TANAMAN PANGAN & HORTIKULTURA
A. Program Tahun 2003 Dalam menyelenggarakan tugas pokok dan fungsi, Dinas Pertanian melaksanakan pembangunan Sub Sektor Tanaman Pangan dan Hortikultura di Kalimantan Tengah Tahun 2003 yang di implementasikan dalam 2 (dua) program utama, yakni :  Pengembangan Agribisnis.  Peningkatan Ketahanan Pangan.

Program tersebut diatas mengacu pada pola dasar, Propeda, Renstrada dan Repetada dengan tujuan : (1) Meningkatkan ketersediaan produksi Tanaman Pangan utama khususnya padi, jagung, dan kedelai dalam rangka memperkuat Ketahanan Pangan di daerah. (2) Mendorong pengembangan sentra produksi unggulan daerah berskala ekonomi yang berbasis agribisnis. (3) Meningkatkan pendapatan petani pangan dan kesempatan kerja dipedesaan.

Kebijaksanaan yang ditempuh dalam upaya peningkatan ketahanan pangan dan pengembangan agribisnis tersebut ditetapkan sebagai berikut : (1) Peningkatan ketersediaan produksi pangan dan hortikultura dalam rangka memperkuat ketahanan pangan daerah. (2) Mendorong berkembangnya sentra produksi unggulan daerah berskala ekonomi yang berbasis agribisnis. (3) Peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani serta memperluas kesempatan dan kesejahteraan petani serta memperluas kesempatan kerja dan berusaha di pedesaan.

(4) Berkembangnya usaha agribisnis di Sub Sektor Tanaman Pangan dan Hortikultura, baik itu melalui kemitraan, wirausaha, maupun pola usaha kerjasama lainnya antara pelaku agribisnis.

Sedangkan sasaran yang ingin dicapai dari 2 program tersebut dalam tahun 2003 adalah :

Program Pengembangan Agribisnis : - Meningkatnya produktivitas, kualitas dan produksi komoditas yang dapat dipasarkan sebagai bahan baku industri pengolahan maupun ekspor. - Meningkatnya kesempatan kerja produktif di pedesaan pada on-farm dan off-farm serta memberikan nilai tambah. - Berkembangnya berbagai kegiatan usaha berbasis pertanian dengan wawasan agribisnis yang mampu memberikan keuntungan yang wajar. - Lebih melibatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan agribisnis dan memajukan perekonomian di pedesaan. - Terpeliharanya produktivitas sumber daya alam, berkembangnya usaha pertanian konservasi dan terjaganya kualitas lingkungan hidup.

(2) Program Peningkatan Ketahanan Pangan: - Meningkatnya produksi dan ketersediaan beras secara berkelanjutan dan komsumsi pangan sumber sumber karbohidrat non beras dan pangan sumber protein. - Meningkatnya keanekaragaman dan kualitas konsumsi pangan masyarakat. - Meningkatnya skor mutu pola pangan harapan dan berkurangnya keluarga rawan pangan dan gizi. - Berkembangnya teknologi produksi pertanian dan pengolahan bahan pangan. - Berkembangnya kelembagaan pangan yang partisipatif. - Meningkatnya produktivitas dan kualitas pangan yang dipasarkan - Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengembangan

Dalam upaya mencapai tujuan program tersebut, maka sasaran program utama produksi komoditas tanaman pangan dan hortikultura tahun anggaran 2003, di Propinsi Kalimantan Tengah ditetapkan sebagai berikut: - Produksi padi 454.245 ton, dengan luas panen 178.135 ha. - Produksi jagung 21.115 ton, dengan luas panen 12.063 ha. - Produksi Kedelai 8.392 ton, dengan luas panen 7.006 ha. - Produksi ubikayu 119.756 ton, dengan luas panen 10.888 ha. - Produksi ubijalar 26.674 ton, dengan luas panen 2.726 ha. - Produksi kacang tanah 2.891 ton, dengan luas panen 2.714 ha. - Produksi kacang hijau 701 ton, dengan luas panen 901 ha. - Produksi sayuran 46.739 ton, dengan luas panen 15.417 ha. - Produksi buah-buahan 72.144 ton, dengan luas panen 32.355 ha.

B. Kondisi Awal Tahun 2003

1. Pencapaian Sasaran Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Pada akhir tahun 2002 kondisi luas Produksi, Luas Panen dan produktivitas tanaman pangan dan hortikultura masing-masing ; padi 395.239 ton dari luas panen 157.855 ha dengan produktivitas 25,04 kw/ha, jagung 7.730 ton dari luas panen 4.823 ha dengan produktivitas 16,03 kw/ha, kedelai 2.036 ton dari luas panen 1.882 ha dengan produktivitas 10,82 kw/ha, ubi kayu 104.136 ton dari luas panen 9.198 ha dengan produktivitas 113,00 kw/ha, ubi jalar 18.682 ton dari luas panen 2.747 ha dengan produktivitas 68,00 kw/ha, kacang tanah 1.574 ton dari luas panen 1.454 ha dengan produktivitas 10,83 kw/ha, kacang hijau 395 ton dari luas panen 508 ha dengan produktivitas 7,78 kw/ha, buah-buahan 101.608 ton dari luas panen 17.169 ha dan sayur-sayuran 42.065 ton dari luas panen 14.899 ha.

Kemampuan penyediaan pangan utama (beras) tahun 2002 sebesar 241.922 ton. Dengan dasar perhitungan penduduk Kalimantan Tengah pertengahan tahun 2002 sebesar 1.879.082 jiwa, maka kekurangan beras masih sebesar 10.514 ton.

2. Performance SPP-SPMA di Kalimantan Tengah Pengelolaan SPP-SPMA di Kalimantan Tengah terdiri dari SPP-SPMA Buntok, Sampit, dan Pangkalanbun. Keragaan awal tahun 2003; Jumlah pendidik/guru sebanyak 57 orang, siswa 391 orang dan staf sebanyak 28 orang. Sarana dan prasarana belajar mengajar gedung sekolah dan perlengkapannya 4 unit, sarana dan prasarana praktek: bengkel latih 4 unit, gudang peralatan 4 unt, garase 4 unit, grenn house 4 unit, lahan perkebunan tanaman pangan, hortikultura, palawija, penggembalaan 186 Ha, traktor besar 1 unit, trktor mini 4 unit, traktor tangan 4 unit, mesin penuai 1 unit mesin penuai kacang 1 unit, penggilingan padi 1 unit, alat pengendalian hama 15 unit, laboratorium 2 unit, asrama putra 4 unit, asrama putri 4 unit, rumah guru 25 unit, dapur 4 unit, bengkel mekanik 2 unit, bengkel pertukangan kayu 1 unit, penyediaan air bersih 4 unit, gengset pembangkit listrik diesel 4 unit.

C. Masukan (Input)

Untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura selama tahun anggaran 2003, perkembangan berbagai masukan (input) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang dialokasikan sebagai berikut: (1) Proyek Pengembangan Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Tengah sebesar Rp. 1.415.000.000,- (Satu milyar Empat Ratus Lima Belas Juta Rupiah), dengan kegiatan pokok: a. Pengembangan dan pembinaan Agribisnis dan Ketahanan Pangan; - Penyusunan perencanaan program proyek - Pengembangan Agropolitan - Penggalangan kerjasama regional dan internasional, terutama dengan Pemerintah Cina - Pembinaan Statistik Pertanian - Pengembangan dan pembinaan agribisnis - Pengembangan dan pembinaan ketahanan pangan - Pembinan dan perlindungan TPH - Pengembangan alsintan - Pembinaan penyuluhan pertanian - Operasional proksi mantap 2003 b. Pengembangan Usaha Pertanian Kawasan Eks PLG - Pengembangan SDM Pertanian, - Pelatihan Teknologi Tepat Guna - Pemberdayaan Alsintan dan UPJA - Demplot Gandum 1 Ha - Demonstrasi pengolahan hasil pertanian - Pengkajian Penerapan Teknologi Lahan Rawa Pola Usahatani Padi-Kedele di lahan pasang surut. - Pembinaan perbenihan TPH - Pelestarian plasma nuftah

(2) Proyek Pengelolaan SPP-SPMA Buntok, Tumbang Lahang, Sampit dan Pangkalan Bun sebesar Rp.1.675.000,- (Satu Milyar Enam Ratus Tujuh Puluh Lima Juta Rupuah), dengan kegiatan :  Peningkatan fasilitas belajar.  Operasional dan pemeliharaan sekolah.  Pembinaan Teknis Pelayanan Pendidikan. (3) Jumlah tenaga pembina dan Pelaksana Pembangunan Pertanian TPH terdiri dari tenaga struktural dan fungsional dimana sebagian besar telah ditingkatkan pendidikannya melalui program D III, S1 dan S 2. Jumlah tenaga pembina dan pelaksana sebanyak 220 orang terdiri dari struktural 171 orang, Pengamat Hama 33 Orang, Pengawas Benih 16 orang, dan keberadaanya tersebar di 13 Kabupaten dan 1 Kota serta di Balai Benih. (4) Kelompok tani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian di lapangan tercatat sebanyak 5.445 kelompok tani, terdiri dari belum dikukuhkan 2.227 kelompok, pemula 2.553 kelompok, lanjut 620 kelompok, madya 42 kelompok dan utama 3 kelompok, selain itu terdapat kelompok tani yang spesifik antara lain Usaha Pelayanan Jasa Alsintan, Kelompok Wanita Tani, Taruna Tani dan Perkumpulan Petani Pemakai Air. (5) Sebagai pusat pembangunan pertanian dan pusat kegiatan penyuluhan pertanian ditingkat Kecamatan terdapat Balai Penyuluhan Pertanian sebanyak 53 buah. (6) Tersedianya paket teknologi spesifik lokalita baik untuk teknologi padi, palawija dan hortikultura. Beberapa varietas baru yang sesuai untuk lokasi pasang surut dan lahan kering telah diperbanyak, dan sebagian besar telah disalurkan kepada daerah sentra-sentra produksi unggulan. (7) Dalam rangka peningkatan produktivitas melalui penyediaan benih unggul bermutu dilaksanakan pada Balai Benih Induk (BBI) Padi di Basarang Kapuas, Palawija di Sungai Rangit Pangkalanbun, Hortiklutra di Keruing Kotawringin Timur.

D. Hasil Yang telah dicapai (Out put) Dari pelaksanaan kegiatan program pengembangan agribisnis dan peningkatan ketahanan pangan tahun 2003 diperoleh keluaran (output) sebagai berikut : 1. Pencapaian produksi, luas panen dan produktivitas : - Produksi padi 489.046 ton, dengan luas panen 194.857 ha dan Produktivitas 25,10 Kw. - Produksi jagung 9.136 ton, dengan luas panen 5.580 ha dan produktivitas 16,37 Kw. - Produksi Kedelai 1.469 ton, dengan luas panen 1.354 ha dan produktivitas 10,79 Kw. - Produksi ubikayu 114.176 ton, dengan luas panen 9.969 ha dan produktivitas 114,53 Kw. - Produksi ubijalar 10.603 ton, dengan luas panen 1.558 ha dan produktivitas 68,06 Kw. - Produksi kacang tanah 1.861 ton, dengan luas panen 1.711 ha dan produktivitas 10.88 Kw - Produksi kacang hijau 399 ton, dengan luas panen 508 ha dan produktivitas 7,85 Kw - Produksi sayuran 34.086 ton, dengan luas panen 11.244 ha dan produktivitas 30,31 Kw. - Produksi buah-buahan 105.517 ton, dengan luas panen 47.322 ha dan produktivitas 22,3 Kw

2. Dipersiapkannya lahan cadangan seluas 10 Ha di desa Buntoi Kecamatan Pandih Batu Kabupaten Pulang Pisau untuk lokasi kerjasama Pemda Kalteng dengan Propinsi Kota Jinan (RRC). 3. Terbinanya kawasan sentra produksi melalui program aksi masyarakat agribisnis tanaman pangan (Proksi Mantap) di semua Kabupaten/Kota. 4. Pengembangan dan percontohan hortikultura (anggrek dan buah-buahan) dikota Palangka Raya seluas 0,1 Ha. 5. Pembinaan perlindungan tanaman berupa kegiatan pembangunan gudang sub brigade proteksi sebanyak 2 unit masing-masing seluas 36 M2 di Kabupaten Sukamara dan Lamandau. 6. Penunjangan kegiatan Balai Benih Hortikultura Kruing Kabupaten Kotawaringin Timur dengan kegiatan : pemasangan instalasi listrik. Di BBI Padi Basarang pembuatan gudang benih 30 M2, pembuatan jembatan 40 M2. Di BBI Palawija Sungai Rangit pembangunan rumah petugas 36 M2 dan pengadaan plastik seller seerta timbangan. 7. Penunjangan kegiatan Pengembangan Alat dan Mesin Pertanian berupa pengadaan : hand tractor sebanyak 10 unit, yang dialokasikan 5 unit di Kabupaten Kapuas, 2 unit di Katingan, 1 unit di Lamandau, 2 unit Gunung Mas. 8. Penunjangan kegiatan PKK berupa bantuan pembinaan PKK untuk kegiatan demo pengolahan hasil pertanian 1 paket, lomba aneka olahan non beras/non terigu 1 paket, dan pertemuan pelestarian tanaman langka 4 kali. 9. Statistik pertanian dengan kegiatan : pembinaan dan pengumpulan data ke 14 Kabupaten/Kota. 10. Penyusunan program/rencana pengembangan tanaman pangan dan hortikutura di 14 Kabupaten/Kota. 11. Pembibitan buah-buahan sebanyak 2.000 pohon yang rencanan ditanam di sirkuit sabaru 12. Pengembangan agribisnis garut seluas 50 Ha di Kabupaten Lamandau. 13. Demostrasi pilot pengembangan buah-buahan seluas 1 Ha. 14. Tersedianya bibit untuk pelestarian tanaman plasma nuftah berupa tanaman durian 60 pohon, papaken 60 pohon, cempedak 70 pohon, kasturi 80 pohon, kueni 78 pohon. 15. Dalam rangka pembinaan pengembangan agropolitan telah dilaksanakan, pelatihan kontak tani sebanyak 30 orang, telah ditetapkan rencana pengembangan agropolitan tahun anggaran 2004 di kabupaten Barito Timur, Kotawringin Barat dan lanjutan di Kabupaten Kapuas. 16. Operasional Dewan Ketahanan Pangan berupa fasilitasi kelembagaan 1 paket, diseminasi program ketahanan pangan bagi penyuluh pertanian 1 paket, fasilitasi rapat dewan ketahanan pangan ke kabupaten/kota 1 paket, desiminasi aplikasi pemberdayaan masyarakat bagi pendamping 1 paket. Kordinasi program intensifikasi pangan 1 paket, sosialisasi pola konsumsi gizi seimbang (sehat) dan perluasan gerakan kecintaan terhadap makanan. 17. Pembinaan penyuluhan pertanian berupa pameran produk unggulan daerah dalam rangka MTQ Nasional 1 paket, pelatihan teknologi tepat guna 4 kelas 120 orang, 3 hari. Demplot gandum 1 Ha, Demostrasi pengolahan hasil pertanian 4 paket, Pengkajian penerapan teknologi lahan rawa pola usahatani padi kedele di lahan pasang surut 1 paket. 18. Peningkatan fasilitas belajar pada SPP-SPMA Buntok berupa; pengadaan peralatan pasca panen, alat labratorium fisika, kimia tanah dan biologi, peralatan olah raga, buku-buku perpustakaan, pemeliharaan bengkel latih, pemagaran kampus 150 M2, papan nama SPP-SPMA, rehap asrama putra .. M2, pembuatan pos keamanan 1 unt, pengadaan kendaraan roda-2 sebanyak 2 unit, pengadaan telepon satelit 1 unt, pemasangan instalasi air bersih. Peningkatan fasilitas belajar pada SPP-SPMA Sampit berupa : peralatan pasca panen (pedal kleser, pemipil jagung, drum plastik, baskom, blender, mixer). Peralatan laboratorium, perlatan olah raga dan musik, kendaraan operasional 2 unit, pengadaan buku perpustakaan, pembuatan taman kampus, rehabilitasi bengkel kerja di ramban, pembuatan pos keamaan, renovasi ruang komputer.belajar. Peningkatan fasilitas belajar pada SPP-SPMA Tumbang Lahang berupa : pengadaan peralatan pasca panen, alat labratorium fisika, kimia tanah dan biologi, peralatan olah raga, buku-buku perpustakaan, pengadaan komputer, rehap asrama putri, reha lokal laboratorium, rehabilitasi green house, pemasangan tower dan instalasi air, pemasangan instalasi springkel, pengadaan sarana komunikasi 1 unt, pengadaan sapi 2 ekor. Peningkatan fasilitas belajar pada SPP-SPMA Pangkalan bun berupa : pengadaan peralatan pasca panen, alat labratorium fisika, kimia tanah dan biologi, peralatan olah raga, buku-buku perpustakaan, pengadaan komputer, hand traktor 1 unit, pembuatan asrama siswa, pembuatan papan nama, pemasangan instalasi listrik dan PAM. 19. Operasional dan pemeliharaan sekolah dengan kegiatan : penunjangan insentif/honor petugas, penyediaan bahan ujian semester, prakualifikasi dan akhir, bantuan peningkatan SDM guru/karyawan, pemeliharan bangunan gedung kantor. 20. Pembinaan teknis pelayanan pendidikan kepada guru, staf dan murid-murid sebagai berikut : - SPP-SPMA Sampit guru 12 org staf 6 Org murid 190 org - SPP-SPMA Buntok guru 20 org staf 13 org murid 149 org - SPP-SPMA Pangkalan Bun guru 12 org staf 6 Org, murid 36 org. - SPP-SPMA Tumbang Lahang guru 15 org staf 6 Org , murid 55 org

E. Penilaian

(1) Produksi Realisasi perkembangan produksi tanaman pangan utama di Kalimantan Tengah tahun 2003 tercatat sebagai berikut : Produksi padi mencapai 489.046 ton gabah kering giling (GKG) atau 107,66 % dari sasaran program sebesar 454.245 ton dan meningkat 23,73 % dari tahun 2002; kedelai 1.461 ton atau 17,41% dari sasaran 7.006 ton dan turun 28,24 % dari tahun 2002; jagung 9.136 ton atau 43,27 % dari sasaran 12.063 ton dan meningkat 18,19 dari tahun 2002; kacang tanah 1.861 ton atau 64,37 % dari sasaran 2.714 ton dan meningkat 18,23 % dari tahun 2002; Kacang hijau 399 ton atau 56,92 % dari sasaran 701 ton dan meningkat 1,01 % dari tahun 2002; ubi kayu 119.756 ton atau 95,34 % dari sasaran 119.756 ton dan meningkat 9,64 % dari tahun 2002; ubi jalar 10.603 ton atau 39,75 % dari sasaran 26.674 ton dan menurun 43,24 % dari tahun 2002.

Untuk produksi hortikultura (sayuran dan buah-buahan) yaitu : produksi sayuran sebesar 15.417 ton (72,93 %) dari sasaran sebesar 46.739 ton dan menurun 18,97 % dari tahun 2002 , dan buah-buahan sebesar 105.517 ton (146,26 %) dari sasaran sebesar 72.144 ton.

(2) Luas panen Realisasi luas panen untuk padi tercatat 194.857 ha atau 109,39 % dari angka sasaran sebesar 178.135 ha dan meningkat 23,44 % dari tahun 2002; kedelai 1.354 ha atau 19,33 % dari angka sasaran 7.006 ha dan menurun 28,06 % dari tahun 2002; jagung 5.580 ha atau 46,26 % dari sasaran 12.063 ha dan meningkat 15,70 % dari tahun 2002; ubi jalar 1.558 ha atau 57,15% dari sasaran 2.726 ha dan turun 43,28 %; ubi kayu 9.969 ha atau 91,56 % dari sasaran 10.888 ha dan meningkat 8,38 % dari tahun 2002; kacang tanah 1.711 ha, atau 63,04 % dari sasaran 2.714 ha dan meningkat 17,68 % darti tahun 2002; kacang hijau 508 ha atau 56,38 % dari sasaran 901 ha dan tetap daritahun 2002.

Untuk luaspanen hortikultura (sayuran dan buah-buahan) yaitu : luas panen sayuran sebesar 11.244 Ha atau 72,93 % dari sasaran sebesar 15.417 Ha dan menurun 27.07 % dari tahun 2002 , dan buah-buahan sebesar 47.322 Ha atau 46.26 % dari sasaran sebesar 32.355 Ha.

(3) Produktivitas Dari data produksi yang ada, tingkat produktivitas padi tahun 2003 tercatat 25,10 ku/ha atau mengalami kenaikan 0,24 % dibandingkan rata-rata produktivitas tahun 2002 sebesar 25,04 kw/ha, sedangkan untuk komoditas palawija dan hortikultura mengalami peningkatan kecuali kedele dari 10.82 Kw tahun2002 menjadi 10.79 Kw tahun 2003.

(4) Kemampuan penyediaan pangan utama (beras) Dengan perhitungan angka total berdasarkan angka sementara produksi padi tahun 2003 sebesar 489.046 ton GKG, maka setelah dikurangi untuk persediaan benih dan waste, tersedia untuk stok penyediaan pangan sebesar setara 281.690,5 ton beras. Dengan dasar perhitungan penduduk Kalimantan Tengah pertengahan tahun 2003 sebesar 1.857.763 jiwa, dan tingkat konsumsi 140 kg/capita/tahun, maka kebutuhan beras Kalimatan Tengah sebesar 263.713,66 ton. Dengan perhitungan tersebut, maka pada tahun 2003 Kalimantan Tengah sudah swasembada beras, bahkan surplus sebesar 17.976,84 ton.

(5) Kemampuan penerapan teknologi alsintan Indikator peningkatan luas panen beberapa komoditas pangan utama yang cukup signifikan antara lain dipacu oleh peningkatan kemampuan pengolahan lahan, karena perkembangan jumlah peralatan mesin pertanian. Penambahan peralatan mesin pertanian pada tahun 2003 menyebabkan bertambahnya jumlah alsintan secara menyeluruh sebagai berikut : hand tractor 409 unit, rice mill unit 174 unit, drayer 72 unit, power thersser 258 unit, alat dan mesin pengolahan hasil lainnya 15 unit, 8.968 hand sprayer. Dengan tambahan peralatan tersebut diperkirakan 20.450 Ha dari lahan yang ada, mampu dikerjakan secara mekanis.

(6) Kelulusan Siswa SPP-SPMA Berdasarkan hasil ujian akhir tahun 2003 prestasi yang dapat dicapai terhadap kelulusan siswa SPP-SPMA sebagai berikut : - SPP-SPMA Buntok yang mengikuti ujian akhir 40 siswa dan yang lulus 40 Siswa ( 100 %). - SPP-SPMA Sampit yang mengikuti ujian akhir 25 siswa dan yang lulus 25 Siswa (100 %). - SPP-SPMA Pangkalan Bun yang mengikuti ujian akhir 8 siswa dan yang lulus 8 Siswa (100 %). - SPP-SPMA Tumbang Lahang yang mengikuti ujian akhir 16 siswa dan yang lulus 16 Siswa (100 %)

(7) Distribusi pangan berjalan lancar, baik dari sentra produksi ke wilayah konsumen maupun dari pintu-pintu pelabuhan masuk kewlayah konsumen, sehingga tidak terjadi kenaikan harga yang menyolok antar wilayah, kecuali gangguan distribusi melalui jalur transfortasi sungai pada periode Juli September 2003 di bagian pedalaman.

F. Manfaat

Tingkat kemanfaatan yang dirasakan sebagai nilai tambah dari hasil pelaksanaan Program Pengembangan Agribisnis dan Peningkatan Ketahanan Pangan di Kalimantan Tengah Tahun Anggaran 2003 dapat dikemukakan : 1. Mantapnya kemampuan penyediaan pangan utama, khususnya beras sehingga tahun 2003 ini Kalimantan Tengah sudah surplus beras sebesar 17.976,84 ton. 2. Meningkatnya penggunaan benih unggul bermutu terutama tanaman padi dari 271,15 ton menjadi 302.63 ton

3. Meningkatnya kemampuan sumber daya petani dalam pengelolaan alat dan mesin pertanian. 4. Dengan adanya penyediaan sarana produksi seperti pestisida dapat mengurangi luas tambah serangan hama penyakit tanaman. 5. Meningkatnya keterampilan petani dalam mengelola usahatani. 6. Dengan adanya kelulusan siswa SPP-SPMA memberi manfaat tersedianya tenaga kerja tingkat menengah dibidang pertanian yang terampil dan berkualitas.

G. Dampak

1. Sebagian besar produksi komoditas utama tanaman pangan dan hortikultura tahun anggaran 2003 dibanding tahun 2002 mengalami kenaikan yang cukup berarti terutama padi dari yakni padi 23,73%), jagung (18.19%), Kacang tanah (18,23%) dan Ubi kayu (9,63 %). Bila dilihat dari angka kenaikan, memang tidak terlalu besar tetapi cukup menggembirakan. Peningkatan produksi tersebut selain meningkatkan ketahanan pangan ditingkat keluarga petani, sekaligus menambah pendapatan karena data rata-rata produktifitas per ha juga mengalami kenaikan (khususnya padi dari 25,04 Ku/Ha menjadi 25,10 Ku/Ha). 2. Dampak kegiatan dari program yang dilaksanakan menunjukkan adanya penambahan lapangan kerja dan jumlah tenaga kerja. Pada tahun 2003 jumlah tenaga kerja yang bergerak disubsektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura sebanya 5.445 kelompok tani beserta keluarganya atau 544.500 orang. 3. Dengan bertambahnya peralatan mesin pertanian (hand tractor dan hand sprayer) pada tahun 2003 memberikan peluang dan tambahan lapangan kerja baru dan percepatan pengolahan tanah bagi kelompok tani dan masyarakat dalam pengoperasional alat dan mesin pertanian tersebut. Dengan adanya pengembangan mekanisasi usaha tani mendorong terbukanya lapangan usaha baik dalam pengolahan lahan usaha, jasa usaha peralatan/mesin, perbengkelan, dan lain-lain. 4. Dengan banyaknya kelulusan SPP-SPMA dapat meningkatkan SDM pertanian yang siap pakai, adanya kemandirian perorangan dari siswa, kemudian adanya peluang siswa untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi.

H. Permasalahan dan Upaya Penanggulangan

1. Permasalahan a. Tingkat produktivitas tanaman pangan masih rendah, disebabkan belum digunakannya teknologi anjuran secara benar karena kurangnya modal usahatani. b. Bila dibanding tahun 2002, pencapaian sasaran produksi kedele dan ubi jalar menurun, hal ini disebabkan kedele banyak dipanen muda dan harga tidak mampu bersaing dengan kedele inpor karena biaya satuan produksi cukup besar (tidak efisien). Sedangkan ubi jalar menurun disebabkan alih fungsi lahan ke komoditi ubi kayu. c. Pelayanan sarana produksi di wilayah sentra produksi kurang lancar, karena kurang tersedianya kios-kios saprodi di lokasi sentra produksi, terutama didaerah-daerah pedalaman. d. Masih terbatasnya jumlah alsintan dan lemahnya manajemen pemanfaatan Alsintan melalaui sistem UPJA, baik modal usaha, teknis operasional maupun pelayanan peralatan/suku cadang purna jual dan bengkel Alsintan. e. Pola kemitraan belum berkembang secara berkesinambungan dan saling menguntungkan karena kontinuitas, mutu dan jumlah produksi tidak menentu. f. Dalam operasional pengendalian OPT skala luas khususnya hama belalang, sering kurang efektif dilaksanakan karena sifat eksplosif hama belalng tersebut di samping faktor alam yang mendorong perkembangan hama serta terbatasnya petugas pengamat hama. g. Pembinaan usaha tani oleh penyuluh pertanian dilapangan relatif kurang intensif sehingga kelompok tani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian baik kelas kemampuan kelompok tani maupun kemampuan berwirausahatani belum berkembang kearah kemandirian. Hal ini disebabkan banyak penyuluh beralih profesi dan mutasi tugas terutama di kabupaten-kabupaten pemekaran. h. Minat siswa lulusan SLTP untuk melanjutkan pendidikan ke SPP-SPMA masih rendah dikarenakan belum maksimalnya sosialisasi keberadaan SPP-SPMA. i. Kualifikasi kemampuan tenaga guru/pendidik masih rendah, sebagian besar masih Diploma 3. j. Masih tingginya konsumsi beras per kapita (140 kg/ kapita/tahun) dan kurang difersifikasi konsumsi makanan selain beras.

2. Upaya Penanggulangan a. Mengoptimalkan penerapan teknologi anjuran secara benar dan penguatan modal petani melalui kredit agribisnis. b. Mendorong swasta mendirikan kios-kios sarana produksi di daerah daerah pedalaman. c. Menjamin kepastian harga pasar kedele bagi petani dengan menfasilitasi kemitraan petani dan perusahaan/pabrik tahu dan tempe. d. Memfasilitasi pengadaan alsintan dan menyelenggarakan pelatihan pengelolaan alsintan, meningkatkan penyuluhan dan bimbingan alsintan di tingkat lapangan serta pendayagunaan alsintan melalui relokasi alsintan. e. Menfasilitasi pola kemitraan yang saling menguntungkan antara petani dengan pengusaha melalui kegiatan temu usaha dan diklat kewirausahaan agribisnis. f. Mendorong petani menanam komoditi yang tidak disukai hama belalang melalui perbaikan pola tanam, fasilitasi pengembangan brigade proteksi dan membantu memberikan insektisida kepada petani yang tanamannya terserang hama belalang. g. Mempertahankan jumlah tenaga penyuluh yang sudah ada di masing-masing kabupaten/kota, menambah tenaga penyuluh pertanian sesuai kebutuhan, mendorong kontak tani untuk menjadi penyuluh pertanian swakarsa, menyediakan bantuan operasional penyuluh. h. Melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah (SLTP) di seluruh kabupaten/kota. i. Mendorong tenaga guru SPP-SPMA untuk meningkatkan tingkat pendidikannya (S1/S2). j. Meningkatkan upaya-upaya diversifikasi, baik dari aspek produksi maupun aspek konsumsi, melalui penganekara-gaman tanaman non padi dan diversifikasi makanan non beras dan terigu.