|
Pe
Pembahasan Laporan Progres Kegiatan Swakelola Monitoring dan Evaluasi Program Pengembangan (MONEV P2) KAPET DAS KAKAB dan Rekomendasi Dukungan Infrastruktur 2011 pada tanggal 23 November 2010, bertempat di Ruang Rapat Ditjen Penataan Ruang, Lantai 3, Gd. Baru SDA dan Penataan Ruang Kementerian PU Jakarta.
Ringkasan Eksekutif
Pengembangan investasi diarahkan untuk menjadikan wilayah KAPET DAS KAKAB (Kabupaten Kapuas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Barito Selatan dan Kota Palangka Raya) sebagai lumbung pangan, lumbung energi, pengembangan Agropolitan, pengembangan Minapolitan dan pelayanan jasa.
Dalam upaya mewujudkan hal tersebut, disusun :
1. Prioritas Pengembangan Pengembangan Investasi Tahun 2010
- Ruas jalan Palangka Raya – Buntok (195,7 km) termasuk 3 (tiga) jembatan yaitu jembatan Mangkutup (140 m), jembatan Murui (200 m) dan jembatan Timpah (255 m) yang sudah fungsional Tahun 2009. Penyelesaian pembangunan jembatan Kalahien (620 m) sudah selesai dan akan diresmikan Tahun 2010 pada tanggal 25 November.
- Revitalisasi dan rehabilitasi kawasan eks PLG (Inpres No. 2 Tahun 2007). Luas wilayah kerja KAPET DAS KAKAB 53 % atau 15.356 Km2 merupakan kawasan eks Pengembangan Lahan Gambut (PLG), sampai hampir berakhirnya Inpres No. 2 Tahun 2007 Tahun 2011, baru 10 % dana yang dikucurkan dari Kementerian terkait dari total dana seluruhnya untuk rehabilitasi dan revitalisasi PLG sebesar Rp. 11 triliun.
- Tahap awal pengerjaan pembangunan Jaringan rel Kereta Api ruas Palaci - Puruk Cahu – Bangkuang (Barito Belatan) sepanjang 185 Km. Tahap selanjutnya Bangkuang – Pelabuhan Batanjung sepanjang 175 Km. Pendanaannya berasal dari investor dengan sistem Public Private Partnership (PPP), total rencana investasi Rp. 21 triliun.
- Pembangunan Pelabuhan Laut di Batanjung, Kabupaten Kapuas dengan tujuan menjadi outlet dan inlet bagi provinsi Kalimantan Tengah bagian Timur. Perkiraan investasi Rp. 300 miliar.
- Pembangunan Power Plan PLTU 2x60 MWatt di Pulang Pisau.
2. Realisasi
- Ruas jalan Palangka Raya – Buntok (195,7 km) termasuk 3 (tiga) jembatan yaitu jembatan Mangkutup (140 m), jembatan Murui (200 m) dan jembatan Timpah (255 m) yang sudah fungsional Tahun 2009. Penyelesaian pembangunan jembatan Kalahien (620 m) dapat direaliasi dan akan diresmikan pada tanggal 25 November 2010.
- Revitalisasi dan rehabilitasi kawasan eks PLG (Inpres No. 2 Tahun 2007) belum optimal. Mengembangkan kawasan produksi padi, realisasinya sudah terjadi surplus padi namun masih dapat ditingkatkan. Agropolitan (pengemukan sapi potong) di Basarang dapat direalisasi tetapi belum optimal.
- Tahap awal pengerjaan pembangunan Jaringan rel Kereta Api ruas Palaci - Puruk Cahu – Bangkuang (Barito Belatan) sepanjang 185 Km. Sedang dalam tahap persiapan lelang. Empat perusahaan yang lulus evaluasi administrasi dan mengikuti proses RFP (Request for Proposal) adalah PT. ITOCHU-TOLL Consortium, Drydocks World LLC-PT. MAP Resources Indonesian Consortium, PT. Bakrie-SNCLavalin-Thyssencrupp Consortium dan China Railway Group Limited-PT. Mega Guna Ganda Semesta-PT. Royal Energi Consortium. Direncanakan pemenang lelang jaringan rel KA pada 12 Agustus 2011.
- Pembangunan Pelabuhan Laut di Batanjung, Kabupaten Kapuas.
- Pembangunan Power Plan PLTU di Pulang Pisau, sedang dalam tahap konstruksi
3. Penyebab tidak terrealisasi
Revitalisasi dan rehabilitasi kawasan eks PLG (Inpres No. 2 Tahun 2007) belum optimal. Dukungan anggaran dari Kementerian terkait masih rendah (sekitar 10% dari rencana anggaran). Dukungan infrastruktur di dalam dan sekitar kawasan yang masih kurang.
4. Dampak
Revitalisasi dan rehabilitasi kawasan eks PLG yang belum terrealisasi secara optimal berdampak pada pertumbuhan ekonomi kawasan, rendahnya minat investor dan tingkat kesejahteraan masyarakat. Selain itu berdampak pula bagi pertumbuhan wilayah karena 53% wilayah KAPET DAS KAKAB adalah wilayah eks PLG.
5. Usul/Rekomendasi
- Inpres No. 2 Tahun 2007 tentang Revitalisasi dan Rehabilitasi eks PLG perlu diperpanjang dan semua kementerian terkait agar konsisten untuk mengalokasikan anggaran.
- Perkebunan dan pertambangan di lahan gambut yang izinnya sesuai prosedur yang berlaku tetap berjalan dan apabila tidak memenuhi ketentuan yang berlaku akan ditata ulang disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
- Jalan dari Kuala Kapuas menuju pelabuhan Batanjung (64 km), diusulkan untuk ditingkatkan statusnya dari jalan kabupaten menjadi jalan Strategis Nasional.
Rencana Kegiatan Tahun 2011
1. Prioritas Investasi Tahun 2011
- Mengembangkan kawasan produksi padi dan agropolitan (pengemukan sapi potong).
- Pemberdayaan ekonomi rakyat di wilayah Eks PLG (Kabupaten Kapuas)
- Pembangunan klaster rotan di Kabupaten Barito Selatan.
2. Infrastruktur untuk mendukung investasi
- Tahap awal pengerjaan pembangunan Jaringan rel Kereta Api ruas Palaci - Puruk Cahu – Bangkuang (Barito Belatan) sepanjang 185 Km, yang pendanaan berasal dari investor dengan sistem Public Private Partnership (PPP).
- Membangun jalan dari Basarang menuju pelabuhan laut Batanjung, Kecamatan Kapuas Kuala.
- Meningkatan status jalan menuju pelabuhan laut Batanjung (64 km) dari jalan Kabupaten menjadi jalan Strategis Nasional.
- Pembangunan lumbung energi di Batanjung.
- Studi Kawasan Industri Batanjung.
|