TOT PEMANDU LAPANG 1 PENERAPAN GAP
Dilaksanakan tanggal 14-16 Juni 2011 di Semarang, Jawa Tengah. Peserta pertemuan berjumlah 40 orang yang terdiri dari instansi terkait dan petugas dari 26 provinsi yaitu provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, Riau, Kepulauan Riau, Lampung, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Papua, dan Papua Barat.
Materi yang dibahas adalah : 1) Kebijakan Pengembangan Sayuran dan Tanaman Obat; 2) Permentan 48 dan Permentan 62/Permentan OT.140/10/2009 Tentang Pedoman Budidaya Buah dan Sayur yang Baik (GAP); 3) Pengantar dan Teori Sekolah Lapang dan 4) Simulasi SL-GAP.
Narasumber pada pertemuan evaluasi : Direktur Budidaya dan Pascapanen Sayuran dan Tanaman Obat, Kasubdit Budidaya Sayuran Buah, Daun dan Umbi dan Ir. Wahono dari IPB
TOT PL1 GAP merupakan kegiatan untuk mempersiapkan petugas provinsi untuk menjadi pemandu lapang (PL1) yang menguasai penerapan GAP/SOP sesuai Permentan 48/2009 dan 62/2010 serta 44/2009, selanjutnya petugas provinsi yang mengikuti kegiatan ini menjadi PL1. Kemudian PL1 diharapkan akan menjadi pembina atau pendamping bagi petugas kabupaten untuk menjadi PL2. Selanjutnya PL2 membina petani agar menerapkan cara budidaya yang baik melalui Sekolah Lapang GAP. PL1 GAP adalah petugas provinsi yang dilatih pusat, sedangkan PL2 GAP adalah petugas kabupaten yang dilatih oleh PL1 GAP. Dengan demikian kegiatan SL-GAP di kabupaten hanya dapat dilaksanakan apabila telah mendapat pelatihan dari PL1 GAP, adapun mekanisme pelaksanaan di provinsi dan kabupaten mengacu pada Pedoman Umum Sekolah Lapang GAP Sayuran dan Tanaman Obat 2011 sedangkan biaya penyelenggaraan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia di masing-masing provinsi dan kabupaten.
Penyelenggaraan Sekolah Lapang GAP dimaksudkan untuk memudahkan petani dalam memahami GAP sehingga dapat menerapkannya di lapangan. Prinsip SL-GAP bersifat partisipatori, dimana petani belajar dengan melakukan pengamatan dan analisa dari hasil pengalaman mereka sendiri. Dengan demikian petani dapat menghasilkan produk yang berkualitas.
Pengamatan di lahan usaha buncis Perancis/French Bean. Disepakati 5 target pengamatan, yaitu:
1) Pengamatan media tanam.
2) Pengamatan Tanaman dalam screen house.
3) Pengamatan Tanaman terbuka tanpa screen house.
4) Pengamatan OPT.
5) Pengamatan Panen dan Pascapanen. |