Sejak Tahun 2002, Telkom Kalimantan Tengah telah memberikan bantuan pinjaman modal kerja secara langsung kepada para pengusaha kecil, menengah dan koperasi, terutama yang berada di wilayah Palangka Raya. Bahkan untuk tahun 2011, Kalimantan Tengah mendapat alokasi dana sebesar Rp 7 Milyar lebih, yang notabene dana terbesar dibanding provinsi lain di Pulau Kalimantan. Pada triwulan I, dialokasikan dana sekitar Rp 1,5 M untuk 67 orang pengusaha.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, SH dalam sambutannya pada penandatanganan MoU, penyediaan transponder satelit untuk siaran TVRI Kalimantan Tengah dan Penyerahan Bantuan Pengembangan Usaha Kecil serta Koperasi, Selasa, Di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng (29/3) menegaskan, bantuan sebesar itu dari Telkom belum merata. Sementara masih terfokus di Kota Palangka Raya. Untuk itu Gubernur meminta, agar Telkom pada periode mendatang, bisa merambah kabupaten secara merata. Mengingat banyak potensi di daerah kabupaten yang bisa dikembangkan. Misalnya, di Kabupaten Seruyan, banyak kerajinan kerupuk pipih, kerajinan lempok di Puruk Cahu, kerajinan rotan di kabupaten Katingan dan usaha-usaha lain berupa barang dan jasa.
Orang nomor satu di Kalteng yang didampingi Ketua DPRD, R Atu Narang juga mengungkapkan, untuk menggerakkan berbagai sektor di Kalimantan Tengah terutama sektor ekonomi mikro, pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota tidak bisa berjalan sendiri. Artinya, harus ada pihak ketiga yang berperan, contohnya yang telah diperankan oleh Telkom. Potret Program Telkom yang dikemas dalam Corporate Social Responsibility (CSR) ini benar-benar sejalan dengan program pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang saat ini sedang dilaksanakan bersama PM2L dan Kalteng Harati 2011.
Gubernur juga mengakui, sampai saat ini permasalahan pokok yang dihadapi oleh Provinsi Kalimantan Tengah adalah mempercepat peningkatan jumlah dan kualitas infrastruktur dasar transportasi, komunikasi dan informasi.Ketiga sektor tersebut tetap dipacu, namun belum sepenuhnya menjawab tingkat kebutuhan masyarakat disegala lapisan. Pasalnya, luas wilayah Kalimantan Tengah yang mencapai 1,5 kali Pulau Jawa dengan karakteristik yang berbeda dibanding provinsi lain di Kalimantan.
Dengan kondisi ini, keberadaan siaran TVRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik sebagai pembuka akses informasi publik sangat penting. Semula hanya bisa dinikmati oleh masyarakat Kota Palangka Raya dan kabupaten tertentu, itupun dengan pola siaran tunda. Setelah bekerja sama dengan Telkom, 30 Juni 2009, kegiatan pemanfaatan transponder satelit Telkom-1 untuk siaran LPP TVRI, telah berfungsi dengan baik. Pemprov bersama Pemkab/Kota tetap mempertahankan agar siaran TVRI Kalteng terus dinikmati seluruh lapisan masyarakat, baik yang ada diperkotaan maupun dipelosok pedalaman, yang selama ini kesulitan mengakses informasi tentang hasil-hasil pembangunan yang sedang digalakkan.
Ditegaskan pula oleh mantan Ketua Komisi II DPR RI ini, kerjasama dengan Telkom akan lebih ditingkatkan lagi, tidak hanya dalam layanan telepon umum serta pemanfataan transponder, tetapi juga dalam pemanfaatan teknologi informasi lainnya untuk kepentingan pelaksanaan tugas-tugas aparatur pemerintahan, contohnya dukungan Telkom bagi sarana saluran broadband fiber optik LPSE.
Dalam kesempatan tersebut, Teras juga mneyampaikan harapan-harapanya diantaranya, kendati Telkom telah menjadi perusahaan publik berdasarkan UU No.36/1999, namun Telkom dan anak perusahaannya tidak mengurangi misi yang diembannya sebagai Agen of Development (pemicu Pembangunan) di Kalteng, misi pengembangan teknologi informasi Telkom bisa lebih merata , terjangkau di Kalteng dan diharapkan terus proaktif, berinisiatif terus melakukan upaya-upaya yang menambah kemampuan masyarakat untuk mencapai tingkat kesejahteraan yang terus meningkat melalui bidang tugas masing-masing.(BIM) |