Selasa (20 MARET 2012)
Siswa berprestasi yang ingin jadi ahli teknik di Kalteng boleh gembira. Pemprov siap memberikan bea siswa untuk kuliah di ITB. Tidak itu saja, sarjana teknik juga bisa mengambil S2 atau S3 di perguruan tinggi teknik terkemuka di Indonesia tersebut. Kabar gembira untuk kalangan siswa dan masyarakat luas di wilayah Kalteng. Pemerintah Provinsi (Pemprov) siap memberikan beasiswa bagi siswa berprestasi untuk menyelesaikan jenjang pendidikan strata 1 (S1) di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat. Beasiswa juga terbuka untuk menyelesaikan S1 ke S2 maupun S2 ke S3 bagi masyarakat yang memiliki komitmen memajukan pembangunan Kalteng, terutama dalam pengelolaan pertambangan dan energi di provinsi itu. Kesiapan Pemprov Kalteng memberikan beasiswa tersebut merupakan tindak lanjut konkret terhadap penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU-Memorandum of Understanding) yang ditandatangani Gubernur Agustin Teras Narang dan Rektor ITB Prof Dr Akhmaloka di Aula Rektorat ITB, Selasa (20 MARET 2012). Saat penandatanganan MoU itu, Teras didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng Guntur Talajan, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kalteng Yulian Taruna, dan Pembantu Rektor IV Universitas Palangka Raya (Unpar) Dr Andrie Elia Embang. MoU itu ditandatangani dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia, khususnya untuk menangani teknis bidang pertambangan dan energi di provinsi dan kabupaten/kota. kemarin, Teras menjelaskan, beasiswa yang diberikan tidak terbatas untuk siswa dan masyarakat kurang mampu, melainkan mereka yang memiliki prestasi di sekolah maupun lingkungan kerjanya. Untuk teknis pemberian beasiswa itu akan diserahkan kepada Disdik Kalteng.
Tahun 2013 mendatang ditargetkan sebanyak 5 siswa berprestasi dikuliahkan di ITB. “Bila memungkinkan, tahun 2012 ini sudah ada yang bisa kuliah di ITB,” katanya. Teras menilai MoU tersebut merupakan langkah positif yang ditempuh Pemprov menghadapi booming hasil pertambangan, terutama batu bara yang diperkirakan akan terjadi 5 tahun lagi. Ini juga sejalan dengan pembangunan rel kereta api (KA) dari Puruk Cahu (Kabupaten Murung Raya) hingga Bangkuang (Kabupaten Barito Selatan) sepanjang 185km. Rel KA yang ditargetkan operasional 2015 mendatang tersebut dibangun sebagai moda transportasi paling efektif untuk mengangkut hasil tambang asal Kalteng sebelum dikapalkan melalui Pelabuhan Batanjung di Kabupaten Kapuas. Selama ini, pengangkutan batu bara menggunakan tongkang menyusuri DAS Barito yang bergantung pasang-surut. ”Untuk menghadapi booming hasil tambang tersebut, tentu saja Kalteng memerlukan sumber daya manusia (SDM) tangguh dan andal dalam mengelola sumber daya alam yang profesional,” katanya Teras berprinsip, pengelolaan pertambangan bukan hanya menggali, tetapi menimbun dan melestarikan kembali lingkungan hidup di sekitarnya. Dengan adanya SDM berkualitas, diharapkan investasi pertambangan tidak merusak, karena Kalteng memiliki ilmu dan teknologi yang siap diterapkan dalam pengambilan kebijakan pemerintah yang tidak berdampak kerusakan lingkungan. Selain memberikan beasiswa, keberadaan Fakultas Teknik Unpar akan dimaksimalkan melalui pola kerja sama dengan ITB. Untuk teknis dan bentuk kerja sama akan dibicarakan lebih lanjut oleh pihak Unpar. Dihubungi terpisah, Yulian Taruna mengatakan, Kalteng memiliki potensi pertambangan, terutama batu bara yang melimpah. Terbanyak berada di sepanjang DAS Barito, dari Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan dan Barito Timur. Termasuk di daerah lainnya yang harus dikelola secara benar dan tidak merusak lingkungan hidup. ”Potensi pertambangan batu bara saja diperkirakan bisa mencapai 30 tahun lebih. Belum hasil tambang lainnya,” kata Yulian. Saat ini, kata Yulian, jumlah perusahaan pertambangan di Kalteng sekitar 600 unit dan separuhnya merupakan izin usaha pertambangan batu bara. Ia mengharapkan lulusan ITB yang mendapat beasiswa dari Pemprov dapat menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan pertambangan dan energi yang ramah lingkungan, tidak merusak, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitarnya. |