|
Dewan Keluhkan Pelabuhan Roro
|
PALANGKA RAYA, Menurut hasil temuan DPRD Kalteng saat reses, pelabuhan Roro di Kumai, Kotawaringin Barat tidak terawat, bahkan ada fasilitas pelabuhan yang hilang dicuri orang tidak bertanggung jawab.
Kondisi pelabuhan roll on roll of (Roro) di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dikeluhkan anggota DPRD Kalteng asal daerah pemilihan (Dapil) III. Saat reses ke daerah itu, tim Dapil III menemukan kondisi pelabuhan itu sangat memprihatinkan.
“Berdasarkan hasil reses ke kawasan itu, kita sangat miris melihat kondisi pelabuhan tersebut. Kondisinya sangat tidak terawat, barang-barang, dan berbagai fasilitas pelabuhan banyak yang hilang dicuri orang yang tidak bertanggung jawab. Ini karena pelabuhan itu yang tidak terjaga dengan baik,” kata Prayitno, anggota Tim Reses Dapil III, Senin (19/12).
Prayitno menjelaskan, pembangunan pelabuhan itu saat ini masih dalam tahap penyelesaian, terutama akses jalan masuk menuju kawasan pelabuhan. Namun yang sangat ia sayangkan, kondisi kawasan pelabuhan sudah sangat memprihatinkan.
Pelabuhan yang diharapkan dapat dapat menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat di kabupaten dengan semboyan “Marunting Batu Aji” itu, terkesan tidak terawat dengan baik. Berbagai fasilitas yang ada pada pelabuhan itu juga kurang terjaga dengan baik.
Prayitno meminta pembangunan pelabuhan yang saat ini sedang berjalan, dapat dilakukan dengan baik dan sesuai perencanaan. Dengan harapan, pelabuhan tersebut dapat berfungsi dengan baik dalam menunjang perekonomian masyarakat Kobar.
Prayitno juga meminta kepada Pemprov Kalteng agar memerhatikan dan mengawasi pembangunan pelabuhan tersebut, agar segera beroperasi sesuai dengan fungsinya. Prayitno menilai pembangunan pelabuhan itu sangat penting dalam pendistribusian arus barang yang masuk ke wilayah Kobar dan beberapa daerah di sekitarnya.
“Dengan beroperasinya pelabuhan ini, saya kira akan berdampak positif bagi masyarakat setempat, karena secara otomatis pertumbuhan ekonomi di Kobar akan semakin terpacu,” lanjut Prayitno.
Disamping itu, politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini mengatakan, kewenangan pengelolaan kawasan pelabuhan Roro tersebut perlu dipertegas. Kalau pengelolaan diserahkan kepada Pemkab Kobar, hendaknya dibuat memorandum of understanding (MOU) tentang hak dan tanggung jawabnya.
Dalam kunjungan ke pelabuhan roro tersebut, rombongan Dapil III didampingi perwakilan dari Dinas Perhubungan Kobar, Kabag Ekonomi Setda Pemkab Kobar, Camat Kumai, serta Kepala Perwakilan PT Pelindo III. Di samping meninjau pelabuhan Roro, anggota Dapil III juga mengunjungi Pelabuhan Panglima Utar yang letaknya juga berada di Kecamatan Kumai. |