PERTEMUAN TRIPARTITE KAWASAN TIMUR INDONESIA KE – VI
30 APRIL – 1 MEI 2004 DI PALANGKA RAYA
KALIMANTAN TENGAH

 
Sebagian bahan Tripartite

RINGKASAN
 
Dalam rangka upaya percepatan  pembangunan Kalimantan Tengah melalui pembangunan infrastruktur perekonomian, peningkatan kegiatan sektor riil, peningkatan fungsi intermediasi perbankan, peningkatan investor ke Propinsi Kalimantan Tengah, dan sebagai tindak lanjut atas Pertemuan KTI (Kawasan Timur Indonesia) V di Balikpapan, Gubernur Kalimantan Tengah, yang prakarsai / difasilitasi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Gubernur Bank Indonesia, dan Menteri Negara PPKTI,  akan menyelenggarakan Pertemuan Pemerintah-Perbankan-Pelaku Usaha (Tripartite) sejak tanggal 30 April 2004.
 
Pertemuan ini merupakan upaya mendorong peningkatan kembali kegiatan perekonomian masyarakat di Kalimantan Tengah yang sedang dilanda dampak krisis perekonomian. Saat ini para pelaku ekonomi lokal memerlukan dukungan yang kuat dari dunia perbankan, dunia usaha dari luar Kalimantan Tengah dan instansi teknis pusat, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan rehabilitasi infrastruktur perekonomian, pemulihan aktivitas di berbagai sektor, yaitu utamanya pengembangan sektor / sub sektor unggulan Kalimantan Tengah mencakup perkebunan, perikanan, pertanian, pertambangan, kehutanan, perdagangan, perhubungan dan telekomunikasi.
 
Hasil pertemuan diharapkan dapat menjadi kesepakatan bersama yang dapat ditindaklanjuti di lapangan dan langsung berdampak terhadap peningkatan kegiatan usaha masyarakat setempat.
 
Isu-isu pokok pertemuan:
 
1. Keterpaduan kebijakan sektor / sub ektor dalam pembangunan / peningkatan infrastruktur perekonomian seperti keterpaduan pembangunan / pengembangan infrastruktur dasar prasarana jalan, pelabuhan, telekomunikasi di daerah dan lain-lain.
2. Penyederhanaan dan percepatan perijinan usaha yang berkaitan antara kebijakan pusat dan daerah (misalnya konsep pelayanan satu atap dengan pola sinkronisasi peraturan perundangan antara pusat dan daerah).
3. Penumbuhan kemitraan usaha kecil menengah dengan usaha besar, misalnya upaya pengembangan komoditi rotan, kelapa sawit rakyat, mengembangkan potensi usaha perikanan dan upaya pengembangan sumberdaya energi seperti pertambangan batubara.
4. Penyediaan kredit modal kerja / produksi dari perbankan dengan insentif tertentu, upaya membuka jalur kebuntuan sistem perkreditan.
5. Penjaminan kredit, pendampingan teknis, perkuatan pasar / jaringan pemasaran, dan sebagainya.
6. Pemberian / peningkatan dan kesempatan pemulihan usaha di daerah.
 
Rangkaian Inti Acara Pertemuan terdiri atas:
 
Paparan Potensi Daerah disertai Pameran Daerah, Pertemuan Bisnis Antar Pelaku Usaha Anggota Kadinda, Unsur Pemerintah Daerah dan Perbankan.
Pertemuan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Gubernur, Bupati/Walikota) Perbankan dan Pelaku Dunia Usaha / Asosiasi.
 
PESERTA PERTEMUAN :
 
Peserta terdiri dari Unsur Pemerintah Daerah, Perbankan, Pelaku Dunia Usaha / Kadinda / Asosiasi dan instansi teknis dari pusat dan daerah.
 
a. Unsur Pemerintah:
 
Pemerintah PUSAT : Eselon I terbatas dari: Kementerian Koperasi dan UKM, Departemen Perindustrian dan Perdagangan, Departemen Pertanian, Departemen Kelautan dan Perikanan, Departemen Kehutanan, Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah, Departemen Perhubungan, Departemen Energi dan Sumber Daya Alam, BKPM, Kementerian PPKTI, Bank Indonesia, Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementrian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat.
 
PEMERINTAH PROVINSI : Ketua Bappeda, Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala BPMD, Pimpinan Kantor Bank Indonesia Palangka Raya.
 
PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA : Bupati/Walikota, Ketua Bappeda, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala BPMD.
 
b. Perbankan :
 
Bank Indonesia Palangka Raya, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, Bank BTN, Bank BCA.Tbk, Bank Danamon.Tbk, Bank Pembangunan Kalimantan Tengah.
 
c. Pelaku Usaha:
 
Pimpinan Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Pelaku Usaha Nasional, Pimpinan Kamar Dagang dan Industri Provinsi, Pimpinan Kamar Dagang dan Industri Kabupaten / Kota , serta Para Pelaku Usaha dari Propinsi dan Kabupaen / Kota se-Kalimantan Tengah.
 
PENYELENGGARA :
 
1. Pelaksana : Badan Penanaman Modal Daerah Propinsi Kalimantan Tengah dan unit kerja terkait.
 
2. Fasilitator : Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Bank Indonesia dan Kementerian PPKTI.
 
  
POKOK-POKOK ACARA
(tanggal 30 April dan 1 Maret 2004):
 
Presentase Gubernur Kalimantan Tengah dan diskusi.
Pembukaan, Acara Ramah Tamah dan Makan Malam Selamat Datang untuk seluruh peserta pertemuan, diselenggarakan di rumah jabatan Gubernur Kalimantan Tengah.
Laporan Ketua Panitia Penyelenggara Pertemuan KTI VI Palangka Raya.
Sambutan Gubernur Kalimantan Tengah.
Sambutan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia.
Sambutan dan Pembukaan Pertemuan oleh Menko Perekonomian.
Paparan Potensi Daerah oleh Gubernur Kalimantan Tengah.
Paparan oleh perbankan, PT. Telkom Tbk, para penguasaha (perkebunan, pertambangan, pemotretan udara, alat perkantoran/ elektronik).
Acara Pertemuan Tripartite KTI VI Palangka Raya diselenggarakan di Aula Jayang Tingang.
Paparan Kebijakan Perbankan dan Kebijakan Sektor Terbatas dipandu oleh Menteri PPKTI.
DISKUSI PANEL SESI I: Dukungan Kebijakan Sektor Terpadu dan Rencana Dunia Usaha.
DISKUSI PANEL SESI II: Dukungan Kebijakan Perbankan dan Rencana Dunia Usaha.
Penandatanganan Kesepakatan Perbankan dengan Pelaku Usaha.
Penutupan Pertemuan KTI VI oleh Menteri Gubernur Kalimantan Tengah
Kegiatan disertai Bazaar Perbankan dimotori oleh Bank Indonesia Cabang Palangka Raya.
 
HASIL:
 
Adanya kesamaan pola pikir tentang perlunya percepatan pembangunan infrastruktur perekonomian di Kawasan Timur Indonesia.
Adanya rencana pembangunan jalan kereta api yang disampaikan oleh Menko Perekonomian.
Penandatanganan Kredit UMKM kepada para pengusaha UMKM Kalimantan Tengah untuk kegiatan Pembibitan dan wira usaha kerajinan dan lainnya.
Penandatanganan Kesepakatan antara PT. Telkom Tbk dengan Pemerintah Kabupaten Seruyan untuk membangun 1.500 SSF telepon base CDMA.
Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT. Telkom Tbk dengan Pemerintah Kabupaten Lamandau untuk rencana pembangunan jaringan telepon di Kabupaten Lamandau.
Uji coba sarana telepon oleh Menko Perekonomian.
Peningkatan pagu kredit yang diberikan oleh beberapa Bank yang ada di Kalimantan Tengah.
 
***************