|
|
Pemberdayaan Masyarakat | ||
|
Kegiatan-kegiatan yang berhasil dilaksanakan meliputi Program Pembangunan Program Pendukung Desa Tertinggal (P3DT), Program TNI Manunggal Masuk Desa, PKK, Program Terpadu P2WKSS. Program PMTAS pada tahun 2001 meliputi 139.683 orang murid SD/MI/Ponpes yang terletak di 527 Desa/Kelurahan pada 48 Kecamatan yang tersebar di Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah. a. Realisasi program pemberdayaan Masyarakat hingga akhir Tahun 2001 adalah sebagai berikut : 1). Perlombaan Desa dan Kelurahan. - Telah dilaksanakan Penyelenggaraan Perlombaan Desa dan Kelurahan mulai dari Tingkat Kecamatan, Kabupaten/Kota dan Tingkat Propinsi se Kalimantan Tengah . - Hasil Perlomabaan Desa dan Kelurahan Tingkat Propinsi Tahun 2000 sebagai berikut : v Perlombaan Desa Juara I : Desa Tapen Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas. Juara II : Desa Keruya Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat. Juara III : Desa Biha Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Barito Utara. v Perlombaan kelurahan Juara I : Kelurahan Tamiang Layang Kecamatan Dusun Timur Kabupaten Barito Selatan. Juara II : Kelurahan Pembuang II Kecamatan Seruyan Hilir Kabupaten Kotawaringin Timur. Juara III : Kelurahan Beriwit Kecamatan Murung Kabupaten Barito Utara. 2). Program Pembangunan Prasarana Pendukung Desa Tertinggal (P3DT). v Telah melaksanakan Sosialisasi dan pemantauan pelaksanaan Perencanaan Program P3DT Pola Kombinasi mulai dari tahapan Usulan Desa (UDKP I), Rencana Strategis Kecamatan (UDKP II), Program Investasi Kecamatan (UDKP III) dan Penilaian Organisasi Masyarakat setempat (UDKP IV) pada 15 Kecamatan lokasi sasaran di 3 Kabupaten (Kapuas, Barito Selatan dan Barito Utara). v Telah menghimpun rencana jangka panjang dan jangka pendek tingkat Kecamatan lokasi P3DT berdasarkan dokumen hasil Diskusi UDKP I s/d IV. 3). Program Manunggal TNI Masuk Desa. Telah melaksanakan penunjangan stimulan bahan kontak/peralatan kerja berupa Cangkul, Linggis, Skop, Paku, Gergaji, dan peralatan Olah Raga untuk kegiatan Program TNI Masuk Desa Manunggal 64 di Kabupaten Kapuas, Manunggal 65 di Kabupaten Barito Selatan dan Manunggal 66 di Kabupaten Kotawaringin Timur. 4) Program Terpadu P2WKSS Desa Binaan yang ikut dilombakan tahun 2001 seperti terlihat pada Tabel 66 . TABEL DESA BINAAN TAHUN 2001
Yang menjadi Juara/Pelaksanaan Terbaik Tingkat Propinsi mendapat Penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan RI dan Gubernur Propinsi Kalimantan Tengah pada Peringatan Hari Ibu adalah sebagai berikut : - Juara I : Desa Parit, Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur, Ketya PKK Ny. Sareni. - Juara II : Desa Sei Lunuk Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Barito Utara, Ketua PKK Ny. Alpensi Pakan. - Juara III : Kelurahan Palingkau Baru, Kecamatan Kapuas Murung 5). Program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) realisasi sampai dengan keadaan akhir tahun 2001 jumlah dana Rp. 6.042.646.400,-, Jumlah Murid SD/MI/Ponpes sebanyak 139.683 orang, Jumlah SD/MI/Ponpes sebanyak 1.415 buah, Jumlah Desa/Kelurahan sebanyak 527, dan Kecamatan sebanyak 48 yang tersebar di 6 (enam) Kabupaten/Kota se Kalimantan Tengah. 6). Peningkatan Kesejahteraan Keluarga. Telah dibentuk Badan Penyantun Tim Penggerak Peningkatan Kesejahteraan Keluarga Propinsi Kalimantan Tengah dengan Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor : 156 Tahun 2001 tentang Pembentukan Badan Penyantun TP-PKK Propinsi Kalimantan Tengah masa bakti tahun 2001 - 2003. Dilengkapi dengan Sekretariat Badan Penyantun Tim Penggerak PKK Propinsi Kalimantan Tengah tahun 2001 - 2003 yang mempunyai misi universal bersifat kemitraan, konsultatif dan koordinatif. 7). Program PPK Pelaksanaan PPK Tahun Anggaran 2001 pada 164 Desa/Kelurahan, 15 Kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur, dengan kegiatan Pengembangan Ekonomi Produktif, Pengembangan Kelembagaan, Prasarana dan Sarana Ekonomi, jumlah dana sebesar Rp. 12.250.000.000,-. 8). Program Penanggulangan Pekerja Anak (PPA). - Telah diadakan sosialisasi dengan peserta sebanyak 27 orang terdiri unsur BPM, Bappeda, Depnaker, Depdiknas dan TP-PKK. - Seminar Lokakarya diikuti oleh Unsur Pdan K, Unpar, Guru SLTP, SD, BPM, Depnaker, Pertambangan, tentang mencari solusi terbaik penghapusan pekerja anak. 9). Program Pemberdayaan Masyarakat untuk Pembangunan Desa (The Community Empowerment For Rural Development/CERD). - Lokasi CERD pada Kabupaten Kapuas, Kecamatan Kapuas Barat, Kecamatan Kapuas Kuala, Kabupaten Barito Selatan, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kecamatan Pematang Karau. - Sasaran Kegiatan Pengembangan Usaha Ekonomi Keluarga, telah diadakan Study Banding ke Propinsi Jawa Barat, Kabupaten Cianjur, Kecamatan Karang Tengah, Desa Bojong, dengan kegiatan pengelolaan usaha manisan dari air kelapa. - Sedangkan ditingkat Propinsi telah diadakan rehab Gedung Sekretariat CERD dan pengadaan Fasiltas dan Sarana Kerja serta Mobilisasi. 10) Program Penanggulangan Dampak Pengurangan Subsidi Energi (PPD-PSE) Bidang Pangan. - PPD-PSE Bidang Pangan Propinsi Kalimantan Tengah untuk bulan Juli sampai dengan Desember 2001 mendapat alokasi sebanyak 1.931 Ton dengan mekanisme melalu Program Operasi Pasar Khusus Beras (OPKB) dengan ketentuan bahwa setiap rumah tangga miskin yang berhak dapat membeli beras sampai dengan jumlah 20 Kg per Bulan/KK selama 6 bulan dengan harga Rp. 1.000,- / Kg. - Unit Pengaduan Masyarakat Operasi Pasar Khusus Beras Program Penggulangan Dampak Pengurangan Subsidi Energi Bidang Pangan (UPM OPKB PPD-PSE). Telah diadakan Rapat Koordinasi Teknis Tim UPM OPKB Propinsi dengan Kabupaten/Kota dan Dinas/Instansi teknis terkait untuk program tahun 2002. 11). Program Bantuan Pembangunan. Dana Pembangunan Desa/Kelurahan Tahun 2001 terintegrasi di dalam Dana Alokasi Umum (DAU) Kabupaten dan Kota yang pelaksanaannya diserahkan kepada Daerah masing-masing, dengan prioritas kegiatan untuk menunjang Administrasi dan Operasional Desa/Kelurahan, menunjang Pembangunan Prasarana dan Sarana Desa/Kelurahan, menunjang kegiatan PKK, Anak dan Remaja. Alokasi Dana DPD/K Tahun 2001 sbb : - Kota Palangka Raya : Rp. - (Tidak tersedia) - Kabupaten Kapuas : Rp. 2.817.000.000,- - Kabupaten Barito Selatan : Rp. 1.409.425.000,- - Kabupaten Barito Utara : Rp. 2.090.000.000,- - Kabupaten Kotawaringin Timur : Rp. 3.753.700.000,- - Kabupaten Kotawaringin Barat : Rp. 1.074.000.000,- 12). Program Penyediaan Air Bersih dan Perbaikan Lingkungan Pemukiman (PAB-PLP) Perdesaan. - Sasaran Program Penyediaan Air Bersih dan Perbaikan Lingkungan (PAB-PLP) pada Wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Pasang Surut yang mengalami pencemaran serta daerah/ wilayah transmigrasi yang kesulitan air bersih. - Telah diberikan Alat Penjernih Air Sederhana Merk Polengkou sejumlah 3.082 Unit dan khusus Tahun Anggaran 2001 sebanyak 1.702 Unit pada 17 Desa/Kelurahan Tersebar di 5 (lima) Kabupaten se Kalimantan Tengah. - Telah diberikan Alat Pengolah Arang Aktif sebanyak 16 Unit kepada 10 Desa tersebar di 6 (enam) Kabupaten/Kota. 13). Program Teknologi Tepat Guna Perdesaan. Telah mengikuti Pameran Gelar Teknologi Tepat Guna di Makasar (Sulawesi Selatan) dengan menampilkan pengrajin tradisional dari Kabupaten Barito Utara (Jamu Tradisional), Kabupaten Kotawaringin Timur (Pembuatan Mandau), Kabupaten Kotawaringin Barat (Pembuatan Tudung Saji dan Batu Mulia). b. Penilaian Antara Program dan Realisasinya.
Realisasi pelaksanaan program Pemberdayaan Masyarakat Priopinsi Kalimantan Tengah belum optimal dapat dilaksanakan secara optimal mengingat alokasi dana untuk menunjang pelaksanaan program belum memadai sehingga masih ada program prioritas belum dapat dilaksanakan. Adapun Program Pemberdayaan Masyarakat yang mendapat dukungan dana APBD pada Tahun Anggaran 2001 semuanya mencapai 100 %, sehingga tidak mengalami Deviasi.
c. Permasalahan yang dihadapi serta rencana penanggulangannya.
1). Pengisian Data Dasar Buku Profil Desa oleh Aparat Desa masih belum sempurna dan kurang akurat disebabkan keterbatasan kemampuan dan dukungan dana. 2). Belum adanya keterpaduan dan keseimbangan program/kegiatan Instansi Sektor dalam mendukung pasca Program IDT khususnya pembinaan dan pemberian bantuan modal bagi Pokmas IDT guna pengembangan usahanya. Terbatasnya dana pembinaan, monitoring maupun pelatihan-pelatihan bagi anggota Pokmas IDT dalam pengelolaan usaha. 3). Masih rendahnya tingkat pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam teknis konstruksi prasarana yang akan dibangun oleh Program P3DT. Rendahnya standart upah pekerja proyek P3DT dibandingkan dengan usulan yang diajukan oleh masyarakat setempat. Masih adanya intervensi Aparat Kecamatan dan Desa dalam pembentukan maupun penilaian Organisasi Masyarakat setempat (OMS). 4). Terbatasnya dana penunjangan pengadaan bahan kotak/peralatan kerja untuk operasional lokasi sasaran Manunggal. TNI masuk Desa dengan keterpaduan program/kegiatan antar lintas sektoral dalam mendukung Manunggal TNI Masuk Desa masih belum optimal. 5). Masih ada penyimpangan dalam pelaksanaan PMT-AS sehingga masih terdapat kasus dan dana untuk pembinaan PMT-AS,tidak tersedia pada tahun 2001 sehingga pembinaan dan monitoring kegiatan PMT-AS tidak dapat dilaksanakan serta untuk pencairan dana PMT-AS bagi Desa terpencil yang tidak mempunyai layanan BRI/Kantor Pos dilakukan 3 bulan sekali sehingga menyebabkan keterlambatan laporan pelaksanaannya. 6). Terlambatnya Petunjuk dari Pusat tentang pengiriman Pelaksana Terbaik P2W-KSS ke Jakarta, sehingga dana untuk itu tidak teralokasikan. Proyek P2W-KSS masih berada di Sekretariat Daerah Propinsi Kalimantan Tengah, sehingga , mengalami keterlambatan dalam pelaksanaan kegiatan tidak sesuai dengan jadwal/matrik yang telah disusun. Dinas/Instansi terkait yang menjadi anggota Pokja P2W-KSS tidak mengalokasikan dana sendiri untuk kegiatan P2W-KSS, sehingga didalam pelaksanaan pembinaan dan penilaian hanya mengharapkan dana yang tersedia pada BPM. 7). Terbatasnya dana untuk penyediaan Sarana Air Bersih Perdesaan sehingga masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan Sarana Air Bersih pada Desa yang rawan air bersih.
d. Rencana Penanggulangannya. 1). Profil Desa/Kelurahan. - Perlu adanya sosialisasi lebih lanjut dalam rangka pemantapan pengisian Profil Desa dan Kemantapan Program Komputerisasi Profil Desa. - Perlu adanya pemantapan pemahaman pengisian data dasar profil desa bagi Kepala Desa/Kelurahan dan aparat Desa/Kelurahan serta diberikan insentif bagi petugas pengisian data. - Perlu dikembangkan lagi Monografi Desa untuk bahan penilaian Tingkat Perkembangan Desa. 2). Pembinaan Pokmas IDT. - Perlu diupayakan peningkatan modal Pokmas melalui Skim Kredit yang ada atau melalui Program Bank dan Kelompok (PHBK) maupun melalui penggabungan (merger) antara Pokmas yang berhasil dengan Pokmas lainnya yang berlokasi disatu desa, dengan ketentuan dana yang dimiliki anggota Pokmas tidak dapat dipindah tangankan atau ditarik ketingkat Desa. - Perlu adanya penyediaan dana bagi pembinaan khususnya penyediaan stimulan kebutuhan dasar Pokmas IDT dalam pengembangan usahanya. 3). Program P3DT. - Perlu adanya pelatihan teknis konstruksi sederhana bagi masyarakat setempat/OMS yang akan ikut melaksanakan pembangunan prasarana P3DT oleh Instansi Teknis. - Perlu adanya penyesuaian standart upah sesuai dengan standart Kecamatan lokasi P3DT setempat. - Perlu adanya penilaian secara selektif bagi OMS yang akan melaksanakan pembangunan prasarana P3DT. 4). Program Manunggal TNI Masuk Desa. - Perlu adanya penyediaan dana yang memadai dalam penunjang pengadaan bahan kontak/peralatan kerja sehingga di lapangan dapat terlaksana secara optimal. - Penetapan lokasi sasaran Program Manunggal TNI Masuk Desa diharapkan sedini mungkin diinfomrasikan kepada Instansi terkait, sebagai bahan perencanaan program secara terpadu antar Instansi terkait. 5). Program PMT-AS. - Telah dibuka Unit Pengaduan masyarakat (UPM) untuk menampung informasi mengenai pelaksanaan PMT-AS yang menyatu dengan Jaringan Pengaman Sosial (JPS), setiap ada laporan masyarakat maka dapat dengan segera ditindak lanjuti. - Dilaksanakan Rakornis dan Sosialisasi bagi Instansi terkait yang menjadi anggota Forum Koordinasi PMT-AS Kabupaten/Kota. 6). Program P2W-KSS. Memerlukan bantuan dari dana APBD Propinsi dan dalam pelaksanaan kegiatan ditanggulangi dari dana lainnya. 7). Program PAB-PLP Perdesaan. Pemberian Saran Alat Penjernih Air Sederhana kepada masyarakat dilaksanakan secara bertahap sehingga seluruh wilayah Kalimantan Tengah yang kesulitan mandapatkan air bersih dapat dipenuhi.
|
A. PROGRAM TAHUN 2002.
Berdasarkan arah kebijaksanaan yang telah ditetapkan maka dikembangkan Program-program Pemberdayaan Masyarakat yang pada intinya adalah mengembangkan kemampuan dan ketahanan masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan sehingga secara bertahap masyarakat Kalimantan Tengah mampu membangun diri dan lingkungan secara mandiri, sehingga kerangka pemikiran teridentifikasi pada program/kegiatan Bidang Ekonomi, Politik Dalam Negeri, Pendidikan Sosial Budaya, Pembangunan Daerah dan Sumberdaya dan Lingkungan masing-masing B. KONDISI AWAL TAHUN 2002. 1. Kerentanan kondisi ekonomi masyarakat, yang diindikasikan oleh
kemiskinan dan pengang-guran serta akibat-akibat lanjutannya (seperti
rendahnya derajat kesehatan dan gizi, rendahnya tingkat pendidikan),
akibat rendahnya akses masyarakat terhadap sumberdaya, teknologi,
informasi pasar, dan sumber pembiayaan yang mendukung peningkatan
kemampuan masyarakat dalam mengembangkan usaha ekonomi produktif. C. REALISASI AKHIR TAHUN 2002. Beberapa masalah pokok perlu diatasi melalui kebijaksanaan dan program-program pemberdayaan masyarakat secara tepat dan dilaksanakan secara efektif dengan tetap mengacu pada Program Pembangunan Daerah (Propeda) Tahun 2001 – 2005 dan Rencana Strategis Lima Tahunan (2001-2005) Badan Pemberdayaan Masyarakat Propinsi Kalimantan Tengah, dalam pelaksanaan kegiatan program pemberdayaan masyarakat tahun anggaran 2002 mendapat alokasi dana pembangunan dari APBD Propinsi Kalimantan Tengah sebesar Rp. 2.270.480.000,-. Untuk memadukan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat telah dilaksanakan Rapat Konsultasi Teknis Pemantapan Program Pemberdayaan Masyarakat Tingkat Propinsi, Dinas/Instansi terkait Propinsi dengan Badan/ Dinas/Instansi terkait, LSM Kabupaten/Kota se Kalimantan Tengah di Palangka Raya dan Rapat Sinkronisasi Program Pemberdayaan Masyarakat Tingkat Propinsi di Palangkalan Bun dengan peserta terdiri dari unsur BPM, BAPPEDA, Biro Pemberdayaan Perempuan, PKK, DPRD Tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota se Kalimantan Tengah. Realisasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat hingga akhir Tahun 2002 adalah sebagai berikut : 1. Program peningkatan kualitas pelayanan informasi pembangunan,
kegiatan yang telah dilaksanakan : 2. Program lingkungan sehat, perilaku sehat dan pemberdayaan sehat,
kegiatan yang telah dilaksanakan : 3. Program Penguatan Lembaga Masyarakat, kegiatan yang dilaksanakan : 4. Program Pembangunan Prasarana Pedesaan (P2D) kegiatan yang
dilaksanakan : 5. Program Manunggal TNI Masuk Desa kegiatan yang dilaksanakan : 7. Program Pengembangan Kecamatan (PPK), kegiatan yang dilaksanakan : 8. Program Penanggulangan Pekerja Anak (PPA), kegiatan yang
dilaksanakan : 9. Program Pemberdayaan Masyarakat untuk Pembangunan Desa (The
Community Empowerment For Rural Development/CERD), kegiatan yang telah
dilaksanakan : 10. Program Penyediaan Kebutuhan Pokok Keluarga Miskin, kegiatan yang
dilaksanakan : 11. Program Bantuan Pembangunan, kegiatan yang dilaksanakan : 12. Program Teknologi Tepat Guna Perdesaan, kegiatan yang telah
dilaksanakan : 12. Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan kegiatan : 13. Program Aparatur Negara dan Pengawasan, dengan kegiatan : 14. Program Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat, dengan kegiatan : D. PENILAIAN ANTARA PROGRAM DAN REALISASINYA, ATAU BESARNYA DEVIASI SERTA ALASAN-ALASAN SECARA OBYEKTIF. Dari hasil realiasai pelaksanaan program tahun 2002 belum semuanya program Pember-dayaan Masyarakat dapat dilaksanakan sepe-nuhnya, disebabkan oleh beberapa hal antara lain : 1. Belum optimalnya koordinasi lintas sektor terkait dalam mengisi
program leading sektor pemberdayaan masyarakat baik tingkat propinsi
maupun tingkat kabupaten/kota. E. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI SERTA RENCANA PENANGGULANGANNYA. 1. Program peningkatan kualitas pelayanan informasi pembangunan. 2. Program lingkungan sehat, perilaku sehat dan pemberdayaan sehat. Rencana Penanggulangannya. 3. Program Penguatan Lembaga Masyarakat. 4. Program Pembangunan Prasarana Pedesaan (P2D).
6. Program Pemberdayaan Keluarga. Rencana Penanggulangannya : 7. Program Pengembangan Kecamatan (PPK). 8. Program Penanggulangan Pekerja Anak (PPA). Rencana Penanggulangannya : 9. Program Pemberdayaan Masyarakat untuk Pembangunan Desa (The
Community Empowerment For Rural Development/CERD). Rencana Penanggulangannya : 10. Program Penyediaan Kebutuhan Pokok Keluarga Miskin. Rencana Penanggulangannya : 11. Program Bantuan Pembangunan. Permasalahan yang dihadapi : Rencana Penanggulangannya : 12. Program Teknologi Tepat Guna Perdesaan Permasalahan yang dihadapi : Rencana Penanggulangannya : 13. Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Permasalahan yang dihadapi : Rencana Penanggulangannya : 14. Program Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat. Permasalahan yang dihadapi :
|