Achmad dan anak betinanya.
Menyantap makanan manusia.
Wajah yang mendekati phytecantropus erectus.
Bagian dari sungai Sekonyer.
Tumbuhan di tepi sungai Sekonyer, sembulan punggung buaya seperti bayangan di air.
Melintasi sungai Sekonyer yang juga tempat buaya liar.
Induk orang hutan bermain dengan anaknya. Pemandangan ini pada saat penangkaran Tanjung Puting di kelola Prof. Birute Galdikas Tahun 90-an. (sumber: Bappeda Kotawaringin Barat).
Habitat alam orang hutan masih lebih bagus dari tempat buatan manusia. (sumber: Bappeda Kotawaringin Barat).
Siapakah aku ini ?. (sumber: Bappeda Kotawaringin Barat).
Orang hutan berhidung mancung dan kebaratan. Varian orang hutan yang unik.
Sungai Sekonyer adalah aliran sungai utama di Taman Nasional Tanjung Puting dengan tanaman Rasau (pada bagian muda salah satu makanan orang hutan). (sumber: Bappeda Kotawaringin Barat).
Tatapan mata sendu. (sumber: Bappeda Kotawaringin Barat).
Prsarana tersebut saat ini sudah amat kurang terawat. (sumber: Bappeda Kotawaringin Barat).
Menatap hutan yang seolah akan menghilang di masa depan.(sumber: Bappeda Kotawaringin Barat).
Orang hutan kadang-kadang seperti seorang yang sedang berpikir keras. (sumber: Bappeda Kotawaringin Barat).
Habitat orang hutan adalah tumbuhan asli hutan hujan tropis.
Tamasya melintasi Sungai Sekonyer masih memungkinkan saat wilayah ini telah terkelola dengan baik. (sumber: Bappeda Kotawaringin Barat).
Orang hutan bentuk fisiknya cukup variatif.