Anda di ->Depan : Berita : Rehab Fender Butuh Rp7 Miliar
 
 
 Menu Utama
 
  Depan
      Sekapur Sirih: KALTENG
  Kategori Info
      Berita
      Bulletin Isen Mulang
      Pemberitahuan
      ASISTEN
      BADAN
      DINAS
      BIRO
      Unit Pelaksana Teknis
      Kantor Penghubung
      Opini Publik
      Good Governance
      KAPET KAKAB
      BULOG Kalteng
      Logo Asli Kalteng
      PERATURAN WEBSITE
      DIREKTORI APPSI
      STAF AHLI GUBERNUR
      PERATURAN
      TPKUPD (Keuangan)
      Masa Ke Masa
      Topographi
      Sosial Ekonomi
      Agama, Adat dan Budaya
      Fasilitas
      Pariwisata
  Gallery
  Forum
  Iklan
  Situs Lama
  Manual Situs
 
 
 
 
Hai Tamu! di sini tempat:
[Mendaftar] [Login]
 
 
 Jejak Bacaan
 
» Tiada Jejak Tercatat!
 
 
 Tampilan
 
Pilih tampilan
 
 
 Modul
 
XML - Sumber Berita
Ceritakan kepada teman Anda tentang situs ini
 
 
 Jajak Mingguan
 
Kalteng menjadi lokasi dunia untuk proyek perintis menjaga paru-paru dunia. Central Kalimantan has been become a world pilot project in protecting the LUNG OF THE WORLD.
 
Most agreable / Sangat Setuju
Agree / Setuju
Moderate / Kurang Setuju
Disagree / Tidak Setuju
Referensi Jajak/Poll Reference
Tampilkan Semua Polling Aktif
 
 
 Rehab Fender Butuh Rp7 Miliar
 
  •  
  •  

Ceritakan kepada teman Anda tentang situs ini

  • Penulis: Rovie Ardiandy
  • Di kirim oleh: dprd kalteng
  • diserahkan: 2/14/2012 8:10:15 AM
  • Peremajaan terakhir: 14/02/2012 8:10:15
  • Di baca: 757 kali
  • Jenis_isi: text/html (53864 Bytes = 0 * 1 MB + 53864 Bytes)
  • Bertempat di: Berita

Rehab Fender Butuh Rp7 Miliar

PALANGKA RAYA, Fender Jembatan Kalahien yang rusak ditabrak tongkang batu bara, segera diperbaiki. PT Marunda Graha Mineral (MGM) selaku pemilik tongkang, siap menanggung biaya perbaikannya yang mencapai Ri7 miliar.  

Rapat dengar pendapat (RDP) Komisi D DPRD Kalteng dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Perhubungan (Dishub) Kalteng, dan PT MGM, membahas insiden kecelakaan di Jembatan Kalahien, Barito Selatan (Barsel), Senin (13/2), berjalan sesuai rencana.  

RDP itu menghasilkan sejumlah keputusan. Di antaranya, PT MGM bersedia menanggung biaya perbaikan fender yang ditabrak tongkang batu bara miliknya. Hal itu disampaikan Direktur Utama PT MGM Kardono, kepada wartawan, usai RDP.  

Biaya perbaikan, kata dia, akan menghabiskan dana sekitar Rp7 miliar. Semuanya akan ditanggung PT MGM, dari awal pembangunan hingga selesai. “Dari hasil pertemuan tadi, kita siap menanggung semua biaya untuk pembangunan fender jembatan. Berdasarkan hitungan Dinas PU Kalteng, dana untuk memperbaikinya sekitar Rp7 miliar. Kita akan bertanggung jawab penuh, berapapun dananya akan kita siapkan. Kita akan mengembalikan jembatan seperti semula. Jika pembicaraan sudah selesai, kita akan langsung membangun,” kata Kardono.  

Ditambahkanya, untuk pelaksanaan perbaikan itu akan diserahkan kepada Dinas PU Kalteng. Sebab, berdasarkan peraturan perundang-undangan, membangun fasilitas negara harus melalui pemerintah. Baik dari proses lelang hingga penentuan perusahaan apa yang mengerjakannya. Ia juga mengharapkan, dalam minggu ini sudah bisa dilakukan perbaikan, agar masalah tersebut cepat selesai.  

Kardono juga menjelaskan, penabrakan tongkang bukan semata-mata karena human error ata kesalahan manusia, melainkan arus gelombang di Sungai Barito sering tidak menentu dan sulit dideteksi, terlebih tongkang tidak memiliki kemudi pengendali. Pria berkecamata ini juga menyetujui adanya larangan Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang, agar tidak melakukan perjalanan atau mengangkut batu bara melalui sungai pada malam hari.  

Meski demikian, ia juga mengharapkan agar semua perusahaan, khususnya yang beroperasi di bidang batu bara di wilayah Barito, dapat melaksanakannya. Pemerintah juga perlu membuat aturan atau peraturan daerah (Perda) mengenai larangan tersebut. “Kalau bisa kita minta itu dibuatkan Perdanya, kita sangat mendukung itu, kita perusahaan kecil ini akan patuh hukum,” kata Kardono, merendah.  

RDP Tertutup  

Pelaksanaan RDP yang dimulai pukul 13.00 WIB itu, berlangsung tertutup. Para wartawan yang sejak pagi sudah siap meliput, terpaksa harus kecewa. Pasalnya, informasi semula RDP akan berlangsung pada pagi, kemudian diundur menjadi pukul 13.00 WIB, karena menunggu pihak PT MGM yang sedang dalam perjalanan. Para wartawan tetap sabar menunggu.  

Saat RDP dimulai, wartawan baru mendapat pemberitahuan bahwa RDP akan digelar tertutup. Para pekerja pers ini hanya diperbolehkan mengambil gambar peserta RDP, kemudian dipersilakan keluar ruangan. Ini mengundang pertanyaan wartawan, sebab jarang sekali RDP dilakukan tertutup. RDP yang berlangsung di ruang Rapat Gabungan itu cukup lama, karena baru berakhir sekitar pukul 16.30 WIB

 
 
 
 Artikel/Berita lainnya
 
 
 
 Komentar Pembaca
 

Komentar menunjukkan dedikasi kita...
 
 
 
 
Kembali ke Berita
Kembali ke Depan
 
 
 Statistik Situs
 
Menu Utama Terbagi: [ 65 ] / Jumlah Artikel Dalam Kategori Info: [ 314 ]
Jumlah penyelia lokal terdaftar: [ 1752 ]
Total Pengunjung: [ 19123522 ] /  Pemakai online:  3  / informasi lanjut
 
 
 
 
Pemprov KaltengLama membuka halaman : [0,093750] detik
Gunakan Internet Explorer 6.0, Mozilla Firefox 1.5.0.7!
:: Manual :: Email Administrator ::