khas Kalimantan Tengah lengkap siap saji.
2. Peserta utusan Pemerintah Kab/Kota masing-masing daerah hanya mengirimkan 1 (satu) regu.
3. 1 (satu) regu berjumlah 5 (lima) orang menggunakan busana benang bintik khas daerah setempat.
4. Biaya memasak maximal Rp. 500.000,- (Lima ratus ribu rupiah) sudah termasuk biaya bahan masakan yang disiapkan oleh masing-masing peserta.
5. Menyertakan salinan resep dan daftar harga-harga bahan dan menyertakan photo masakan yang dilombakan yang ditandatangani oleh ketua regu, dalam bentuk ukuran folio dan bentuk memanjang /Landscape seperti buku tulis.
6. Meja berbentuk bundar disiapkan oleh Panitia lomba
7. Dekorasi meja dan taplak meja di siapkan oleh masing-masing peserta kabupaten/kota.
8. Kententuan masakan yang disajikan berupa : Masakan dari sayur Maximal 2 jenis hidangan
- Sambal sebagai hidangan pelengkap
- Hidangan penutup Maximal 1 jenis
- Hidangan penutup dan kudapan Maxsimal 2 jenis terbuat dari bahan lokal yang mudah di dapat daerah setempat.
- Lebih ditekankan penggunaan bahan baku khas Kalteng seperti : ubi, singkong, pisang, jagung, talas, dalam rangka menyambut Hari Pangan Nasional
9. Untuk Garnis/dekorasi di atas meja tidak di nilai hanya garnis di dalam hidangan saja yang di nilai (piring Saji).
10 Untuk Teknik pengolahan serta kreatifitas peyajian di bebaskan dalam berkreasi untuk menghasilkan daya tarik dari masakan yang di hidangkan
|
|
9.
|
Lomba Mangaruhi / Malutu
Sifat : Lomba
|
Memberikan salah satu tontonan yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi unik dan menarik/kocak.
Memuat pesan lestari alam dengan mempergunakan cara-cara menangkap ikan tanpa menggunakan hal-hal yang merusak lingkungan seperti dengan menggunakan listrik dan alat-alat kimiawi
|
1. Peserta utusan Pemerintah Kabupaten / Kota se Kalteng.
2. Peserta beregu (putra dan putri) masing-masing regu beranggotakan 2 (dua) orang.
3. Kolam yang digunakan ditetapkan melalui undian.
4. Jenis ikan adalah ikan gabus (behau) disiapkan oleh panitia
5. Peserta membawa Sauk dan Karangkep. Peserta perempuan membawa Lontong dan Tanggui Layah.
6. Dua kolam besar, 1 untuk putra, 1 untuk putri dan langsung turun sekaligus grup masing – masing daerah.
7. Peserta menangkap ikan di kolam dengan ke-dalaman air lebih kurang sebatas lutut tanpa alat bantu.
8. Penilaian di bagi dalam dua tahap. Tahap I berdasarkan jumlah ikan dan Tahap II berdasarkan proses pembersihan ikan /menisik.
9. Penilaian tahap II dengan mengambil 5 group yang lolos dalam penilaian tahap I.
10. Pada tahap ke II masing- masing group diberikan 5 ekor ikan untuk dibersihkan/menisik .
11. Penilaian akhir pada tahap II adalah kecepatan dan kebersihan ikan :
Kecepatan : waktu di tentukan
Kebersihan : Sisik, Sirip, Insang, Isi perut di bersihkan serta mulut ikan di potong dan badan di iris.
12. Pakaian laki-laki menggunakan kostum dan celana pendek, untuk wanita disesuaikan
|
|
10.
|
Lomba Maneweng, Manetek, dan Manyila Kayu
Sifat : Lomba
|
Memperagakan salah satu bentuk dari pada pengusahaan hutan secara tradisional di ka-langan masyarakat Dayak dengan meng-gunakan beliung sekaligus memberikan ton-tonan yang menarik.
Memuat pesan lestari hutan sebagai bagian dari pada upaya menumbuh dan mengem-bangkan kesadaran akan arti penting kesadaran lestari hutan di tengah- tengah kehidupan manusia.
|
1. Peserta adalah utusan Pemerintah Kabupaten / Kota se Kalteng
2. Tiap-tiap Pemerintah (Kabupaten /Kota se Kalimantan Tengah) mengirimkan hanya satu regu saja (putra) yang beranggotakan 3 (tiga) orang.
3. Alat dan perlengkapan (beliung, keba, rambat, pisau ambang batangking) disediakan oleh peserta, sedangkan bahan baku (kayu) disediakan oleh panitia.
4. Kegiatan terdiri dari : maneweng (menebang); ma-netek (memotong) dan menyila (membelah
5. Peserta menggunakan busana khas daerah se-tempat.
6. Masing-masing peserta memperhatikan unsur keselamatan seperti jarak dengan peserta lain, alat yang dipergunakan. Menebang 1 kali, memotong 1 kali mendapatkan 2 potong, masing-masing potongan dibelah 8 bagian, hasilnya 16 bilah.
7. Waktu 15 menit termasuk persiapan.
8. Tahap pertama babak penyisihan, tahap kedua final.
9. Posisi pemotong tidak boleh bolak-balik / berubah posisi.
10. Arah tebangan dengan bendera yang ditetapkan lebih dahulu.
|
|
11.
|
Lomba Sepak Sawut
Sifat : Lomba
|
Melestarikan dan mengembangkan salah satu jenis permainan yang akrab dengan kehidupan suku dayak di masa lampau, terkandung nilai-nilai kebersamaan /
pergaulan antar sesama dan sebagai ajang latihan meningkatkan pengendalian diri.
Memberikan rasa bangga kepada para pewaris tradisi tersebut
|
1. Peserta (pemain) dari Kabupaten/Kota se Kalimantan Tengah yang dibuktikan dengan surat tugas dari Pemerintah Kab/Kota setempat dengan melampirkan photo hitam putih ukuran 4 x 6 cm terbaru sebagai tanda pengenal.
2. Pemain satu Tim beranggotakan 7 orang, 5 orang pemain inti dan 2 orang cadangan. Usia max. 25 thn dibuktikan dengan KTP.
3. Dimainkan di lapangan ukuran 15 x 30 meter dengan batas penonton 2 meter dari garis pinggir.
4. Tiang gawang tinggi 2 meter dan lebar 2,50 meter.
5. Peserta menggunakan kaos berkerah bertuliskan asal Kabupaten, bawah menggunakan celana pendek olah raga, bahan tidak mudah terbakar dan tidak menggunakan alas kaki.
6. Waktu bermain 2 x 10 menit, istirahat 5 menit dan waktu pelaksanaan bermain malam hari sesuai jadwal.
7. Peserta tidak dibenarkan minum minuman keras (beralkohol) sebelum bermain.
8. Apabila Peserta terbukti melanggar maka Tim akan didiskualifikasikan dan tidak diperkenankan mengikuti Permainan berikutnya.
9. Bola menggunakan Buah kelapa yang dikeringkan dan direndam dlm minyak tanah dan disiapkan oleh panitia.
10. Permasalahan yang timbul didalam permaianan diharapkan melaporkan kepada Ketua Pelaksana/Seksi.
|
|
12.
|
Lomba Jukung Hias
Sifat : Lomba
|
Mengangkat historis “ Jukung “ yang pada zamannya menjadi urat nadi perekonomian dan urat nadi kegiatan sosial budaya masyarakat Kalimantan Tengah.
|
1. Peserta adalah utusan dari Pemerintah Kab/Kota se Kalimantan Tengah
2. Perahu dan dekorasi meliputi lambang daerah Kab/kota, dll disiapkan oleh peserta dengan corak dan ragam hias perahu dipilih tradisional atau berbasis tradisi Kalimantan Tengah.
3. Ukuran besar/kapasitas perahu yang digunakan menyesuaikan dengan keperluan peserta dan hubungannya dengan atraksi yang akan digelar di atas perahu hias.
4. Perahu digerakkan oleh mesin (klotok/perahu motor/kapal). Penilaian tidak terkait dengan motor penggerak.
5. Peserta diwajibkan menyerahkan 5 set sinopsis kepada panitia paling lambat 1 (satu) hari sebelum lomba.
8. Tema : “ Jernih Sungaiku Lestarikan Alamku “ ditentukan oleh panitia
7. Tidak terdapat ornamen pesan sponsor pada perahu ataupun perlengkapannya
|
|
13.
|
Lomba Besei Kambe
Sifat : Lomba
|
Melestarikan nilai-nilai budaya masyarakat Kalimantan Tengah yang berhubungan dengan sungai.
|
1. Peserta adalah utusan Pemerintah Kabupaten/Kota se Kalimantan Tengah;
2. Sistem beregu dan setiap regu beranggotakan 2 (dua) orang dalam satu kali tampil dan tanpa cadangan untuk satu regu seni.
3. Perahu dan dayung disediakan oleh Panitia.
4. Peserta adalah Pria dan wanita dewasa bisa berenang
5. Busana peserta laki-laki dan perempuan menggunakan pakaian Sambabuka masing-masing daerah.
6. Bukan atlit dayung maupun atlit dari luar Kalteng, usia bebas
|
|
14.
|
Lomba Jukung Tradisional
Sifat : Lomba
|
Menggalakkan olah raga dayung sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap olah raga tersebut kaitannya dengan kondisi geografi Kalimantan Tengah yang dikenal dengan sebutan seribu sungai.
Memberikan tontonan yang bernuansa hiburan.
Memuat pesan lestari alam sungai dengan menjaga dan memelihara sebagai yang dijadikan satu diantara sekian jumlah sumber hajat hidup orang banyak
|
1. Peserta utusan Pemerintah Kab/Kota se Kalteng.
2. Beregu dengan anggota terdiri dari 6 (enam) orang pendayung, 1 (satu) orang sebagai pengemudi dan 1 (satu) orang sebagai pemukul gong, jumlah keseluruhan 8 orang.
3. Perahu dan dayung disediakan oleh panitia.
4. Anggota regu bukan atlet nasional dayung Kalteng, tetapi menguasai tehnik dayung dan bisa berenang.
5. Untuk keamanan peserta maka diperkenankan menggunakan baju pelampung yang disediakan sendiri oleh peserta.
6. Pakaian bebsas, mecerminkan kearifan lokal.
|
|
15.
|
Lomba Balugu
Sifat : Lomba
|
Menumbuhkan kepedulian upaya melestarikan nilai-nilai tradisi warisan masa lampau, berupa permainan Balogo dimainkan dengan menggunakan teknik dan strategi yang tinggi dan menjunjung tinggi sportivitas.
Memberikan tontonan yang bernuansa hiburan
|
1. Peserta adalah utusan Pemerintah Kabupaten/Kota se Kalimantan Tengah.
2. Dimainkan beregu/ menggunakan sistem gugur.
3. Pemerintah Kab/Kota dapat mengirimkan maksimal 2 (dua) regu yaitu satu regu putra dan satu regu putri.
4. Satu regu beranggotakan 5 (lima) orang, 3 (tiga) orang pemain dan 2 (dua) orang cadangan dan tipeng (tongkat/stik) disediakan oleh panitia.
5. Peserta menggunakan kostum olah raga/tradisional masyarakat dayak.
6. Ukuran lugu panjang 9 cm dan lebar 8 cm.
7. Lugu disiapkan oleh panitia.
8. Jarak lugu I-II-III 8 meter.
9. Waktu 30 menit
10.Dimainkan diatas lapangan beraspal / tanah disesuaikan/fleksibel.
11. Kriteria penilaian lomba balugu akan disampaikan pada saat teknical meeting sekaligus drawing (pencabutan uundian) dan juga dubuat sekema lomba/pertandingan.
12. Untuk menentukan pemenang lomba balugu akan ditunjuk 3 (tiga) orang Juri oleh Panitia.
13. Hal ini yang besifat teknis dalam lomba balugu akan dibicarakan pada saat teknical meeting.
|
|
16.
|
Lomba Habayang
Sifat : Lomba
|
Menumbuhkan kepedulian upaya melestarikan nilai-nilai tradisi warisan masa lampau, berupa permainan
Bagasing/Habayang dimainkan dengan menggunakan teknik dan strategi yang tinggi dan menjunjung tinggi sportivitas.
Memberikan tontonan yang bernuansa hiburan
|
1. Peserta adalah utusan Pemerintah Kabupaten/Kota se Kalimantan Tengah.
2. Dimainkan secara beregu dengan mengunakan sistem gugur.
3. Pemerintah Kab/Kota dapat mengirimkan maksimal 2 (dua) regu yaitu satu regu putra dan satu regu putri.
4. Satu regu beranggotakan 3 (tiga) orang pemain.
5. Peserta menggunakan kostum kaos daerah Kalimantan Tengah.
6. Arena, Tali dan Gasing disiapkan oleh panitia.
7. Sistem permainan Hatikam
|
|
17.
|
Lomba Manyipet
Sifat : Lomba
|
Dalam rangka melestarikan salah satu bentuk usaha perburuan dengan menggunakan sipet yaitu senjata tradisional suku Dayak yang digunakan juga untuk mempertahankan diri ketika perang pada zaman dulu.
|
1. Peserta adalah utusan Pemerintah Kabupaten/Kota se Kalimantan Tengah.
2. Pemerintah Kabupaten/Kota dapat mengirimkan maksimal 2 (dua) regu yaitu satu regu putra dan satu regu putri.
3. Satu regu beranggotakan 3 (tiga) orang.
4. Sipet (sumpit) terbuat dari bahan kayu, anak sumpit (damek) terbuat dari bambu dan atau dari bahan kayu. Pelimping dari bahan kertas atau palawi, disediakan oleh Peserta daerah masing-masing.
5. Peserta lomba menggunakan pakaian khas daerah masing-masing dan bagi tim yang tidak menggunakan pakaian khas daerah di diskualifikasi.
6. Perlombaan menggunakan sistim gugur.
7. Tempo perlombaan/pertandingan dengan 5 x rambahan; 1 x rambahan = 10 (sepuluh) anak sumpit.
8. Sasaran menyumpit ke atas dan mendatar (bawah).
9. Jarak menyumpit untuk peserta putera 20 meter dan jarak menyumpit peserta puteri 15 meter.
10. Tehnik menyumpit ke atas bisa berpindah-pindah (bebas) agar mencapai sasaran yang paling tepat (sesuai dengan yang diinginkan) tapi tidak melewati garis start yang telah ditentukan. Untuk sasaran mendatar (bawah) tetap pada garis star yang telah ditentukan/dibuat oleh panitia.
11. Bentuk sasaran bidik adalah dalam bentuk lingkaran.
12. Kriteria penilaian disesuaikan dengan bentuk sasaran bidik.
13. Sasaran (anak sumpit) yang kena tepat pada garis pembatas antar nilai maka nilai yang diambil adalah nilai tertinggi.
14. Pelanggaran yang timbul akibat rendahnya tingkat pengendalian diri, sportivitas dan lain-lain yang mencemarkan dari pada diselenggarakannya permainan ini diancam dikurangi nilai hingga dinyatakan diskualifikasi.
|
|
18.
|
Lomba Lagu Daerah
Sifat : Lomba
|
Memberikan kesempatan kepada musisi Kalimantan Tengah untuk mengekspresikan kepiawaiannya dalam hal menciptakan lagu dan olah vokal dalam rangka mengankat dan memperkenalkan potensi seni suara dan seni musik di Provinsi Kalimantan Tengah .
|
1. Peserta adalah utusan Pemerintah Kabupaten/Kota se Kalimantan Tengah.
2. Penyanyi diharapkan berusia muda (remaja/dewasa), dan dapat tampil secara solo- duet atau trio, dan diperkenankan menggunakan dukungan backing vocal, lagu diiringi alat musik etnik/tradisional dari masing-masing daerah, dapat juga di kolaborasi dengan alat musik elektone/kyboard tanpa mengurangi citra/nilai musik khas daerah masing-masing dengan penyajian mengunakan iringan musik live dengan mengutamakan /dominasi instrument musik etnik daerahnya. Penampilan dapat didukung oleh penari latar dengan koreografi nuansa khas daerah.
3. Judul lagu bebas diserahkan kepada masing-masing Kabupaten Kota dengan melampirkan sinopsis lagu, dan notase lagu daerah tersebut belum pernah dibawakan pada lomba-lomba sebelumnya/merupakan lagu baru yang belum pernah dipopulerkan. Tema lagu bebas , namun bertendensi positif (isi/Lyriknya tidak melanggar etika/ nilai-nilai moral).Penataan musik (arransemen) mencerminkan kekhasan nuansa musical daerah masing-masing.
4. Lagu yang dibawakan oleh peserta hanya satu buah lagu tiap peserta selama 5 ‘ (lima Menit) dengan toleransi 60 detik ( 1’ ).
5. Alat musik keyboard dan pemain disiapkan oleh panitia, bagi Kab/Kota diperbolehkan membawa alat musik dan pemain sendiri. Pendukung dari masing-masing kontigen peserta yang tampil diarea panggung, terdiri dari penyanyi, backing vocal, penari latar dan pemusik dengan jumlah keseluruhan tiap kontingen maksimal 25 (dua puluh lima) orang.
6. Busana yang digunakan adalah busana daerah masing-masing Kab/Kota
7. Kab/Kota yang mengikuti lomba ini wajib menyerahkan sinopsis lagu dan notase lagu kepada panitia lomba pada saat pendaftaran ulang peserta tanggal 18 Mei 2012.
|