|
INFORMASI UMUM KALIMANTAN TENGAH |
|
|
SEJARAH SINGKAT
Untuk lengkapnya klik Versi English. Klik juga sejarah kota Palangka Raya.
Semula, daerah Kalimantan Tengah terdiri dari tiga Kabupaten Otonom berasal dari eks Daerah Dayak Besar dan Swapraja Kotawaringin yang termasuk dalam wilayah Keresidenan Kalimantan Selatan. Ketiga Kabupaten otonom itu adalah Kabupaten Barito, Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Kotawaringin. Ketiga daerah kabupaten otonom ini merupakan daerah daerah bawahan yang dibentuk berdasarkan hak-hak darurat yang dilakukan oleh Gubernur Kalimantan waktu itu, dengan Surat Keputusan nomor 186/OPB/92/14 tanggal 14 Agustus 1950 tentang pembentukan daerah otonom tingkat Kabupaten dan Kota. Surat keputusan ini kemudian dikukuhkan dengan undang-undang Darurat Nonaor 3 Tahun 1953. Undang-undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 kemudian dijadikan Undang-undang Nomor 27 Tahun 1959 Lembaran Negara Tahun 1959 Nomor 72 dan mulai berlaku serta disyahkan pada 26 Juni 1959.
Pemekaran daerah otonom Kabupaten dan Kota terjadi dalam masa propinsi Kalimantan Tengah menjadi daerah otonom. Kabupaten Barito dimekarkan menjadi Kabupaten Barito Utara dan Barito Selatan, sedangkan Kabupaten Kotawaringin dimekarkan menjadi Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Timur. Sementara itu, daerah otonom kota diberikan kepada Palangka Raya sebagai ibukota Propinsi Kalimantan Tengah.
Propinsi Otonom Kalimantan Tengah dibentuk berdasarkan Undang-undang Darurat Nomor 10 Tahun 1957, Lembaran Negara Nomor 53 Tahun 1957 Tambahan Lembaran Negara Nomor 1284 yang berlaku mulai tanggal 23 Mei 1957. Undang undang ini kemudian disyahkan dengan Undang-undang Nomor 21 Tahun 1958 Lembaran Negara Nomor 62 sekaligus pula menetapkan ibukota Propinsi Kalimantan Tengah bernama Palangka Raya. Peresmian pemancangan tiang pertama pembangunan kota Palangka Raya dilakukan oleh Presiden RI Pertama Ir. Soekarno pada tanggal 17 Juli 1957. Sejak tahun 2002 lalu, dengan diterbitkannya Undang-undang Nomor 5 Tahun 2002, telah berlangsung pemekaran wilayah, ditambah 8 (delapan) Kabupaten baru, sehingga jumlahnya saat ini menjadi 13 Kabupaten dan satu Kota. Kabupaten kabupaten pemekaran itu ialah:
KEDAAN UMUM WILAYAH
Propinsi Kalimantan Tengah secara geografis terletak di daerah khatulistiwa, yaitu 0°45 LU, 3°30 LS, 111 ° BT dan 116° BT.
Luas Wilayah Luas wilayah 157.983 Km2 mencakup 13 kabupaten dan 1 kota dengan 85 kecamatan terdiri dari 1.340 desa dan 101 keluarahan. Jumlah Kecamatan akan meingkat seiring dengan pemekaran Kabupaten tersebut.
Sebelah Timur berbatasan dengan
Propinsi Kaliantan Timur dan Kalimantan Selatan,
Sebelah Utara berbatasan dengan
Propinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur,
Wilayah Kalimantan Tengah terdiri atas daerah pantai dan rawa-rawa dengan ketinggian 0 - 50 m dari permukaan laut dan kemiringan 0% - 8%, daerah perbukitan dengan ketinggian 50 - 100 m dan ketinggian rata-rata 25%. Daerah pantai dan rawa terdapat di wilayah bagian Selatan, sedangkan dataran dan perbukitan berada di wilayah bagian Tengah dan pegunungan berada di bagian Utara dan Barat Daya. Iklim Karateristik iklim di Kalimantan Tengah adalah Type iklim : tropis lembab dan panas. Klasifikasi Koppen : Afa Suhu udara rata-rata 29° C, maksimum 33 ° C. Curah hujan rata-rata tahunan : 2.732 mm dengan rata-rata hari hujan 120 hari. Klasifikasi curah hujan Schmidt dan Farguson : Type - A (Q=14,3%) dan Type B (Q=33,3%), makin ke Utara curah hujan semakin tinggi.
Hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah
dialiri oleh sungai besar dan kecil yang
1. Sungai Barito ....................................................... 900 Km 2. Sungai Kapuas ...................................................... 600 Km 3. Sungai Kahayan .................................................... 600 Km 4. Sungai Sebangau ................................................... 200 Km 5. Sungai Katingan .................................................... 650 Km 6. Sungai Mentaya ..................................................... 400 Km 7. Sungai Seruyan ...................................................... 350 Km 8. Sungai Kumai ......................................................... 175 Km 9. Sungai Arut ............................................................ 250 Km 10. Sungai Lamandau ................................................... 300 Km 11. Sungai Jelai ............................................................ 200 Km
Penduduk Jumlah penduduk pada tahun 2002 berjumlah 1.874.900 jiwa dengan perbandingan 49% perempuan dan 51% laki-laki. Perbandingan luas wilayah dengan jumlah penduduk menunjukkan bahwa tingkat kepadatan penduduk Propinsi Kalimantan Tengah tergolong kurang padat yaitu 12 jiwa/Km'. Bila diamati menurut Kabupaten dan Kota terdapat perbedaan kepadatan penduduk yang cukup berarti, dimana Kota Palangka Raya sebagai ibukota propinsi Kalimantan Tengah merupakan kota dengan kepadatan paling tinggi 71,50 jiwa/KM2, sedangkan Kabupaten Barito Utara merupakan Kabupaten dengan kepadatan penduduk paling rendah yaitu 6,30 jiwa/KM2.
Visi, Misi dan Strategi Pemerintahan
Titik berat dan skala prioritas rencana pemerintah daerah untuk lima tahun mendatang diletakkan pada upaya untuk menciptakan landasan yang kuat dan kemampuan untuk meraih peluang dan mengatasi tantangan sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah dan globalisasi ekonomi. Hal ini dapat dilakukan dengan seoptimal mungkin mengelola dan mengembangkan sektor perikanan dan kelautan, sektor perkebunan dan kehutanan, industri dan perdagangan, pertambangan dan sektor pariwisata (sebagai salah satu sektor unggulan Propinsi Kalimantan Tengah) yang di dukung oleh pengembangan kualitas SDM secara memadai. Pengembangan sektor unggulan ini diharapkan akan lebih banyak menciptakan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan daerah yang akan dapat digunakan untuk perbaikan dan peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan publik bagi seluruh lapisan masyarakat.
POTENSI UMUM KALIMANTAN TENGAH
Propinsi Kalimantan Tengah mencakup luas wilayah 15.798.359 Ha, yang terdiri dari kawasan budidaya 14.038.279 Ha dan kawasan Hutan Lindung 1.760.079 Ha. Dari kawasan budidaya seluas 14.038.279 Ha terdiri dari kawasan hutan produksi biasa dan hutan produksi 8.517.000 Ha sedangkan lainnya kawasan pertanian, perkebunan, pertambangan, pemukiman dan lain-lain. HPH di Kalimantan Tengah yang masih aktif berjumlah 65 unit dengan total areal 5.632.516 Ha. Terdapat pula pusat-pusat pengolahan kayu meliputi Sawn Timber, Ply Wood, Moulding/Dowel, Veener, Lumber Core dan Black Board. Selain itu Hasil Hutan ikutan juga cukup menjanjikan potensinya di Kalimantan Tengah, antara lain Rotan. getah jelutung, damar, kuht gemor, buah tengkawang, sirap, arang, gaharu merang, sarang burung, perahu, kayu bulat kecil, akar kayu, pasak bumi, ujung atap, rotan manau dan madu serta hasil hutan lainnya..
Pengembangan perkebunan di Kalimantan tengah
dilaksanakan untuk menjangkau seluruh potensi lapisan masyarakat dan
menyebar di seluruh wilayah. Untuk usaha perkebunan ini pemerintah daerah
memproyeksikan pencadangan lahan seluas
3.139.500 Ha. Pendekatan
pengembangan usaha perkebunan dilakukan dengan beberapa pola, seperti :
Pola Swadaya, Pola UPP, Pola PIR dan
Pola PBSIPBSN.
Bahan-bahan galian sangat meyakinkan dan mempunyai prospek yang cukup cerah dimasa mendatang. Menurut hasil pemetaan dengan ketelitian semi mikro ditemukan berbagai bahan galian, mulai dari bahan galian vital ( seperti gas bumi, batu bara, emas dan intan) hingga bahan galian golongan C berupa zirkon, kristal kuarsa, batu gamping, pasir kwarsa, lempung, kaolin, andesit, basal dan garanit. Hingga tahun 1999 tercatat 28 buah Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan 15 buah Kontrak Karya (KK) di bidang pertambangan emas.
4. Perikanan. Potensi perikanan di Kalimantan Tengah meliputi perikanan laut dan perikanan darat. Potensi perikanan laut potensinya pada panjang pantai 750 Km, dengan potensi lestasi 126.000 ton/tahun. Berdasarkan data produksi tahun 1998 baru dimanfaatkan sebesar 50.897,3 ton, berarti baru termanfaatkan sebesar 40,39 % per tahun. Budi daya ikan laut belum dikembangkan. Sedangkan potensi perikanan darat, berupa potensi budi daya air payau/tambak 90.437 Ha. Perairan umum terdiri dari sungai, danau dan rawa luasnya 2.293.633 Ha. Potensi lestari 130.000 ton/tahun dan baru dimanfaatkan sebesar 27,3%.
5. Peternakan. Pengembangan usaha peternakan di Kalimantan Tengah ditujukan untuk mewujudkan upaya swasembada pangan, baik karbohidrat maupun protein hewani. Agribisnis sub sektor peternakan dikembangkan melalui Pola Inti Rakyat (PIR) dengan memperkuat koperasi, melalui pengembangan serta penetapan teknologi maju dalam berbagai usaha budidaya peternakan. Perkembangan populasi ternak, produksi daging, produksi telur dan pemotongan ternak di Kalimantan Tengah umumnya meningkat dari tahun ke tahun.
Luas lahan sawah di Kalimantan
Tengah 273.206 Ha (1,78%) dan lahan kering 15.083.194 Ha (92,22%). Ditinjau
dari penggunaannya masih relatif kecil, yaitu lahan sawah yang 273.206 Ha
baru 37,88% (103.498 Ha) dan 62% (169.708 Ha)
Kalimantan Tengah merupakan salah satu daerah penerima transmigrasi yang cukup besar di Indonesia. Tujuan pembangunan transmigrasi di daerah ini adalah untuk menunjang pembangunan daerah khususnya melalui penyediaan sumber daya manusia yang tangguh dan trampil yang dikaitkan dengan usaha pembukaan atau pengembangan daerah produksi baru, peningkatan kualitas pemukiman transmigrasi yang telah ada, pengembangan pola-pola usaha melalui perencanaan terpadu dengan sektor lain. Realisasi penempatan transmigran sejak awal sampai akhir tahun anggaran 1999/2000 sebanyak 95.869 KK atau 378.569 jiwa. Kegiatan pengembangan transmigrasi meliputi berbagai upaya di bidang pertanian dan perkebunan, seperti pengembangan tanaman sayuran, tanaman pangan, tanaman perkebunan, tanaman buah-buahan, perkembangan ternak bantuan pemerintah gaduhan transmigran dan lain-lain. Sementara itu, telah dilakukan pula suatu kerjasama dengan pihak swasta (investor), sampai sekarang tercatat sebanyak 29 investor yang terdiri dari:
Perhubungan darat di Kalimantan Tengah semakin berkembang dengan telah terbukanya jalan darat, baik yang dibangun pada Poros Selatan, Tengah dan Utara. Angkutan jalan raya telah mampu menjangkau dan melayani seluruh ibukota Kabupaten/Kota dan beberapa ibukota Kecamatan. Angkutan darat berangsur-angsur meengganti peran angkutan sungai yang seringkali mengalami gangguan disebabkan fluktuasi musim, pada musim kemarau beberapa sungai tidak dapat dilayari sampai ke hulu terpencil. Kegiatan angkutan laut yang sibuk di Kalimantan Tengah dilakukan melalui dua buah pelabuhan yaitu Sampit dan Kumai. Kedua kota ini menghubungkan daerah Kalimantan Tengah dengan pulau Jawa : Semarang, Surabaya dan Jakarta serta hubungan langsung ke Malyasia secara berkala. Begitu pula dengan pelayanan penerbangan, telah mampu menjangkau dan menghubungkan ibukota Kabupaten melalui tujuh buah bandar udara.
Kalimantan Tengah mencatat tingkat kemajuan bidang pendidikan yang cukup tinggi dari tahun ke tahun. Hal itu ditunjukkan dengan tumbuh dan berkembangnya lembaga pendidikan mulai dari tingkat dasar, hingga tingkat menengah dan perguruan tinggi, baik yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Khusus di kota Palangka Raya terdapat dua buah Perguruan Tinggi Negeri yakni Universitas Palanhgka Raya dan Sekolah Tinggi Agama Islam. Sedangkan Perguruan Tinggi Swasta antara lain : Universitas Muhammadiyah, Universitas Kristen, Universitas PGRI Batang Garing, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi, Akademi Akutansi dan Perbankan, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Tambun Bungai, Sekolah Tinggi Agama Hindu Kaharingan dan Akademi Akutansi dan Perbankan. Data terkahir dari Biro Statistik Propinsi Kalimantan Tengah tahun 2001, meliputi Perguruan Tmggi Negeri dua buah dan Perguruan Tinggi Swasta 19 buah. Jumlah Mahasiswa Negen 6.157 orang dan mahasiswa PTS berjumlah 6.134 orang. Sementara Itu, jumlah tenaga dosen ( Doses Tetap PTN berjumlah 582 orang dan dosen pada PTS 225 orang dan asisten dosen pada PTN 73 orang dan POTS 632 orang). Untuk Sekolah Dasar Negen berjumlah 2.464 dan SD Swasta 23 buah, jumlah Guru SDN 16.153 Orang dan SD Swasta 230 orang. SMP Negeri 192 buah, SMP Swasta 91 buah. Jumlah guru pada SMP Negeri 2.914 orang dan guru pada SMP Swasta 964 orang. SLTA Negeri 46 buah dengan guru sebanyak 1.259 orang dan SLTA Swasta 52, buah, dengan jumlah guru sebanyak 686 orang.
|