Beberapa Indikator Ekonomi  Kalimantan Tengah Tahun 1998-2002

 

    Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

 

Uraian

Satuan

1998

1999

2000

2001

2002

1. PDRB (Konstan)

Milyar Rupiah

3.993

4.031

4.092

4.209

4.329

2. PDRB Per Kapita (Berlaku)

Juta Rupiah

4,957

5,.387

6,015

6,616

7,395

3.Pertumbuhan  

   Ekonomi

%

-6,92

0,94

1,61

2,78

2,83

4. Ekspor

Juta US $

113,95

92,73

100,43

 

 

5. Impor

Juta US $

9,89

5,55

8,69

 

 

6. Jlh yg bekerja

orang

746 102

773 732

794 689

802 128

840 851

7. Jlh Angkatan Kerja

orang

803 734

807 101

815 053

833 647

890 595

8. Jumlah Penduduk

orang

1.719.241

1.762.071

1.823.715

1.840.100

1.874.900

 

 

 

 

 

 

 

    

      Sumber : BPS Propinsi Kalimantan Tengah

 

Distribusi PDRB Kalimantan Tengah menurut Lapangan Usaha Tahun

1998 -2002 pada harga konstan 1993 ( %)

 

  Lapangan Usaha

1997

1998

1999

2000

2001

 1. Pertanian

37,00

38,17

38,20

40,24

39,85

 2. Pertambangan & Penggalian

3,24

3,65

3,05

2,98

2,80

 3. Industri Pengolahan

9,77

8,82

9,12

7,84

7,60

 4. Listrik, Gas dan Air Bersih

0,32

0,38

0,43

0,53

0,56

 5. Bangunan/ Konstruksi

6,21

5,39

4,69

4,40

4,93

 6. Perdagangan, Hotel & Restoran

17,93

18,41

18,89

18,60

18,91

 7. Pengangkutan & Telekomunikasi

3,12

12,08

12,44

11,96

10,02

 8. Keuangan, Pers. & Jasa Perus.

2,62

2,33

2,18

2,36

2,36

 9. Jasa-jasa

9,77

10,76

11,00

11,09

12,97

         Sumber : BPS Propinsi Kalimantan Tengah

Tabel Laju Pertumbuhan Ekonomi Sampai Dengan Tahun 2002

Menurut Harga Berlaku dan Harga Konstan Tahun 1998 - 2002 (Jutaan)

 

Tahun Harga Berlaku Harga Konstan 
PDRB (Rp.) Tumbuh        (%) PDRB (Rp.)

Tumbuh         (%)

1998 8.609.698,18 44,79 3.993.186,81 -6,92
1999 9.539.827,63 10,80             4.032.224,82 0,98
2000 10.859.484,79   13,83 4.092.515,29 1,50
2001 12.174.868,61 12,11 4.209.803,24 2,78
2002 13.865.787,37 13,89 4.329.075,06 2,83

 

Penyerapan Tenaga Kerja Kalteng  Tahun 1998, 1999  dan 2000

 

 

No.

Lapangan Usaha

1998

1999

2000

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Pertanian

Prtb & Galian

Industri

List & AM

Bangunan

Perdag & Htl

Angk.& Kom

Keu & Js Prswn

Jasa

54.72

3.58

5.96

0.19

3.28

14.51

4.63

0.14

12.99

 

54.70

3.91

5.67

0.18

2.60

14.78

4.11

0.15

13.90

56,37

3,74

6,49

0,04

3,60

15,09

4,58

0,79

9,29

 

Rencana Pengembangan Wilayah

Diwujudkan dalam  penetapan kawasan andalan yang diharapkan berperan sebagai growth area. Kawasan andalan adalah kawasan yang berpotensi untuk cepat tumbuh, mempunyai sektor unggulan, mampu menyerap dana investasi yang besar, dan memiliki kaitan antar wilayah yang sinergis. Berdasarkan hasil kesepakatan Rapat Konsultasi Regional Departemen Kimpraswil Tahun 2001, kawasan andalan disepakati sebagai berikut : Kawasan Pangkalan Bun dan sekitarnya ; Kawasan Sampit dan sekitarnya ; Kapet DAS KAKAB ; Kawasan Buntok dan sekitarnya ; Kawasan Muara Teweh dan sekitarnya.

Pengembangan Ekonomi Kerakyatan.

Sumberdaya yang dimiliki rakyat di Kalimantan Tengah adalah sumberdaya agribisnis (sumberdaya manusia, lahan, hutan, perairan, keanekaragaman hayati, dll) dan sebagian besar usaha kecil, menengah dan koperasi berada pada agribisnis. Maka pembangunan ekonomi yang sesuai dengan pengembangan ekonomi kerakyatan adalah pembangunan sistem agribsinis yang dalam implementasinya diintegrasikan dengan pengembangan wilayah.

Tiga sasaran penting pengembangan SDM agribisnis di Kalimantan Tengah yaitu : (1) Mengembangkan kemampuan penguasaan teknologi dan pengetahuan sehingga searah dengan pengembangan teknologi pada sistem dan usaha agribisnis; (2) Mengembangkan kemampuan kewirausahaan (enterpreneurship) sehingga dapat menjadi pelaku- pelaku ekonomi yang tangguh; dan (3) Mengembangkan kemampuan team work

Peluang investasi di bidang tanaman pangan di Kalimantan Tengah seluas 2.124.626 ha dengan persebaran per kabupaten. Peluang ini merupakan peluang potensial karena sangat kurangnya infrastruktur penunjang yang sejak lama menjadi cukup akut di Kalimantan Tengah. Pada saat ini telah banyak upaya pemerintah menunjang pembangunan jalan darat dan jembatan-jembatan raksasa di Kalimantan Tengah.

Lahan padang rumput sekitar 4.273.300 ha yang cocok untuk pengembangan ternak besar maupun unggas. Jenis populasi ternak di Kalimantan Tengah adalah Sapi, Kambing, Domba, Babi, Kerbau dan Unggas. Peluang usaha yang ditawarkan bagi dunia usaha adalah pengembangan ternak Sapi Potong, Kerbau, Kambing , Babi dan Rumah Potong Hewan.

Peluang investasi yang ditawarkan kepada dunia usaha dalam sektor perikanan dan kelautan adalah budidaya ikan tawar maupun ikan laut seperti : Udang, Kepiting, Labi-labi, ikan betutu, ikan hias, ikan Botia, baik melalui pola usaha budidaya tambak maupun pola budidaya karamba/jaring apung, serta usaha penangkapan ikan di laut. Perairan umum terdiri dari sungai, danau dan rawa seluas ± 2.293.633 ha memiliki barbagai jenis ikan dengan potensi sebesar 130.000 ton per tahun. Dari potensi ini tercakup aneka ikan konsumsi dan ikan hias yang saat ini banyak diminati, serta labi-labi yang ditangkap dan dikirim untuk ekspor. Perkiraan potensi lestari labi-labi adalah ± 500.000 ekor/tahun dan dimanfaatkan ± 20 % dan ikan hias botia dengan potensi lestari ± 1.500.000 ekor per tahun, dimanfaatkan ± 36 %.Wilayah pasang surut seluas ± 84.400 ha, terhampar dipantai sepanjang ± 750 km berpotensi usaha pertambakan. Kawasan ini hamparan hutan bakau seluas ± 52.000 ha dan tempat bermuara 12 buah sungai besar, potensial bagi usaha budidaya udang dan kepiting. Areal tambak telah digarap seluas 1.250 ha (tambak rakyat seluas 1.200 ha dan tambak perusahaan 50 ha) dari areal yang dicadangkan 5.000 ha. Komoditas yang diunggulkan untuk ekspor adalah udang, kepiting, labi-labi dan ikan hias.

Untuk pengembangan investasi pada Tahun 1984 ditetapkan rencana induk pembangunan perkebunan dan lahan seluas 3.139.500 Ha atau 20,4% Pengembangan perkebunan tanaman keras yakni : Karet, Kelapa Dalam, Kelapa Sawit, Lada, Kakao dll. Pemerintah Propinsi Kalimantan Tengah tahun 1993 menetapkan Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi (RTRWP) dan untuk pengembangan perkebunan dicadangkan seluas 1.700.000 Ha. Berdasarkan statistik Tahun 2002 lahan yang telah ditanam seluas 677.684 Ha (21,58%) dari luas lahan yang dicadangkan. Luas areal untuk tanaman Kelapa Sawit mencapai 252.625 Ha atau 37,3%. Kelapa Sawit merupakan komoditi andalan nomor 2 (dua) setelah tanaman Karet, di usahakan dalam bentuk Perkebunan Besar Swasta Nasional/Asing. Perusahaan perkebunan Kelapa Sawit sudah operasional sebanyak 59 unit perusahaan dengan luas tanam 256.693 Ha atau 39% dari target tanam 656.184 Ha, dan menghasilkan seluas 146.940 Ha (38 unit perusahaan). Produksi Kelapa Sawit mencapai 813.793 Ton TBS atau setara dengan 162.759 Ton CPO dan 28.483 Ton Inti Sawit (IS), dimana CPO dan IS dibawa ke Pulau Jawa dan Sumatera sebagai bahan baku industri minyak goreng, dan industri turunan lainnya Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang telah terbangun di Kalimantan Tengah berjumlah 15 buah PKS.

Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Propinsi Kalimantan Tengah hasil Paduserasi yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999, Kawasan Hutan yang dimanfaatkan seluas 13.049.045 Ha yang terdiri dari Kawasan Hutan Lindung 1.120.893 Ha dan Kawasan Budidaya 11.928.152 Ha. RTRWP ini menjadi acuan utama dalam upaya investasi di Kalimantan Tengah.

Peluang usaha sektor kehutanan adalah pemanfaatan hasil hutan ikutan yaitu Rotan, Damar, Gemor, Sarang Burung dan Pemanfaatan limbah kayu HPH dan IPK dengan potensi diperkirakan 720.000 m3 dan limbah industri ± 400.000 m3 per tahun. Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Kalimantan Tengah bahwa lahan untuk HTI tersedia seluas 119.600 ha. Peluang usaha sektor ini masih terbuka bagi para investor terutama untuk pengembangan Hutan Tanaman Industri.

Agroindustri merupakan komponen pemberi nilai tambah terbesar bagi petani produsen dalam seluruh rangkaian agribisnis. Upaya meningkatkan pendapatan petani perlu diupayakan agar terjadi keterkaitan fungsional antara kegiatan pra produksi; produksi; pengolahan (agroindustri) dan pemasaran hasil.  Faktor penentu utama adalah pasar (pemasaran).

Lanjut ......