KEPENDUDUKAN DAN TRANSMIGRASI

Pada Tahun 2001 telah dilaksanakan Transmigrasi Swakarsa Mandiri (TSM) sebanyak 750 KK, yang diarahkan ke Kabupaten Kotawaringin Barat 250 KK, Kabupaten Kotawaringin Timur 250 KK, dan Kabupaten Barito Selatan 250 KK.
Permasalahan yang dihadapi kondisi alam (hujan) yang mengakibatkan tertundanya jadwal penyelesaian prasarana fisik (bangunan) rumah yang menyebabkan tertundanya pelaksanaan penempatan transmigran.
 
a). Sasaran Program Tahun 2001.
 
Berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi nomor 05.MK.01.12.2001 tanggal 23 Agustus 2001 bahwa sasaran program Mobilitas Penduduk yang didukung dengan dana dekonsentrasi di Kalimantan Tengah sejumlah 750 KK pola Transmigrasi Swakarsa Mandiri (TSM), tersebar pada 3 (tiga) daerah sasaran :
 
i.      Kabupaten Kotawaringin Barat :
- Pangkalan Bun = 150 KK
- Natai Raya = 100 KK
ii.      Kabupaten Kotawaringin Timur :
- Parenggean H-3 = 147 KK
- Parenggean H-4 = 51 KK
- Parenggean H-5 = 52 KK
iii Kabupaten Barito Selatan :
- Pararapak/D. Jutuh = 250 KK
Pemberdayaan masyarakat transmigran yang telah ada tersebar diseluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah sejumlah 20.896 KK merupakan pembinaan Dinas Kependudukan dan Transmigrasi Propinsi Kalimantan Tengah, guna meningkatkan kemandiriannya telah dilakukan berbagai upaya pembinaan dalam bentuk bimbingan teknik dan penyuluhan serta pemberian input, antara lain pendidikan dan pelatihan keterampilan, bantuan bibit-bibitan pertanian, pembinaan pemerintahan desa, peningkatan sarana dan prasarana infrastruktur dalam lingkungan unit pemukiman transmigrasi sebagai upaya menunjang produksi pertanian dan pemasaran hasil pertanian transmigran.
 
b).Realisasi Fisik.
Sampai dengan posisi 31 Desember 2001, realisasi pencapaian sasaran fisik program pembangunan secara umum telah mencapai 99,78 %.
Kegiatan pola TSM dan pemberdayaan masyarakat transmigrasi :
TABEL
REALISASI KEGIATAN POLA TSM DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TRANSMIGRASI

No.

Uraian

Sasaran

Realisasi

Ket.

 

 

(KK/Ha)

(KK/Ha)

(%)

 

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

I.

Pengembangan Kawasan :

 

 

 

 

 

1. Rancang kapling

750,0

750,0

100

 

2. Lahan pekarangan

187,5

 

 

Pembersihan TA. 2002

3. Lahan usaha

562,5

 

 

 

4. Pengukuran Lahan usaha II

1.588,0

1.588,0

100

 

5. Rumah tumbuh TSM (unit)

750,0

750,0

100

 

6. MCK (unit)

75,0

75,0

100

 

7. Pembersihan tapak rumah TSM (unit)

 750,0

 750,0

100

 

8. Rencana Teknis Jalan (km)

11,0

11,0

100

 

9. Pembangunan jalan (km) :

- Jalan poros/phb

- Jalan desa

- Rintisan badan jalan

- Pemb. Gorong2 kayu (m)

 

12,0

5,0

10,0

286,0

 

12,0

5,0

10,0

286,0

 

100

100

100

100

 

10. Peningkatan jalan (km) :

- Jalan poros/phb

- Pemb. Gorong2 beton (m)

 

23,33

175,0

 

23,33

175,0

 

100

100

 

11. Jembatan kayu (m) :

- Pembuatan jemb. kayu

- Rehab. Jemb. kayu

 

241,0

430,0

 

241,0

430,0

 

100

100

 

II.

Mobilitas dan Perpindahan Penduduk :

 

 

 

 

 

1. Angkutan TSM dan    permakanan

400,0

400,0

100

 

2. Penempatan TSM

750,0

750,0

100

 

3. Angk. peralatan TSM (pkt)

1,0

1,0

100

 

 III.

 Pemberdayaan Masyarakat :

 

 

 

 

 

1. Paket C

637,0

637,0

100

 

2. Paket lahan usaha

500,0

500,0

100

 

3. Dampingan Teknis (paket)

3,0

3,0

100

 

4. Pembinaan kelompok tani

1.039,0

1.039,0

100

 

5. Pengembangan KUD (UPT)

14,0

14,0

100

 

6. Pengadaan bibit-bibitan

750,0

750,0

100

 

7. Pengadaan perlengk. Pend. TK, SD, SLTP

 290,0

290,0

100

 

8. Ternak sapi (paket)

1,0

1,0

100

 

9. Ternak itik (paket)

1,0

1,0

100

 

10. Pembinaan PKK

49,0

49,0

100

 

c). Beberapa permasalahan dan solusi.
 
b. Penyediaan prasarana fisik pemukiman Transmigrasi Swakarsa Mandiri (TSM), meliputi pembuatan jalan poros, jalan desa, rumah tumbuh, MCK dengan sasaran program 750 KK tersebar pada 3 (tiga) kabupaten (Kotawaringin Barat 250 KK, Kotawaringin Timur 250 KK dan Barito Selatan 250 KK), terjadi pemunduran jadwal penyelesaian seperti yang terjadi di Barito Selatan lokasi Pararapak 250 KK, disebabkan kendala alam (curah hujan tinggi pada bulan Oktober, November dan Desember 2001, jalan menuju lokasi banjir), yang berdampak pada intensitas kerja berkurang. Langkah yang telah diambil dengan meningkatkan kuantitas tenaga kerja/buruh untuk bekerja optimal pada saat keadaan yang baik dan produktif, peningkatan sarana kerja dan kelengkapannya, serta meningkatkan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan pekerjaan secara ketat dan cermat.
c. Dengan tertundanya jadwal penyelesaian kegiatan penyiapan sarana fisik (bangunan rumah), berdampak pada terjadinya penundaan jadwal pelaksanaan penempatan TSM 250 KK di Barito Selatan, sehingga realisasinya bersamaan dengan berakhirnya tahun anggaran.
d. Sasaran penempatan TSM 750 KK dengan distribusi penduduk TPS 375 KK dan TPA 375 KK, diantaranya dari daerah Propinsi Jawa Timur 125 KK dan Propinsi Jawa Barat 81 KK tidak dapat direalisasikan dan dialihkan untuk diisi oleh TPS (Transmigran Penduduk Setempat) diutamakan dari pengungsi penduduk setempat.
e. Terjadinya sisa anggaran rutin TA. 2001 yang disediakan sebesar Rp. 3.847.509.000,-, realisasi penyerapan anggaran sebesar Rp. 2.708.308.504,- (70,39 %), terdapat sisa anggaran sebesar Rp. 1.139.200.496,- (29,61 %) merupakan sisa anggaran belanja pegawai yang tidak dapat diserap karena alokasi anggaran belanja pegawai pada bulan Januari, Pebruari, Maret 2001 dibebankan pada anggaran rutin Pusat, sedangkan alokasi rutin yang bersumber dari anggaran daerah baru diterima pada bulan Maret 2001.

Program pembangunan transmigrasi di Propinsi Kalimantan Tengah dalam kurun tahun 2002 adalah menempatkan Transmigran Umum dan TSM sejumlah 850 KK ( TU = 450 KK, TSM = 400 KK ) di 4 (empat) Kabupaten yaitu Kabupaten Kotawaringin Timur di Mentaya Seberang TU sebanyak 150 KK, Kabupaten Kotawaringin Barat di Pangkalan Bungur TSM sebanyak 200 KK dan Kabupaten Kapuas di Dadahup G-4 TU sebanyak 300 KK dan Kabupaten Pulang Pisau di Bukit Rawi TSM sebanyak 200 KK yang sumber dananya berasal dari dana dekonsentrasi (APBN).

A. POKOK-POKOK KEGIATAN PEMBANGUNAN DAN PEMBINAAN KEMASYARAKATAN TAHUN 2002

1) Proyek Penunjangan Pengembangan Transmi-grasi (P2T) yang didanai APBD Tahun Anggaran 2002, untuk menunjang kegiatan Proyek yang tidak tertampung dalam DIP P4KT Tahun Anggaran 2002 (APBN), dengan kegiatan sebagai berikut :

- Sosialisasi Perda Kependudukan di 5 ( lima ) Kabupaten Induk.
- Pelayanan Sosial Budaya melaksanakan penyemprotan rumah transmigran yang akan ditempati sebanyak 550 unit, membangun 1 (satu) Unit Balai desa, merehabilitasi 2 (dua) Unit Kantor UPT/Desa dan 2 (dua) Unit Puskesmas Pembantu.
- Peningkatan Usaha Ekonomi pengadaan ternak sapi sebanyak 20 (dua puluh) ekor dan penetas telur sebanyak 80 (delapan puluh) Unit.
- Sosial Budaya pengadaan alat dan pakaian kesenian tradisional sebanyak 10 (sepuluh) paket.
- Pembinaan dan pemantapan program, membina dan memberdayakan masyarakat transmigran yang ada (22.396 KK) dan masyarakat sekitarnya untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Pemantapan program dengan mensosialisasikan tentang program ketransmigrasian kedepan di 6 Kabupaten / Kota dan 8 Kabupaten Pemekaran.

2) Pembinaan mobilitas penduduk dengan pelayanan masyarakat transmigran terhadap 22.396 KK masyarakat transmigrasi di 69 UPT di 6 Kabupaten/Kota meliputi :

a. Pemberian bantuan jaminan hidup beras dan non beras terhadap 850 KK warga transmigran yang masih mendapat pelayanan jaminan hidup.
b. Pelayanan kesehatan dan pendidikan serta pembinaan kelembagaan yang ada yaitu KUD, LMD, BPD, Karang Taruna, PKK, Kelompok Usaha Bersama (KUB), Kelompok Tani serta Regu Pemberantas Hama (RPH).
c. Pemberian bantuan paket-paket pertanian berupa paket C/ Paket lahan usaha (LU) untuk menunjang usaha para petani di masing-masing UPT yang masih dalam pembinaan di Kabupaten Kapuas, Kabupa-ten Kotawaringin Timur, Kabupaten Kota-waringin Barat, Kabupaten Barito Selatan dan Kabupaten Barito Utara.
d. Pemberian sarana produksi pada 15.100 KK transmigran di eks PLG Kabupaten Kapuas.
e. Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang seca-ra langsung melibatkan pihak swasta dan LSM sebagai mitra petani transmigran serta Perguruan Tinggi, kerjasama dengan investor perkebunan kelapa sawit, pisang ABACA, jagung hibrida, Kedelai, Minyak Nilan, Karet, Purun, Jeruk Madang dan dampingan teknis pemberdayaan masyara-kat terhadap UPT di setiap Kabupaten.


B. DUKUNGAN DANA.

Dalam menunjang kegiatan tersebut diatas, terdapat dukungan dana dari alokasi APBD, dan APBN pada 2 proyek yaitu :
a. Dana APBD (Proyek Penunjangan Pengem-bangan Transmigrasi) di Kalimantan Tengah sebesar Rp. 550.000.000,-
b. Dana Pembangunan APBN untuk mendukung kegiatan pembinaan dan pemberdayaan 69 UPT atau 22.396 KK transmigran meliputi :
1) Proyek P4KT Propinsi Kalimantan Tengah berkedudukan di Palangkaraya.
2) Bagian Proyek P4KT Kabupaten Kapuas berkedudukan di Kuala Kapuas.
3) Bagian Proyek P4KT Kabupaten Kota-waringin Timur berkedudukan di Sampit.
4) Bagian Proyek P4KT Kabupaten Kotawaringin Barat berkedudukan di Pangkalan Bun.
5) Bagian Proyek P4KT Kabupaten Barito Selatan berkedudukan di Buntok.
6) Bagian Proyek P4KT Kabupaten Barito Utara berkedudukan di Muara Teweh.


C. REALISASI FISIK DAN KEUANGAN.

1. Realisasi Fisik dan Keuangan Proyek Penun-jangan Pengembangan Transmigrasi di Kali-mantan Tengah Tahun Anggaran 2002 dana APBD sebagai berikut :
- Realisasi Fisik : 100,00 %
- Realisasi Keuangan : 95,23 %
2. Realisasi Fisik dan Keuangan Proyek Pembinaan, Pengerahan, Penempatan dan Pemberdayaan Kawasan Transmigrasi (P4KT) Propinsi Kalimantan Tengah Tahun Anggaran 2002 adalah sebagai berikut :
- Realisasi Fisik : 99,90 %
- Realisasi Keuangan : 99,73 %

Sementara dari target penempatan Transmigrasi Umum 450 KK dan Transmigrasi Swakarsa Mandiri 400 KK dapat terealisasi penempatan posisi sebesar 850 KK yang terdiri atas :

1. Transmigrasi Penduduk Setempat (TPS)
- Kotawaringin Barat = 100 KK
- Kotawaringin Timur = 75 KK
- Kapuas = 300 KK
- Pulang Pisau = 100 KK
2. Transmigrasi Penduduk Asal (TPA)
- Kotawaringin Barat = 100 KK
- Kotawaringin Timur = 75 KK
- Pulang Pisau = 100 KK

D. MASALAH DAN UPAYA PEMECAHANNYA

1. Permasalahan.

Permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2002 pada sektor Kependudukan dan Transmi-grasi Propinsi Kalimantan Tengah adalah sebagai berikut :
a. Terbatasnya dana APBD Proyek Penun-jangan Pengembangan Transmigrasi (P2T) sehingga belum dapat menunjang program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat transmigran yang ada (22.396 KK) dan masyarakat sekitarnya guna meningkatkan taraf hidupnya.
- Belum dapat menjangkau secara keseluruhan sosialisasi program ketransmigrasian kedepan dalam kerangka menunjang pembangunan 8 (delapan) Kabupaten Pemekaran.

b. Terlambatnya penyerahan DIP Dekon-sentrasi/APBN sehingga mempengaruhi pelaksanaan kegiatan proyek terutama dalam penyiapan lahan, pembangunan rumah transmigran dan jamban keluarga berikut penempatan transmigrasinya sebanyak 850 KK baru dapat terealisasi pada akhir bulan Januari 2003.

2. Upaya pemecahannya.

a. Telah diusulkan penambahan dana Proyek P2T melalui APBD.
- Dengan dana yang ada dilaksanakan seefektif dan seoptimal mungkin untuk menunjang pembinaan dan pember-dayaan transmigran yang ada dan masyarakat sekitarnya dengan skala prioritas serta program ketransmi-grasian kedepan dalam menunjang pembangunan 8 (delapan) Kabupaten Pemekaran.
- Mohon penyerahan DIPDA tahun anggaran 2003 tepat pada waktunya sehingga pelaksanaan kegiatan proyek dapat dilaksanakan secara efisien, efektif dan optimal sesuai program.

b. Telah diusulkan untuk penyerahan DIP Dekonsentrasi / APBN tahun anggaran 2003 tepat pada waktunya.

Lanjut ke Tahun 2003 ....