Pelindo III Perlu Tata Pelabuhan Kumai

PALANGKA RAYA, Jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Kumai terus meningkat. Pelindo III perlu menata dan merenovasi pelabuhan ini.
 
DPRD Kalteng meminta PT Pelindo III untuk menata dan merenovasi Pelabuhan Kumai, Kotawaringin Barat (Kobar), guna memberikan pelayanan yang optimal kepada calon penumpang dan angkutan barang.

Menurut Ketua DPRD Kalteng Renhart Atu Narang, jumlah penumpang yang berangkat ke berbagai tujuan, terutama pada hari-hari besar meningkat hingga 3-4 ribu orang, bahkan melebihi kapasitas terminal sehingga perlu segera dilakukan penataan dan renovasi terminal.

Terkait dengan rencana promosi wisata, di mana Pelabuhan Kumai sebagai pintu gerbang masuknya turis dari berbagai negara mulai 2012, renovasi Pelabuhan Kumai sangat diharapkan. "Pada 2012, Kapal Urien Dua yang membawa sejumlah turis untuk melihat objek wisata di Kabupaten Kotawaringin Barat, direncanakan melalui Pelabuhan Kumai," kata Atu, baru-baru ini.

Selain Pelabuhan Kumai, katanya, dalam kunjungan langsung ke lapangan DPRD Kalteng juga menyoroti Pelabuhan Roro. Sebagai pelabuhan bongkar buat barang, hingga kini Pelabuhan Roro belum difungsikan sebagaimana mestinya. "Konstruksi jembatan sudah retak, sarana utama maupun penunjang lainnya tidak tersedia. Diharapkan ketegasan dari pemerintah untuk dapat memberikan status pelabuhan tersebut," terangnya.

Keberadaan Pelabuhan Roro tersebut, jelas dia, selain untuk memperlancar arus barang dari luar Kalteng juga sebagai sarana distribusi hasil industri daerah agar lebih cepat memacu pertumbuhan ekonomi dan menyejahterakan masyarakat. Secara terpisah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng Panusunan Siregar mengatakan, kegiatan ekspor dan impor di Kalteng dilakukan melalui 3 pelabuhan utama, Kumai, Pangkalan Bun, dan Pelabuhan Sampit.