PRASARNA FISIK DAN PERMUKIMAN

A. Program Tahun 2002

  

-  Mempertahankan PSD-PU utilitas yang telah ada Meningkatkan kualitas permukiman dan perumahan khususnya bagi masyaraakat golongan ekonomi lemah.

-  Pemberdayaan   kelompok masyarakat dalam penyediaan dan pemeliharaan PSD - PU (permukiman dan perumahan)

-  Penataan Kawasan kumuh perkotaan/kawasan binaan perkotaan.

-  Pembangunan Prasarana Perkotaan Kota Palangka Raya dalam rangka persiapan pelaksanaan MTQ  XX di Palangka Raya.

 

B.        M a s u k a n

 

No

Program / Proyek

Alokasi Dana (Rp.000)

GOI

BLN

Total

 

I.

1.

2.

 

3.

 

 

 

Dana APBD I

Prasarana  Perkotaan       Fasilitas &

  Prasarana         

Fisik Dinas PU

Prasarana Pameran/ Promosi Perdagangan

 

Sub Total

 

    

15.260.210

 

300.000

 

550.000

 

 

 

-

 

-

 

-

 

 

15.260.210

 

300.000

 

550.000

 

16.110.210

 

-

 

16.110.210

    

II

1

 

2

 

3

 

 

 

 

4

 

 

 

 

5

 

 

Dana APBN

Pengembangan Prasaran

& Sarana Permukiman

Bagpro Peningkatan Kualitas Propinsi Kalteng

Bagpro Pengembangan Prasarana dan Sarana Desa Pusat Pertumbuhan

Pengembangan Perumahan dan Permukiman

Bagpro Pembinaan Bangunan Gedung Propinsi Kalteng

 

 

Sub Total

 

 

8.063.698

 

2.288.454

 

627.600

 

 

 

2.730.610

 

 

173.934

 

 

-

-

 

-

 

 

 

-

 

 

-

 

 

8.063.698

 

2.288.454

 

627.600

 

 

 

2.730.610

 

 

173.934

13.884.096

-

13.884.096

 

T O T A L

 

29.994.306

 

-

 

29.994.306

 

 

C. Kondisi Awal  2002

                                        

Pada Tahun 2001 dapat diselesaikan berupa :                                      

-  Peningkatan pelayanan air minum  menjadi         :      49.092 SR

-  Pembuatan saluran drainase Primer                           :      1.231  M

-  Pembuatan saluran drainese sekunder                       :      8.974 M

-  Pembuatan Jalan lingkungan kayu ulin                       :      7.168 M

-  Pembuatan jalan lingkungan beton/aspal             :      13.608 M

-  Pembuatan sipas                       :      336 Unit

-  Penambahan Truck sampah         :         5 Unit

-  Penambahan Gerobak sampah     :        34 Unit

-         Bantuan  perbaikan   rumah  paska  kerusuhan di Kalimantan Tengah

 

Keberhasilan pembangunan perumahan dan permukiman terlihat dari terwujudnya kondisi lingkungan permukiman yang sehat harmonis dan berkelanjutan.

                          

D.  Hasil yang dicapai  :

                                            

Pada tahun 2002 dapat diselesaikan berupa :

 

-   O & P Drainase Primer/sekunder kota Palangka Raya 65 Km

-   Penyiapan Sarana dan Prasarana MTQ XX Tahun 2002

-   Penataan Kota Palangka Raya dalam rangka pelaksanaan MTQ XX

-   Pembuatan jalan lingkungan kayu ulin sepanjang 2.877 meter

-   Pembuatan jalan lingkungan  sepanjang 8.752,34 meter

-   Pembangunan Balai Pertemuan masing–masing 1 unit di Kecamatan Pahandut, Kecamatan Ketapang, Kecamatan Baamang, Kota Pulang Pisau, Kuala Kapuas.

-   Pembuatan MCK dan Pembuangan Sampah .

-   Penambahan truk sampah 2 unit

-   Penambahan gerobak sampah

-   Pembuatan Jalan Poros Desa (Trans Resetlemen dan Trans Bangdes)  

 

E.  P e n i l a i a n

 

Sesuai target sehingga deviasi nol.dan penilaian secara umum sesuai dengan program, masukan atau penyediaan dana terealisasi   Kegiatan hasil pembangunan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat seperti kemudahan mendapatkan air bersih, pembangunan secara bertahap dan tetap melaksanakan rehabillitasi dan pemeliharaan saluran drainase agar lancar untuk mencegah terjadinya banjir dan genangan air di lingkungan perumahan, jalan lingkungan dan lingkungan perumahan yang bersih dan sehat secara bertahap.

 

F.  M a n f a a t

 

Manfaat yang dirasakan akibat hasil yang dicapai adalah meningkatnya derajat kesehatan masyarakat karena kondisi lingkungan yang terbentuk mendukung terhadap peningkatan kesehatan masyarakat.

 

G. D a m p a k

 

Kondisi lingkungan yang bersih, teratur akan meningkatkan kesehatan masyarakat, sehingga produktifitas kerja naik dan menurunnya biaya yang dikerluarkan untuk biaya pengobatan dan perekonomian masyarakat akan meningkat.

 

Permasalahan Bidang Pengembangan Prasarana Transportasi

 

·             Kondisi Tanah yang sangat lembek; Untuk beberapa lokasi diperlukan konstruksi khusus, namun konsekuensinya biaya konstruksi menjadi sangat mahal. Bahkan dibeberapa tempat penurunan badan jalan masih terus berlangsung (walaupun dalam jangka waktu cukup lama, sampai mencapai stabil yaitu 15 – 20 tahun). Didaerah Tumbang Nusa misalnya akibat gambut yang sangat dalam dan adanya luapan banjir setinggi 2 – 3 M sehingga harus dibangun jalan dengan konstruksi Pile Slab (Elevated Structure) dengan panjang 7 Km dan diperkirakan akan selesai Tahun 2004.

 

·             Material yang sangat langka untuk bahan jalan seperti batu dan pasir dibeberapa tempat, material ini harus di datangkan dari Kalimantan Selatan, daerah Sampit dan Pangkalan Bun bahkan dari pulau Jawa. Dengan banyaknya sungai-sungai besar yang harus di bangun jembatannya, mengakibatkan tingginya biaya penanganan jalan. Hal ini menyebabkan harga satuan konstruksi jalan menjadi sangat tinggi. Pembangunan transportasi darat disamping bertujuan untuk menggerakkan pengembangan ekonomi wilayah, juga untuk membuka isolasi daerah-daerah terpencil.

 

·             Overloading. Pada dasarnya sebuah jalan dibangun dengan kekuatan beban tertentu. Pada jalan yang sudah full structure umumnya beban rencana (MST) adalah 8,16 Ton, sedangkan pada jalan yang belum full structure (MST) direncanakan kurang dari 8,16 Ton. Namun apabila dilihat kenyataan dilapangan truk-truk dengan MST jauh diatas 8,16 Ton banyak yang melintasi jalan tersebut, akibatnya jalan akan cepat rusak dan umur rencana dipastikan tidak akan tercapai.

 

·             Jalan yang dibangun belum sebanding dengan luas wilayah, panjang jalan yang telah dibangun apabila dibandingkan dengan luas wilayah dan kebutuhan daerah masih relatif kecil dan masih banyak wilayah Kalimantan Tengah yang belum terlayani jasa transportasi sehingga potensi belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Jaringan jalan yang ada di Propinsi Kalimantan Tengah belum mampu mengakomodir kebutuhan pelayanan untuk angkutan berat (heavy loaded) karena daya dukung jalan masih rendah dan jaringan jalan tersebut belum mampu meningkatkan aksebilitas ke kawasan terpencil maupun kawasan sentra-sentra produksi.

 

·             Konstruksi jalan yang ada sebagian besar masih berupa jalan tanah (yang beraspal baru 56,67 %), sehingga sangat kondisional terhadap cuaca dan berakibat terganggunya lalu lintas angkutan barang dan orang.

 

·             Beberapa ruas jalan terletak di DAS (Daerah Aliran Sungai) yang sering meluap bila musim hujan sehingga badan jalan sering terendam seperti di daerah Kasongan, Asam Baru (Sampit - Pangkalan Bun) dan Tumbang Nusa (ruas Bereng Bengkel – Pulang Pisau).

 

·             Jalan Lintas Kalimantan Poros Tengah yang melewati Kalimantan Tengah belum tembus semuanya sehingga masih banyak daerah-daerah yang terisolir dan rawan pangan pada saat musim kemarau. Salah satu contohnya di daerah hulu Sungai Barito dan Sungai Kahayan.

 

Penanggulangan Permasalahan

 

Adapun upaya penanggulangan masalah yang telah dan akan dilakukan untuk penanggulangan permasalahan infrastruktur yang ada adalah melalui:

 

·             Diversifikasi Teknologi. Untuk mengatasi kondisi tanah yang sangat lembek diupayakan untuk mendesain konstruksi yang tepat guna sesuai kondisi di lapangan. Namun salah satu konsekwesinya adalah harga satuan menjadi mahal sebab harus membangun konstruksi khusus. Sedangkan untuk menyiasati langkanya material, diupayakan untuk menggunakan tek-nologi dengan sebanyak mungkin menggunakan bahan lokal.

 

·             Koordinasi dengan aparat terkait. Dalam menyikapi adanya overload upaya penanggu-langan yang telah dilakukan adalah melaksa-nakan koordinasi dengan aparat terkait antara lain Kepolisian, Kehutanan, Dinas Pekerjaan Umum, Perhubungan, Organda baik dalam propinsi maupun antar propinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Namun demikian dapat juga diinformasikan bahwa hasil yang dicapai belum seperti yang diharapkan.

 

Permasalahan Bidang Pengembangan Prasarana Perumahan dan Permukiman

 

·             Sejalan dengan perkembangan/pertumbuh-an penduduk serta arus urbanisasi penduduk dari pedesaan ke perkotaan dan penyebaran penduduk yang tidak merata sehingga kawasan-kawasan tertentu cenderung menjadi kumuh terutama diperkotaan yang berdampak pada kawasan sosial, ekonomi dan budaya.

Cara penanggulangan

·             Untuk mengatasi terjadinya daerah kumuh terutama di Kawasan perkotaan secara bertahap diatur sesuai tata ruang dan dibangun kawasan-kawasan permukim-an yang peduli akan lingkungan yaitu dengan memperhatikan saluran-saluran, jalan-jalan lingkungan, persampahan dan dana bergulir swadaya masyarakat untuk pembangunan perumahan yang layak, sehat dan bersih.

Lanjut ke Transpotasi / Jalan Tahun 2003 ..............

Lanjut ke Permukiman Tahun 2003 ......