Menampilkan Seluruh Berita

Government priorities / Prioritas Pemerintah. - Thursday, March 18, 2004 at 17:06

Governor Asmawi Agani at a fourth session of 2003 period of the Province People Legislative Assembly (DPRD) of Central Kalimantan have submitted preliminary of forwarding of Monetary Note and Device Revenue Plan Expense of the Province of Central Kalimantan for Year Budget of 2004.

 

Then at a tenth Plenary Meeting of Central Kalimantan DPRD (DPRD Kalteng) of the fourth session period in year of 2003, the DPRD Kalteng has ratified the RAPBD (Plan Of annual budget) into an APBD (annual budget) of Central Kalimantan which arranged in by regulation Number 9 / 2003 on 16 December of 2003.

 

At forwarding of RAPBD of 2004, Mr. Governor Asmawi Agani expressed that raised budget device format still embrace form of conventional based on rule, which during the time apply. This is not yet applied new format that is based on performance. This matter relates to still the importance of stabilization and synchronization of new regulation that is existence of Decision of Minister of Home Affairs Number 29 / 2002 related to act Number 17 / 2003 concerning State's Finance. This act is still in the needs of furthermore implementation regulations to apply.

 

Pursuant to regional regulation Number 12 / 2002 dated 21 December of 2002 concerning Regional Revenue Plan Expense of the Province for Year Budget of 2003 and by regulation Number 7 / 2003 dated 28 August of 2003 concerning change of Regional Revenue Plan Expense of the Province for Year Budget of 2003, that Regional Revenue Plan component consists of five parts as follows:

 

1)    Debit of Budget Calculation from Last Year.

 

2)    Genuine Provincial Revenues.

 

3)    Counter fund balance.

 

4)    Loans of Local Government.

 

5)    Other valid Revenues.

 

Scale of Priorities.

 

Compilation of APBD Year Budget of 2004 cannot escape from influence of national economic, and not only that growth of global economics also very influencing growth of area economics so that local government have to make policy of convergent Budget Area at province’s real condition in fixed consider steps of policy of APBN Year Budget of 2004. It is in line with some changes of basic elements which is happened, concerning change of structure and function and also social process, culture, economic, government politics and, as consequence of reformation processes in Indonesia which is on going, and also its complex aspects of regional development handled by government in the year of 2004, hence some priority aspects of development becoming key to quicken speed of regional development of Central Kalimantan as follows:

 

a.    Education Development which will include training, counseling and development of good human resources of society and governmental apparatus in the region.

 

b.    Development of infrastructure, to sustain economic activity and to support hinterland areas.

 

c.    Stabilization of Execution of Regional Autonomy through development of area capacities.

 

 d. Improvement of People Economics.

 

Besides in budget year of 2004 this is also executed by various policy and program for improvement of activity for the agenda of facilitation, construction, operation and monitoring and also pay attention four keys of national cross development programs that contains cross-chatting issues as follows:

 

a.    Poverty alleviation.

 

b.    Human Resources Development and Improvement.

 

c.    Employment creation.

 

d.    Overcoming the discrepancy of regional development by paying more attention to development of east region of Indonesia.

 

In the ratified APBD of Central Kalimantan for Year of 2003 contended that amount of APBD Kalteng is Rp. 503.1 billion of which is for Routine Expenditure equal is to Rp.239.5 billion and Development Expense is equal to Rp.263.6 billion.

 

Stipulating of APBD of equal to Rp. 503.1 billion based on earnings realization that is stemming at:

 

 1. Debited from last year annual budget is equal to Rp. 50 billion.

 

 2. Genuine Regional Revenues are equal to 92 billion of which are:

 

a.    Regional Taxes are equal to Rp. 73.250 billion.

 

b.    Regional retribution is equal to Rp. 7.775 billion.

 

c.    Income from Regional State owned companies is equal to Rp. 2.8 billion.

 

d.    Other revenues are equal to Rp. 8.178 billion.

 

 3. Revenue from counter fund balance (central government income from region that is given back to region, is equal to Rp. 333.097 billion which consist of

 

a.    Taxes sharing are equal to Rp. 38.5 billion.

 

b.    Non taxes sharing are equal to Rp. 20 billion.

 

c.    Public Fund Allocation is equal to Rp. 274.597 billion.

 

 4. Other valid or legal revenues from District and Municipality are equal to Rp. 28 billion.

 

Whereas, income earns from borrowing or loans to Central Government and Domestic Financial Institution is null.

 

At least there is two marking APBD of 2004 of this compared to better than of the year before that is first, the amount of APBD has achieved  Rp. 0.5 trillion. The second, routine budget really can orient at development budget.

 

Entire activity and program which have been specified in APBD of 2004 this as possible have to earn bring about optimism and high self confidence without loss of attentive attitude, so that with integrity and unity of steps which progressively settled, the province’s government can reach result and realize a better performance to come on.***

--------------

  Gubernur Asmawi Agani pada masa persidangan IV Tahun 2003 di DPRD Kalimantan Tengah telah menyampaikan pengantar penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Propinsi Kalimantan Tengah Tahun Anggaran 2004.

                Kemudian pada Rapat Paripurna   DPRD Kalimantan Tengah ke X masa sidang ke IV tahun 2003 DPRD Kalteng menyatakan RAPBD tersebut  menjadi APBD Prop. Kalteng yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 9 Tahun 2003 tanggal 16 Desember  2003.

                Pada penyampaian RAPBD 2004  Guber- nur Asmawi Agani menyatakan bahwa format rancangan anggaran yang diajukan masih menganut bentuk konvensionial atas dasar ketentuan yang selama ini berlaku. Belum menerapkan format yang baru de- ngan beorientasi pada format berbasis kinerja. Hal ini berkaitan dengan masih perlunya pemantapan dan sinkronisasi atas peraturan perunda- ngan yang baru yaitu adanya Keputusan Mendagri Nomor 29 Tahun 2002 dikaitkan dengan UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Undang-undang ini masih memerlukan peraturan perundangan organiknya.

                  Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2002 tanggal 21 Desember 2002 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Propinsi Kalimantan Tengah Tahun Anggaran 2003 dan Peraturan Daerah Propinsi Kalteng Nomor 7 Tahun 2003 tanggal 28 Agustus 2003 tentang perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Propinsi Kalimantan Tengah Tahun Anggaran 2003, bahwa komponen Anggaran Pendapatan Daerah terdiri atas 5 (lima) bagian yaitu :

1) Sisa lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu

2) Pendapatan Asli Daerah Sendiri

3) Dana Perimbangan

4) Pinjaman Pemerintah Daerah

5) Lain-lain Penerimaan yang Sah.

 

Skala Perioritas

 

                Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2004 tidak bisa terlepas dari pengaruh perkemba- ngan ekonomi nasional, dan bukan hanya itu perkembangan ekonomi global juga sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah sehingga pemerintah daerah harus membuat kebijakan Anggaran Daerah yang bertumpu pada kondisi nyata di daerah dengan tetap mempertimbangkan langkah-langkah kebijakan APBN Tahun Anggaran 2004.    

                Sejalan dengan beberapa perubahan men dasar yang sedang terjadi, menyangkut perubahan tatanan dan fungsi serta proses sosial, Budaya, Ekonomi, Politik dan pemerintahan, sebagai konsekuensi proses reformasi yang sedang berjalan, serta kompleksnya aspek pembangunan daerah yang ditangani tahun 2004, maka beberapa aspek prioritas pemba- ngunan daerah yang menjadi kunci untuk mempercepat akselerasi pembangunan Daerah Kalimantan Tengah meliputi :

a. Pembangunan pendidikan termasuk pelatihan, penyuluhan dan pembangunan sumber daya manusia baik masyarakat maupun aparatur pemerintah di daerah.

b. Pembangunan infrastruktur, guna menopang kegiatan ekonomi dan kawasan tertinggal /pedalaman.

c. Pemantapan Pelaksanaan Otonomi Daerah melalui pengembangan kapasitas daerah.

d. Peningkatan Ekonomi Rakyat.

 

                Selain itu dalam tahun anggaran 2004 ini juga dilaksanakan berbagai kebijakan dan program bagi peningkatan kegiatan dalam rangka fasilitasi, pembinaan, pengendalian dan pemantauan serta memperhatikan pula empat (4) key programs pembangunan nasional lintas sektoral yang mengandung cross-catting issues yaitu :

a.Penanggulangan Kemiskinan

b.Peningkatan kualitas dan pemerataan SDM.

c.Penciptaan lapangan kerja

d.Mengatasi kesenjangan pembangunan di daerah dengan percepatan pembangunan wilayah kawasan timur Indonesia.

                Dalam APBD Kalimantan Tengah yang te lah disahkan melalui Perda nomor 9 Tahun 2003 ditetapkan bahwa APBD Kalteng berjumlah Rp. 503,1 milyar dengan meng- anggarkan untuk Belanja Rutin sebesar Rp. 239,5 milyar dan Belanja Pembangunan sebesar 263,6 milyar.

                Penetapan APBD sebesar Rp. 503,1 mil- yar berdasar pada realisasi pendapatan yang bersumber pada :

1. Bagian Sisa Lebih Perhitungan Angggaran Tahun yang lalu sebesar Rp. 50 milyar.

2. Bagian pendapatan asli daerah sendiri yang sebesar 92 milyar lebih terdiri dari :

a. Pajak daerah Rp. 73,250 milyar.

b. Retribusi daerah Rp. 7,775 milyar.

c. Bagian Laba Usaha Daerah Rp. 2,8 milyar.

d. Lain-lain pendapatan Rp. 8,178 milyar.

3. Bagian Dana Perimbangan sebesar Rp. 333,097 milyar yang terdiri dari

a. Bagi Hasil Pajak Rp. 38,5 milyar

b. Bagi Hasil Bukan Pajak Rp. 20 milyar.

c. Dana Alokasi Umum Rp. 274,597 milyar.

4. Bagian Lain-lain Penerimaan Yang Sah yaitu Penerimaan dari pemerintah Kabupaten / Kota sebesar Rp. 28 milyar.

    

                Sementara pendapatan Bagian Pin jaman dari Pemerintah Pusat maupun Pinjaman dari Lembaga  Keuangan Dalam Negeri Nihil.

                Sekurang-kurangnya ada 2 (dua) hal yang menandai APBD 2004 ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya yaitu pertama, jumlahnya melampaui Rp. 0,5 triliun. Kedua; Anggaran Rutin benar-benar dapat berorientasi pada anggaran pembangunan.

                Seluruh kegiatan dan program yang telah ditetapkan dalam APBD 2004 ini sejauh mungkin harus dapat kita wujudkan dengan rasa optimisme dan percaya diri yang tinggi tanpa kehilangan sikap waspada, sehingga dengan keterpaduan dan kesatuan langkah yang semakin mantap, kita mampu mencapai hasil dan mewujudkan kinerja yan glebih baik..***

 

 

 

Pendapat Anda
Form Isian Pendapat

*Tanda harus di isi !!
Nama*:
Negara*:
E-mail:
  Tebal Miring Garis Bawah Icon Perasaan Anda
Pendapat*:
(max. 250 characters)
Jumlah angka/huruf:
 

Powered by Web Wiz Site News version 3.06
Copyright ©2001-2002 Web Wiz Guide