Sosial Budaya

   Penduduk asli Kalimantan Tengah  adalah suku Dayak, suku ini merupakan masyarakat terbesar yang mendiami Propinsi Kalimantan Tengah bersama dengan berbagai suku lain di Indonesia.  

Suku Dayak terbagi atas beberapa sub etnis yang masing-masing  memiliki satu kesatuan bahasa, adat istiadat dan budaya. Sub-sub etnis  tersebut antara lain Suku Dayak Ngaju (termasuk Bakumpai dan Mendawai), Ot Danum, Ma'anyan, Lawangan, Siang dan lain-lain.

Masyarakat Dayak Kalimantan Tengah mempunyai sifat keterbukaan dan toleransi yang tinggi yang tercermin dalam falsafah Huma Betang. Huma Betang adalah rumah khas Kalteng, berupa rumah besar, dimana dalam satu rumah besar adat (Huma Betang) Dayak Kalimantan Tengah tersebut tinggal bersama-sama bebera pa keluarga dengan segala perbedaannya seperti status sosial, ekonomi maupun aga ma namun tetap hidup secara harmonis.

Gambar: Pakaian adat tradisional putri Dayak.

Sifat gotong royong dalam masyarakat suku Dayak masih tetap terpelihara terutama dalam gerak hidup bermasyarakat yang tercermin dari tradisi kerja Habaring Hurung, Handep  dan Harubuh.

Gambar: Huma betang (rumah panjang).

Berbagai ragam dan jenis kesenian tradisional yang masih terpelihara dalam kehidupan masyarakat di Kalimantan Tengah antara lain : Seni Tari, Seni Suara, Seni Rupa, Seni Ukir, dan Seni Anyam-anyaman.  Seni Suara  berupa lagu -lagu Daerah dikenal dengan istilah : Karungut, Kandan, Parung, Karinci   Seni anyaman  yang  memiliki beragam corak terus dikembang oleh masyarakat sebagai  kerajinan rakyat.

Kerajinan anyaman tersebut antara lain yang terbuat dari rotan, bambu, pandan  dan purun. Disamping itu juga berkembang berbagai kerajinan etnik (tradisional) yang terbuat purun, getah nyatu serta bahan kayu. Seni ukir dapat disaksikan pada pembuatan benda-benda seperti Talawang (Peri- sai), bangunan Sandung, hulu dan sarung senjata khas Da- yak Mandau, patung (Sapundu) dan bangunan pada rumah rumah adat.

Disamping berbagai kerajinan Kalimantan Tengah juga kaya akan berbagai kegiatan upacara adat / ritual seperti Tiwah, Manyanggar, Mamapas Lewu (bersih desa), Mampakanan Sahur Parapah.Tiwah merupakan upacara ritual agama Kaharingan, yaitu mengantarkan arwah orang yang telah meninggal ke Lewu Tatau  (sorga). Acara ini memakan waktu yang cukup lama sekitar satu bulan atau lebih.                   

Gambar: Sandung (tempat menyimpan tulang belulang orang mati). 

 

 PEMERINTAHAN ........