Seiring semakin bertambahnya jumlah pemuda di Indonesia, seiring meningkatnya kebutuhan hidup karena terkejar kemajuan teknologi yang pesat, ternyata tidak diimbangi dengan peningkatan lahan-lahan pekerjaan pada industri-industri di daerah. Akibatnya, langsung maupun tidak langsung, banyak kaum muda Indonesia termasuk para sarjana yang mencari pekerjaan di kota-kota besar, dan sebagian besarnya mendaftar dan berharap diterima sebagai PNS di daerah-daerah. Bagi pemuda, yang telah menempuh pendidikan hingga ke perguruan tinggi, sudah selayaknya memikirkan rakyat negeri ini dari keterpurukan hidup. Keterpurukan disini dari berbagai sisi, baik pendidikan dan ekonomi. Dan memang benar, keterpurukan pendidikan dan ekonomi bisa membangkitkan segala tindak kriminal dan perilaku buruk bahkan pengangguran.
Data terakhir tingkat pengangguran di Indonesia pada Februari 2011 telah mencapai 6,8% atau sekitar 8,12 juta jiwa. Jumlah ini setara dengan 2x lipat penduduk negara Singapura. Kita sebagai mahasiswa, yang melalui masa-masa perjuangan di kampus dengan segudang idealisme muda dan kreativitas, tegakah terhadap rakyat ini? Tegakah membiarkan mereka yang pengangguran tanpa pekerjaan selagi mereka mampu bekerja? Tegakah terhadap diri sendiri yang memiliki kemampuan lebih namun hanya berlari kesana kemari mencari lowongan pekerjaan dan memenuhi antrean pendaftaran CPNS? Penulis : Pambudi, pemilik waralaba Radja Pizza http://www.radjapizza.com Jika demikian, ironis sekali bangsa ini, yang pemudanya tidak mampu untuk menggunakan kreativitasnya membangun bangsa, mulai dari hal kecil sekalipun.
Tidak perlu kita bermimpi sekaya Larry dan Sergey membuat Google di sebuah garasi, sekaya Bill Gates pendiri Microsoft, sekreatif Steve Jobs mendirikan Apple Inc., sesukses Mark Zuckerberg membuat Facebook, maupun orang pribumi David Kartono pendiri Axioo, jika kita sebagai pemuda masih saja berorientasi ‘lulus sekolah cari kerja’.
Oleh karena itu, terbangunnya mental pemuda untuk berwirausaha harus didorong oleh beberapa berbagai pihak: seperti pemerintah, pendidik dan motivasi pribadi. Para pendidik dan pemerintah diharapkan mampu memberi teladan usaha atau bisnis yang bisa dijadikan parameter oleh para pemuda sebagai lahan hidup yang halal dan berkesinambungan. Dan bagi para pemuda Indonesia, sangat diharapkan paham dan terpanggil akan kebutuhan bangsa ini untuk maju dan mampu menopang ekonomi rakyat dengan sebaik-baik dan berkelanjutan. Mental pemuda harusnya mendirikan lapangan pekerjaan, bukan mencari lowongan pekerjaan. Jika pemuda tidak memulainya dari sekarang, apakah perlu menunggu penyesalan di kemudian hari?
Pambudi
Pemilik peluang bisnis Radja pizza (http://radjapizza.com/) |