Makalah Gubernur Kalimantan Tengah,
materi Pertemuan KTI VI Palangka Raya, Kalimantan Tengah
Slide Presentase Gubernur
Kalimantan Tengah.
Slide Presentase Gubernur
Kalimantan Tengah khusus Kelapa Sawit.
Matriks Masalah dan Usul Pemecahannya (Kasus Kalimantan Tengah).
RESPON DARI ACARA PERSIAPAN PERTEMUAN TRIPARTITE KTI
DI PALANGKA RAYA TANGGAL 30 APRIL – 1 MEI 2004
DI KANTOR KEMENTRIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA HARI KAMIS,
TANGGAL 22 JANUARI 2004
(Daftar Peserta Sesuai Undangan Rapat)
PERTAMBANGAN:
·
Potensi utama Kalteng mencakup Logam dan Batubara, Marunda
telah investasi dan melakukan pemasaran. Batubara Kalimantan Tengah berkualitas
rata-rata. Potensi cadangan batubara di Kalteng harus ada kemudahan areal lahan
perkebunan, hutan lindung dan ego sektoral.
·
Masalah uji coba pengangkutan, batu-batuan di sungai
memerlukan bantuan pembersihan alur.
·
BSP sudah lari dari Kalsel, kini agar dipertahankan di
Kalteng. Masalah tambang dan masyarakat penggarap tambang yang ikut menggunakan
prasarana jalan.
·
Upaya mengembangkan jalur angkutan BSP dan disinergikan
dengan angkutan hasil perkebunan.
·
Hutan lindung Kalteng, perlu dituntaskan statusnya agar
ada kepastian status lahan.
·
Logam sekarang mengalami kenaikan harga internasional.
·
Tata
Ruang dapat menjadi point pembahasan dalam Acara di Palangka Raya.
KIMPRASWIL
/ TATA RUANG:
Dirjen Penataan Ruang:
·
Tata
Ruang Wilayah Kalimantan berada pada kawasan wilayah Tengah.
·
Rencana Tata
Ruang Wilayah Pulau Kalimantan sedang dalam proses (Rekepres).
·
Adanya
kegiatan koordinasi Dirjen Penataan Ruang dan Bappeda (tanggal 22 April 2004).
·
Kawasan Kapet DAS
KAKAB.
Tata Ruang dapat menjadi point bahasan dalam Acara di
Palangka Raya.
PERHUBUNGAN:
·
Program
Telekomunikasi Perintisan. Pemasangan telpon-telpon di
desa-desa belum terjangkau telpon. Interdep
Depdagri-Depkeu-Meninfokom kiranya memfasilitasi adanya komitmen daerah
menyiapkan suatu tempat untuk dapat dipakai di desa-desa sebagai pusat
komukiasi, menstimulasi ekonomi di desa.
·
Program PT Telkom
bisnis oriented.
PT
TELKOM
Berbagai
Pola Pembangunan Telekomunikasi.
Misalnya Pola Kemitraan, Reiburst dll sesuai
dengan potensi dan kondisi daerah.
Dapat menjadi point bahasan dalam pertemuan Palangka
Raya.
BKPMD
Pusat:
Masalah investasi amat banyak, salah satu darinya
terkait kebijakan pusat dan daerah sehubungan Keppres 29 yang baru. Perlunya incentive yang berbeda
sesuai kondisi daerah.
PAJAK
Incentive
pajak di atur pasal 16 apabila termasuk Kapet atau
kawasan berikat. PBB dan PBHTB (untuk Kawasan Berikat PPN).
Apabila NJOP dianggap terlalu tinggi dapat diproses
prosedure pengurangannya oleh investor.
PBB sedang dalam revisi (KMK).
PERBANKAN:
·
Perbankan
mengikuti pengusaha, apabila aktivitas usaha di Kalteng meningkat, maka akan makin banyak kegiatan banks.
·
Perbankan
nasional sedang over liquid, karena sulit mencari pengusaha yang feasibel.
·
Perkebunan
rakyat ada pola plasma-inti masa lalu, tetapi skim kredit KKPA tahun lalu tidak
dapat dipakai. Kredit dana masyarakat
dengan pola komersial.
·
BI dapat memberikan bantuan teknik perkebunan rakyat
dalam rangka pengembangannya. Misalnya Aloevera di Kalimantan Barat. Konsultan
berpusat di Banjarmasin untuk komoditas perkebunan.
·
Perlunya
feasibility study setiap kegiatan usaha.
PERKEBUNAN
Masalah pendanaan kebun.
·
Adanya
usulan subsidi bunga untuk kegiatan perkebunan yang telah disampaikan /
ditujukan kepada Menkeu, namun belum ada keputusan.
·
Skim kredit agribisnis ke perbankan sama dengan kredit
komersial.
·
BI
membantu studi kelayakan tanaman Aloevera.
·
Kebutuhan Pra
Feasibility Study dan
bila telah di buat bisa digunakan untuk mendapatkan pendanaan.
KADIN
PUSAT
·
Tripartite
meeting belum berdampak terhadap pembangunan KTI.
·
KTI
wilayah yang amat luas belum berkembang.
·
Fasilitasi investor luar dan dalam negeri.
·
Hal mendasar investasi hak ulayat dan keamanan. Kasus
take over KPC di Kaltim terkait intervensi pemerintah yang masih kuat.
·
Perlindungan pengusaha dan berusaha di Kalteng, belum ada
kepastian hukum belum diperjuangkan.
·
Bidang
UKM KADIN ditangani oleh Ibu Efaria Hutapea.
·
Ketua
komite pemberdayaan usaha: Persoalan pertumbuhan industri sejak lama tidak
terjadi di luar jawa. Persaingan industri di Jawa kalah bersaing dengan Cina namun
sumberdaya alam di KTI ada untuk mendukung. Perlu
upaya pembangunan industri yang efisien dan efektif lebih murah dan
berkualitas, untuk itu perlu konsentrasi percepatan pembangunan infrastruktur
jangka waktu minimal sekitar 5 tahun. Perlu
pembangunan infrastruktur perekonomian jalan, jembatan dan pelabuhan
konsentrasi pada infrastruktur dasar tersebut.
·
Selain
faktor keamanan dan keselamatan usaha, tidak harus industri padat modal, tetapi
sesuai kondisi wilayah.
·
Perkebunan
di Cina amat kurang berkembang, ada hubungan emosional sinke Cina dari Bagian
Selatan, investasi Cina di Asia Tenggara No. 3 setelah Eropah.
·
Kredit investasi lebih kecil dibandingkan kredit konsumsi
di KTI.
·
Kapet
diperluas kawasannya, sampai kepada areal yang efisien bagi investasi.
·
Ada
empat negara masuk ke Kadin Indonesia. Misal Australia, memasukan desk-nya dalam KADIN
pusat untuk melakukan promoter sales untuk membuka peluang investment
wilayahya.
KOMENTAR
SEKDA:
·
Masalah barrier
sungai Barito, ada kaitannya dengan kekuatan arus aliran air.
·
Kimpraswil: Peta
Tata Ruang sudah ada. Persoalannya: bahwa tata ruang tidak bisa dimanfaatkan
(belum ada kata akhir/menggantung). Alokasi kawasan langsung berdasarkan satu
dokumen tata ruang. Tata Ruang tidak sakral sesuai kepentingan yang lebih
besar.
·
MOU Pemda dengan
Kimpraswil.
·
Wilayah Kalimantan
Tengah kegiatan penatagunaan hutan telah dipetakan batasnya oleh pihak
Kehutanan.
·
Pemda Propinsi
akan melakukan bantuan pengurusan lahan.
·
Perlunya
incentive.
·
Kewenangan
wajib Kab / Kota masih belum pasti, revisinya belum tahu hasilnya.
·
BI Cabang Palangka Raya cukup aktif dalam menjelaskan
fungsi perbankan dan dalam meningkatkan minat masyarakat.
·
Anggaran APBD Propinsi Kalteng kurang 1/3 APBD Kab Kutai
Timur. Maka lahan yang ada diberikan
untuk incentive bagi investor.
·
Gubernur membuat
lintas antar pelabuhan / link agar ada minat bidang perkapalan memanfaatkannya.
·
KADIN Daerah amat
banyak menunggu dana pemerintah — borongan – organisasinya makin kompleks
bercabang-cabang.
·
KADIN Kalteng kawasan promosi tetap di lokasi Tamanggung
Tilung.
·
Efisiensi biaya produksi, karet kalah dengan tengkulak.
Pedagang besar bagaimana membeli produksi karet itu dengan harga layak. Lembaga
Koperasi masih amat kuat tergantung pemerintah.
PPKTI / DODO:
·
Hanya mengundang Kab/Kota di Kalteng sendiri, isu-isu
kiranya dapat lebih konsentrasi.
·
Masalah sektor sektor yang dapat dikembangkan.
·
Perbankan dapat menyajikan gambaran peran perbankan di Kalteng.
·
Perlu adanya Bazzaar Perbankan di Palangka Raya dengan
bantuan BI Cabang P Raya.
·
Sumbangan Perbankan
dalam acara pertemuan tripartite Palangka Raya.
PERAN PERBANKAN DAN TELKOM
Telkom akan selalu mencari mitra sesuai pola yang
telah di atur. Investor 30 % selebihnya
pemerintah. Maksimal kerjasama 20 tahun.
PERTANAHAN
Tingkat
kepastian Hak Atas Tanah.
Sedang
direvisi UUPA Tim interdept. Masalah koordinasi instansi sektor revisi UU SDA.
Hak ulayat akan di atur dalam UUPA dan Keppres 34. Hak ulayat diserahkan
penetapan keberadaannya oleh pihak pemda: perguruan tinggi, masy adat dan tokoh
adat.
Jakarta,
22 April 2004.
Kepala
Badan Penanaman Modal Daerah
Propinsi
Kalimantan Tengah,
TITIK
SUNDARI, SH