1.            Produksi Padi

         Produksi padi Kalimantan Tengah tahun 2009 (Angka Ramalan II) diperkirakan sebesar 551.013 ton Gabah Kering Giling (GKG), naik 28.281 ton (5,41persen) dibanding produksi tahun 2008 (Angka Tetap) yang sebesar 522.732 ton. Kenaikan ini diperkirakan terjadi karena kenaikan produktivitas sebesar 1,52 Ku/Ha (5,99persen) dari 25,41 Ku/Ha pada tahun 2008 menjadi 26,94 Ku/Ha pada tahun 2009 walaupun terjadi penurunan luas panen sebesar 1.129 hektar (0,55persen) dari 205.684 hektar pada tahun 2008 menjadi 204.555 hektar pada tahun 2009.
Dibanding tahun 2007, produksi padi Kalimantan Tengah tahun 2008 (Angka Tetap) turun 39.741 ton (7,07 persen). Penurunan ini terjadi karena penurunan luas panen sebesar 23.981 hektar (10,44 persen) walaupun produktivitasnya naik 0,92 Ku/Ha (3,77 persen).
Secara Nasional, produksi padi tahun 2009 (Aram II) diperkirakan sebesar 60.931.912 ton naik 2.235.221 ton (3,71 persen) dibanding tahun 2008 (Angka Tetap) yang sebesar 60.325.925 ton. Kenaikan ini diperkirakan terjadi karena kenaikan luas panen sebesar 341.564 hektar (2,77 persen) dari 12.327.425 hektar tahun 2008 menjadi 12.668.989 hektar pada tahun 2009 dan kenaikan produktivitas sebesar 0,44 Ku/Ha (0,90 persen) dari 48,94 Ku/Ha pada tahun 2008 menjadi 49,38 Ku/Ha pada tahun 2009.
Dibanding tahun 2007, produksi padi Nasional tahun 2008 (Angka Tetap) naik sebesar 3.168.490 ton (5,54 persen). Kenaikan ini terjadi karena kenaikan luas panen sebesar 179.788 hektar (1,48 persen) dan kenaikan produktivitas sebesar 1,89 Ku/Ha (4,02 persen).

 

 

Tabel 1.
Produksi Padi di Kalimantan Tengah, 2007 – 2009
 

Uraian
2007
2008
(Atap)
2009
(Aram II)
Perkembangan 2007 - 2008
Perkembangan 2008 - 2009
Absolut
Persentase
Absolut
Persentase
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
1. Padi Sawah
 
 
 
 
 
 
 
Luas Panen (Ha)
124.226
     124.198
      130.316
-28
-0,02
       6.118
4,93
Hasil/hektar (Ku/Ha)
29,05
29,42
31,24
0,37
1,27
1,82
6,19
Produksi (Ton)
360.871
     365.386
      407.071
4.515
1,25
      41.685
11,41
2. Padi Ladang
 
 
 
 
 
 
 
Luas Panen (Ha)
105.439
       81.486
       74.239
-23.953
-22,72
-7.247
-8,89
Hasil/hektar (Ku/Ha)
19,12
19,31
19,39
0,19
0,99
0,08
0,41
Produksi (Ton)
201.602
     157.346
      143.942
-44.256
-21,95
-13.404
-8,52
3. Jumlah Padi
 
 
 
 
 
 
 
Luas Panen (Ha)
229.665
     205.684
      204.555
-23.981
-10,44
-1.129
-0,55
Hasil/hektar (Ku/Ha)
24,49
25,41
26,94
0,92
3,77
1,52
5,99
Produksi (Ton)
562.473
     522.732
      551.013
-39.741
-7,07
      28.281
5,41
4. PADI NASIONAL
 
 
 
 
 
 
 
Luas Panen (Ha)
12.147.637
12.327.425
 12.668.989
179.788
1,48
    341.564
2,77
Hasil/hektar (Ku/Ha)
47,05
48,94
49,38
1,89
4,02
         0,44
0,90
Produksi (Ton)
57.157.435
60.325.925
 62.561.146
3.168.490
5,54
 2.235.221
3,71

 
Keterangan : bentuk hasil produksi padi : Gabah Kering Giling (GKG)
 
 
2.            Produksi Jagung
         Produksi jagung tahun 2009 (Angka Ramalan II) diperkirakan sebesar 6.553 ton pipilan kering, naik 571 ton (9,55 persen) dibanding produksi tahun 2008 (Angka Atap) yang sebesar 5.982 ton. Kenaikan ini disebabkan karena kenaikan luas panen sebesar 194 hektar (9,22persen) dari 2.104 hektar pda tahun 200 menjadi 2.298 hektar paa tahun 2009 dan kenaikan produktivitas sebesar 0,09Ku/Ha (0,32 persen) dari 28,43 Ku/Ha pada tahun 2008 menjadi 28,52 Ku/Ha pada tahun 2009.
Dibanding tahun 2007, produksi jagung Kalimantan Tengah tahun 2008 (Angka Tetap) naik 2.011 ton (50,64 persen). Kenaikan ini terjadi karena kenaikan luas panen sebesar 719 hektar (51,91 persen) meskipun produktivitasnya turun 0,24 Ku/Ha (0,84 persen).
Secara Nasional, produksi jagung tahun 2009 (Aram II) diperkirakan sebesar 17.041.215 ton naik 723.963 ton (4,44 persen) dibanding tahun 2008 (Angka Tetap) yang sebesar 16.317.252 ton. Kenaikan ini diperkirakan terjadi karena kenaikan luas panen sebesar 95.114 hektar (2,38 persen) dari 4.001.724 hektar pada tahun 2008 menjadi 4.096.838 hektar pada tahun 2009 dan kenaikan produktivitas sebesar 0,28 Ku/Ha(2,01 persen) dari 40,78 Ku/Ha pada tahun 2008 menjadi 41,60 Ku/Ha pada tahun 2009.
Dibanding tahun 2007, produksi jagung Nasional tahun 2008 (Angka Tetap) naik sebesar 3.029.725 ton (22,80 persen). Kenaikan ini terjadi karena kenaikan luas panen sebesar 371.400 hektar (10,23 persen) dan kenaikan produktivitas sebesar 4,18 Ku/Ha (11,42 persen).
 
Tabel 2.
Produksi Jagung di Kalimantan Tengah, 2007 – 2009
 

Uraian

 
2007
2008
(Atap)
2009
(Aram II)
Perkembangan 2007 - 2008
Perkembangan 2008 - 2009
Absolut
Persentase
Absolut
Persentase
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
1. Jagung
 
 
 
 
 
 
 
Luas Panen (Ha)
1.385
2.104
         2.298
719
51,91
          194
9,22
Hasil/hektar (Ku/Ha)
28,67
28,43
28,52
-0,24
-0,84
0,09
0,32
Produksi (Ton)
3.971
         5.982
         6.553
2.011
50,64
          571
9,55
2. JAGUNG NASIONAL
 
 
 
 
 
 
 
Luas Panen (Ha)
3.630.324
   4.001.724
   4.096.838
371.400
10,23
      95.114
2,38
Hasil/hektar (Ku/Ha)
36.60
40,78
41,60
4,18
11,42
         0,82
2,01
Produksi (Ton)
13.287.527
 16.317.252
 17.041.215
3.029.725
22,80
    723.963
4,44

 

 
Keterangan : bentuk hasil produksi jagung : pipilan kering
 
3.            Produksi Kedelai
         Produksi kedelai Kalimantan Tengah tahun 2009 (Angka Ramalan II/Aram II) diperkirakan sebesar 1.729 ton biji kering, turun 131 ton (7,04 persen) dibanding produksi tahun 2008 (Angka Tetap) yang sebesar 1.860 ton. Penurunan ini disebabkan karena penurunan luas panen sebesar 122 hektar (7,38 persen) dari 1.653 hektar pada tahun 2008 menjadi 1.531 hektar pada tahun 2009, meskipun terjadi kenaikan produktivitas sebesar 0,04 Ku/Ha (0,36 persen) dari 11,25 Ku/Ha pada tahun 2008 menjadi 11,29 Ku/Ha pada tahun 2009.
Dibanding tahun 2007, produksi kedelai Kalimantan Tengah tahun 2008 (Angka Tetap) naik 1.076 ton (137,24 persen). Kenaikan ini terjadi karena peningkatan luas panen sebesar 934 hektar (129,90 persen) dan peningkatan produktivitas sebesar 0,35 Ku/Ha (3,21 persen).
Secara Nasional, produksi kedelai tahun 2009 (Aram II) diperkirakan sebesar 924.511 ton naik 148.801 ton (19,18 persen) dibanding tahun 2008 (Angka Tetap) yang sebesar 775.710 ton. Kenaikan ini diperkirakan terjadi karena kenaikan luas panen sebesar 110.436 hektar (18,69 persen) dari 590.956 hektar pada tahun 2008 menjadi 701.392 hektar pada tahun 2009 dan kenaikan produktivitas sebesar 0,05 Ku/Ha(0,38 persen) dari 13,13 Ku/Ha pada tahun 2008 menjadi 13,18 Ku/Ha pada tahun 2009.
Dibanding tahun 2007, produksi kedelai Nasional tahun 2008 (Angka Tetap) naik sebesar 183.176 ton (30,91 persen). Kenaikan ini terjadi karena kenaikan luas panen sebesar 131.840 hektar (28,72 persen) dan kenaikan produktivitas sebesar 0,22 Ku/Ha (1,70 persen).
 
 
 
 
 
Tabel 3.
Produksi Kedelai di Kalimantan Tengah, 2007 – 2009
 

Uraian

 
2007
2008
(Atap)
2009
(Aram II)
Perkembangan 2007 - 2008
Perkembangan 2008 - 2009
Absolut
Persentase
Absolut
Persentase
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
1. Kedelai
 
 
 
 
 
 
 
Luas Panen (Ha)
719
        1.653
        1.531
934
129,90
-122
-7,38
Hasil/hektar (Ku/Ha)
10,90
11,25
11,29
0,35
3,21
0,04
0,36
Produksi (Ton)
784
        1.860
        1.729
1.076
137,24
-131
-7,04
2. KEDELAI NASIONAL
 
 
 
 
 
 
 
Luas Panen (Ha)
459.116
    590.956
    701.392
131.840
28,72
110.436
18,69
Hasil/hektar (Ku/Ha)
12,91
13,13
13,18
0,22
1,70
0,05
0,38
Produksi (Ton)
592.534
    775.710
    924.511
183.176
30,91
148.801
19,18