Gambaran Umum Perkebunan Kalimantan Tengah / General Description of Plantation / Estate crops in Central Kalimantan

Luas Propinsi Kalimantan Tengah 153.568 Km² (15.356.800 Ha) berdasarkan Rencana Induk Perkebunan jangka panjang siproyeksikan 3.139.500 Ha lahan yang sesuai untuk pengembangan perkebunan.  Berdasarkan rencana tata ruang Wilayah Propinsi Kalimanatan Tengah tersedia lahan untuk pengembangan perkebunan jangka menengah/panjang pada kawasan budidaya seluas 5.097.207 Ha :

  1. Kawasan Pengembangan Produksi (KPP) seluas 3.114.980 Ha.

  2. Kawasan Pemukiman dan penggunaan lainnya (KPPL) seluas 1.982.227 Ha.

Hasil penelitian studi pengembangan perkebunan yang dilakukan oleh IPB tahun 1981, tanaman perkebunan yang direkomendasikan untuk dikembangkan adalah : karet, kelapa, kelapa sawit, lada, kopi, cengkeh, kakao dan tebu.

 

Dari kawasan budidaya seluas 5.097.207 Ha telah diberikan izin lokasi untuk pengembangan perkebunan dalam skala kecil/menengah/besar oleh BPN/Bupati setempat seluas 2.517.002,03 Ha dengan rencana komoditi yang dikembangkan kelapa sawit, karet, kakao, lada dan tebu.

 

Luas Propinsi Kalimantan Tengah mencapai 153.564 Km2 yang      merupakan Propinsi ketiga terbesar di Indonesia setelah Propinsi Irian     Jaya  dan Propinsi Kalimantan Timur. Luas wilayah terdiri dari Hutan    Belantara : 126.200 Km2, Rawa-rawa : 18.115 Km2, Sungai,  Danau  dan     Genangan : 4.563 Km2 dan Tanah lainya : 4.686 Km2.

Letak Propinsi Kalimantan Tengah sangat strategi yaitu dekat dan      berhadapan dengan Pulau Jawa dan sebagai sarana penghubung        interkoneksi antara Propinsi-Propinsi lainnya di Pulau Kalimantan.      Propinsi ini mempunyai potensi dan berprospek baik untuk kegiatan       pengembangan perekonomian pulau Kalimantan dimasa yang akan datang. Propinsi Kalimantan Tengah sebelah utara berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur, sebelah selatan berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah timur berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, dan sebelah barat berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Barat.

Kalimantan Tengah  beriklim tropis  (lembab, panas) dengan suhu udara rata-rata 33 oC,  dan curah hujan rata-rata 2000 mm per tahun.

Pada tahun 2001 penduduk Kalimantan Tengah 1.840.000 jiwa terdiri dari laki-laki 937.800 jiwa dan perempuan  902.300 jiwa dengan kepadatan rata-rata 12 jiwa per Km2. Kalimantan Tengah terdiri dari 14 Kabupaten/Kota yaitu Kota Palangka Raya  (Ibukota Palangka Raya), Kabupaten Kapuas (Ibukota Kuala Kapuas), Pulang Pisau (Ibukota Pulang Pisau), Gunung Mas (Ibukota Kuala Kurun), Barito Timur (Ibukota Tamiang Layang), Barito Selatan (Ibukota Buntok), Barito Utara (Ibukota Muara Teweh), Murung Raya (Ibukota Puruk Cahu), Kotawaringin Timur (Ibukota Sampit), Katingan (Ibukota Kasongan), Seruyan (Ibukota Kuala Pembuang), Kotawaringin Barat (Ibukota Pangkalan Bun), Lamandau (Ibukota Nanga Bulik), dan Sukamara   (Ibukota Sukamara). Kalimantan  Tengah  mempunyai 11 sungai besar  yang  merupakan  transportasi utama masyarakat dan daerah pemukiman penduduk (Desa/Kelurahan).

 

Pemerintah  Propinsi  Kalimantan Tengah  dalam rangka promosi potensi daerah dan berdasarkan Hasil Penelitian Tanah, Agroklimat dan Komoditas/ Budidaya, pada tahun 1984 telah menetapkan Rencana Induk Pembangunan Perkebunan, dan lahan yang sesuai untuk pengembangan berbagai komoditi perkebunan dicadangkan seluas 3.139.500 Ha atau 20.2 % dari luas Wilayah Kalimantan Tengah (15.356.400 Ha).

 

Mengingat semakin pentingnya penggunaan ruang (lahan/tanah) oleh berbagai sektor pembangunan serta untuk optimalisasi pemanfaatan sumberdaya alam, Pemerintah Propinsi Kalimantan Tengah Tahun 1993 menetapkan Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi (RTRWP) dan untuk pengembangan perkebunan dicadangkan seluas 1.700.000 Ha untuk pembangunan jangka panjang  15 tahun (1993–2008).

 

Dari lahan yang dicadangkan seluas 1.700.000 Ha sampai tahun  2002 telah tertanam perkebunan berbagai jenis tanaman seluas  715.079 Ha dan sisa lahan sebagian besar telah dicadangkan untuk perusahaan perkebunan dalam bentuk ijin arahan lokasi, ijin lokasi dan atau pelepasan kawasan hutan.

 

Komoditas perkebunan yang dikembangkan di Kalimantan Tengah tercatat 14 jenis tanaman, dengan karet dan kelapa sebagai tanaman utama perkebunan rakyat (342.011 Ha/50%, 68.938 Ha/10,2%) dan kelapa sawit sebagai komoditi utama perkebunan besar yang dikelola oleh para pengusaha perkebunan baik sebagai Perkebunan Besar Swasta Nasional/Asing ataupun PIR-Bun KKPA (Kredit Koperasi Primer untuk Anggotanya). Para pengusaha perkebunan juga mengembangkan tanaman karet, kakao dan lada, namun tidak berkembang sejak tahun 1995.

 

Peran kelapa sawit terhadap proses pembangunan di Kalimantan Tengah sampai saat sekarang sudah menunjukan pengaruh/manfaat yang nyata antara lain : 1) Pendapatan Asli Daerah bagi Pemerintah Kabupaten, 2) Kontribusi dari PBB/BPHTB/Retribusi, 3) Penyerapan Tenaga Kerja, 4) Pengembangan Wilayah, 5) Sektor Ekonomi/Jasa berkembang dan tumbuh (pedagang, transportasi, telekomunikasi, perbankan) dan 6) pemanfaatan SDA berupa lahan/tanah.

 

Data Perusahaan Perkebunan sampai saat ini di Kalimantan Tengah:

 

Perusahaan yang sudah mendapat surat Izin Usaha Perkebunan (IUP)/Persetujuan Prinsip Usaha Perkebunan (PPUP). 

  •  Unit Perusahaan     : 186  buah

  •  Luas Lahan/areal    : 2.847.720 Ha

  •  Rencana Investasi  : Rp 24,864.Triliun

 Perusahaan yang sudah operasional: 

  •  Unit Perusahaan :  71 buah

  • Target luas kebun yang akan dibangun: 693.539 Ha

  • Sudah tertanam (Po/Penanaman Awal ): 269.475,5Ha (39 %)

  •  Sudah memiliki HGU :    42 buah/unit 311.891 Ha)

  •  Dalam Proses HGU      : 16 buah/unit (156.189 Ha)

 

Jenis Komoditi yang diusahakan :

 

  • Kelapa Sawit  : 59 buah/unit (256.693 Ha)

  • Karet   : 9 buah/unit

  • Lada   : 1 buah/unit

  • Kakao : 2 buah/unit

 

Sampai  akhir  Tahun  2002,   izin  lokasi  untuk   usaha   perkebunan  yang  dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional Kabupaten sebanyak 194 buah dengan luas 2.642.672. Ha. 

 

As mentioned in the first web page, size of Central Kalimantan Province is  about 153,564 km2 and it is the third biggest area of provinces in Indonesia after Irian Jaya and East Kalimantan Province. This area covers jungle about 125,200 km2, swamps 18,115 km2, river, lake and flooded area 4,563 km2 and others 4,686 km2.

 

Central Kalimantan lies in a strategic location, closes and facing Java Island and it play a role as an interconnection transportation among provinces in Kalimantan. Herefor, this Province has a good prospect and very potential for economic development in Kalimantan in the near future. To the North, Central Kalimantan borders are West Kalimantan and East Kalimantan Province, to the South border is Java Sea, to the East borders are East Kalimantan and South Kalimantan, and to the west border is West Kalimantan.

 

It has tropical climate (humid and dry) with average temperature 33°C and rainfall 2000 mm per annum.

 

In 2001, Central Kalimantan population was 1,840,000 of which counts for male 937,800 and female 902,300, with density was about 12 per km2. This province divides into 14 regencies / city. City of Palangka Raya is a municipality and as the capital of the province. Kapuas Regency and its capital is Kuala Kapuas. Pulang Pisau Regency and its capital is Pulang Pisau. Gunung Mas Regency and its capital is Kuala Kurun. East Barito Regency and its capital is Tamiang Layang. South Barito Regency and its capital is Buntok. North Barito Regency and its capital is Muara Teweh. Murung Raya Regency and its capital is Puruk Cahu, East Kotawaringin Regency and its capital is Sampit. Katingan Regency and its capital is Kasongan. Seruyan Regency and its capital is Kuala Pembuang. West Kotawaringin Regency and its capital is Pangkalan Bun and Sukamara Regency and its capital is Sukamara. Central Kalimantan has 11 big rivers, which mainly aims transportation by local peoples in connecting their settlements along the rivers banks.

 

Province Government of Central Kalimantan in order to promote regional potency and based on soil research agro-climate and commodities/cultivation in 1984 has determined Master Plan of Plantation Development and appropriate land for developing many kinds of plantation commodities is reserved are for about 3,139,500 Ha or 20% of the size of Central Kalimantan (15,356,400 Ha).

Concerning of more and more important of the usage of space (land and soil) by development sectors and also as an impacts of optimum of exploitation of natural resources, Province Government of Central Kalimantan in 1993 has determined Central Kalimantan Spatial Structure Plan of which for plantation development prepares an area of 1,700,000 Ha to the need of long run development plan 15 years (1993 – 2008).

Out of the 1,700,000 Ha allocated land, by 2002 there has been planted many kinds of crops in the area of 715,079 Ha. Rest of the land is mostly provided for estate crops that covers several types of licenses such as the preliminary site licences, site licences and / or Forest Area Discharge Rights.

Plantation commodities at most in Central Kalimantan covers by 14 kinds of crops such as rubber and coconut as main people plantation commodities (342,011 Ha or 50%, and 68,938 ha or 10.2%), and oil palm has become the main commodities for estate crops plantation companies such as national estate crops private companies, foreign private estate crops companies and PIRBUN-KKPA (Cooperative body belong to Indonesian). Plantation companies also establish rubber, cacao and pepper although these kinds of plantation have not well developed since 1995.

The roles of oil palm plantation to the development process in Central Kalimantan give influences such as: 1) Regional income for regencies. 2) Contribution form taxes. 3) Absorbing of workers. 4) Regional development. 5) Increasing and growing of economic / service factors (traders, transportation, telecommunication, banks). 6) Utilization of natural resources such as land areas.

Present estate plantation data in Central Kalimantan

Companies those have gained plantation licence/estate bussiness principle agreement.

• Number of company 186 Units • Size of area 2,847,720 Ha. • Investment plan Rp. 24.864 trillions (1US$=Rp.9,000).

Active Companies

Number of companies/estates 71 Units. Plantation plan / target 693,539 Ha. Plantation in progress (initial planting) 269,475.5 Ha (39%)

Plantation that has business usage rights  42 units or 311,891 Ha. In Process of business usage rights: 16 Units (159,189 Ha.

Types of commodities:

Oil palm 59 units (256,693 Ha). Rubber 9 Units Pepper 2 Units. Cocoa 2 Units

Until 2002, site licenses for plantation issued by Landuse Planning Office at the regencial level were 194 units or equal to 2,642,672 Ha.