Pemuda dan Olahraga

1. Program Proyek pada Badan Kepemudaan dan Keolahragaan Propinsi Kalimantan Tengah Tahun Anggaran 2003 terdiri dari :

a. Proyek Pembinaan Pemassalan dan Pembibitan Olahraga di Palangka Raya dengan dana sebesar Rp. 4.800.000.000,- (Empat milyar delapan ratus juta rupiah).

1) Input / Masukan Tahun 2003 : (a) Program pemassalan olahraga dan peningkatan kesegaran jasmani dimaksudkan sebagai salah satu kegiatan dalam peningkatan kesegaran jasmani dalam rangka meningkatkan kualitas fisik yang pada gilirannya dapat meningkatkan prestasi belajar, prestasi olahraga dan produktivitas kerja, dengan olahraga yang bersifat mudah, murah, menarik bermanfaat dan massal. (b) Program pembibitan olahraga yang berkembang dimasyarakat, dimaksudkan untuk melestarikan dan mengembangkan olahraga yang bersifat murah, meriah, massal, menarik dan manfaat seperti jalan santai, lari sehat, sepeda sehat, olahraga tradisional yang digemari masyarakat dan berkembang didaerah seperti pencak silat, lari karung, panjat pinang, logo, gasing dsb. Olahraga kesehatan seperti senam kesegaran jasmani, senam jantung sehat dan senam pernapasan, olahraga rekreasi dan alam terbuka seperti arung jeram, lintas alam dan sebagainya (c) Program Pembinaan untuk kelompok khusus, dimaksudkan untuk mendorong dan memberikan kesempatan kepada kelompok-kelompok khusus untuk berperan serta berprestasi pada kejuaraan khusus (misalnya penyandang cacat & kelompok usia lanjut usia). (d) Program kelembagaan dan organisasi cabang olahraga daerah, baik olahraga prestasi maupun olahraga masyarakat pada tingkat propinsi maupun kabupaten serta peningkatan koordinasi antara instansi / lembaga yang terlibat dalam pembinaan dan pengembangan olahraga. (e) Program pendidikan, pelatihan dan penyuluhan olahraga, dimaksudkan untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan dan kualitas sumber daya manusia dibidang olahraga baik dari Aspek keilmuan, manajemen maupun ketrampilan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga.

2) Hasil yang dicapai / Realisasi Program Tahun 2003 (Output) : (a) Peningkatan kuantitas dan kualitas masyarakat terhadap kegiatan olahraga daerah. (b) Terciptanya / tersedianya lokasi / sarana dan prasarana olahraga yang representatif di daerah –daerah. (c) Peningkatan kuantitas dan kualitas masyarakat yang peduli olahraga. (d) Pengadaan / peningkatan kelengkapan sarana dan prasarana latihan olahraga di masyarakat. (e) Pemeliharaan aktivitas dan prestasi olahraga di tingkat SD sampai dengan Perguruan Tinggi (baik ditingkat Desa, Kecamatan, sampai dengan tingkat Nasional. (f) Peningkatan kuantitas dan kualitas generasi baru (anak dibawah usia 10 tahun) yang telah mulai ditanam nilai-nilai keolahragaan. (g) Penyediaan atlet yang siap untuk dibina dan berprestasi pada cabang olahraga unggulan daerah. (h) Tercapainya sejumlah masyarakat yang mempunyai dedikasi / loyalitas yang tinggi terhadap olahraga serta keikutsertaan seluruh lapisan masyarakat. (i) Terlaksananya penyelenggaraan kompetisi dan pertandingan yang teratur dan berjenjang serta berkesinambungan diseluruh sekolah dari tingkat SD sampai dengan perguruan tinggi. (j) Tersedianya kelengkapan prasarana dan sarana olahraga diseluruh sekolah dari tingkat SD sampai dengan perguruan tinggi, organisasi dan klub-klub di daerah. (k) Terlaksananya pengembangan dan penerapan model olahraga (khusus untuk anak di bawah usia 10 tahun) didalam masyarakat. (l) Terlaksananya pembibitan dan generasi atlet cabang olahraga unggulan bagi pelajar, mahasiswa yang berpotensi terhadap minat atau berprestasi dibidang olahraga atau masyarakat putus sekolah / tidak mampu sekolah.

3) Penilaian antara Program dan Realisasi Program Tahun 2003 : (a) Semua kegiatan dalam proyek sudah tercapai 100 %. (b) Sudah berjalan walaupun masih terbatasnya dana. (c) Atlet yang dibina dan berprestasi pada olahraga cabang unggulan masih sedikit. (d) Ada dukungan dari Pemda walaupun dana masih terbatas. (e) Sudah berjalan dan bekerja sama dengan KONI untuk membina atlet berprestasi. (f) Meningkatnya kualitas dan kwantitas olahraga masyarakat. (g) Peningkatan kegiatan olahraga yang terprogram. (h) Terlaksananya sejumlah masyarakat yang mempunyai dedikasi / loyalitas yang tinggi terhadap olahraga serta keikutsertaan seluruh lapisan masyarakat. (i) Terlaksananya penyelenggaraan kompetisi dan pertandingan yang teratur dan berjenjang serta berkesinambungan diseluruh sekolah dari tingkat SD sampai dengan Perguruan Tinggi. (j) Terlaksananya pembibitan dan generasi atlet cabang olahraga unggulan bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat yang berpotensi terhadap minat atau berprestasi dibidang olahraga.

4) Benefit ( Manfaat ) : (a) Peningkatan kegiatan organisasi / klub / persatuan olahraga didalam masyarakat yang aktif menyelenggarakan / mengikuti kejuaraan – kejuaraan keolahragaan. (b) Peningkatan kegiatan olahraga yang terprogram. (c) Penyediaan sarana ajang prestasi olahraga dan hiburan bagi masyarakat. (d) Peningkatan kuantitas dan kualitas latihan yang terprogram dan berjenjang mulai dari tingkat SD sampai dengan Perguruan Tinggi. (e) Penyiapan Generasi Baru yang potensial olahraga (anak dibawah usia 10 tahun) yang telah mulai dididik dan diarahkan kepada cabang-cabang tertentu. (f) Penyiapan atlet secara terprogram.

5) Impact ( Dampak ) : (a) Peningkatan kualitas dan kuantitas kegiatan olahraga masyarakat. (b) Memunculkan prestasi-prestasi olahraga masyarakat. (c) Sumber kuantitas dan kualitas latihan dan sekaligus sebagai tolak ukur dari kegiatan organisasi olahraga di daerah. (d) Tersedianya Generasi Muda (bibit) olahraga untuk dididik atau dibina khususnya untuk cabang-cabang olahraga tertentu. (e) Tersedianya bibit dan pemandu olahraga sehingga program dan kegiatan-kegiatan olahraga berjalan sesuai harapan. (f) Mempertahankan prestasi cabang olahraga unggulan untuk daerah.

6) Permasalahan yang dihadapi dan upaya penanggulangan :

Masalah : 1. Fasilitas sarana dan prasarana olahraga di Kalimantan Tengah masih belum lengkap dan terbatas. 2. Prestasi atlet cabang olahraga yang potensial di Kalimantan Tengah masih tertinggal dari daerah lain. 3. Perhatian masyarakat dan dunia usaha terhadap olahraga masih rendah. 4. Minat masyarakat terhadap olahraga masyarakat masih kurang. 5. Program masih belum berjalan sepenuhnya karena masih terbatas dana. 6. Masih kurang perhatian terhadap atlet penyandang cacat dan kelompok usia lanjut. 7. Koordinasi antar Instansi belum berjalan dengan baik terutama mengelola dana dekonsentrasi. 8. Tidak ada masalah karena ada perhatian pemerintah walaupun dilaksanakan secara bertahap.

b. Proyek Pembinaan Organisasi dan Aktivitas Generasi Muda dan Pramuka di Kalimantan Tengah sebesar Rp.1.300.000.000,- (Satu milyar tiga ratus juta rupiah).

1) Input/Masukan Tahun 2003 : (a) Mendata jumlah anak, remaja / pemuda di Kalimantan Tengah dan mengklasifikasi dalam kelompok binaan. (b) Mendata organisasi kemasyarakatan / LSM / lembaga pemerintah yang bergerak dalam pembinaan anak, remaja dan pemuda serta pengembangannya. (c) Mendata fasilitas umum baik pemerintah maupun swasta yang ditujukan untuk pembinaan pengembangan anak, remaja dan pemuda. (d) Melaksanakan program kegiatan rutin / teporer / proyek tentang pembinaan dan pengembangan anak, remaja dan pemuda. (e) Memantau/memonitoring Pembangunan dan penyediaan fasilitas (sarana/prasarana) kepemudaan di daerah Kabupaten / Kota. (f) Menyusun Laporan kegiatan / aktivitas organisasi di Kalimantan Tengah . (g) Menyiapkan bantuan-bantuan dana dari KNPI.

2) Hasil yang dicapai / Realisasi Program Tahun 2003 (Output) : (a) Meningkatkan jumlah Pemuda yang menerima dan memahami akibat negatif dari narkoba / AIDS. (b) Meningkatnya jumlah Pemuda yang memahami makna kesehatan reproduksi bagi pemuda dan terhindarnya dari penyakit menular seksual termasuk HIV / AIDS. (c) Adanya masukan pengibar bendera pusaka yang memiliki kwalifikasi yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pengibar bendera pusaka pada upacara HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. (d) Meningkatnya jumlah anggota pemuda yang menerima dan memahami prinsip-prinsip kerja dalam kebersamaan/kelompok sebagai upaya mempererat dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. (e) Meningkatkan kemampuan pemuda untuk menggalang dan menciptakan suasana persaudaraan dan kebersamaan antar sesama tanpa dipengaruhi oleh latar belakang SARA, Wilayah dan Bangsa. (f) Dengan penyuluhan pemuda dalam rangka pemberantas-an HIV / AIDS maka semakin banyak jumlah pemuda yang memahami akibat negatif dari narkoba, HIV/ AIDS. (g) Dalam latihan paskibraka semakin banyak jumlah anggota paskibraka yang memiliki keterampilan khusus sebagai masukan pengibaran bendera pusaka. (h) Dengan kemah kerja pemuda maka jumlah pemuda yang menerima dan memahami prinsip pekerjaan kelompok. (i) Dengan pemuda pelopor maka semakin banyak pemuda handal, pekerja keras, penuh dedikasi yang menjadi panutan dikalangan pemuda dan lingkungan. 3) Penilaian antara Program dan Realisasi : Semua kegiatan dalam proyek sudah tercapai 100 %.

4) Benefit ( Manfaat ) : (a) Mewujudkan generasi muda yang sehat, berkualitas, maju, mandiri dan berprestasi. (b) Membina generasi muda untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan dan kreativitas dan aktivitas. (c) Membina kesadaran persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara dikalangan generasi muda. (d) Membina generasi muda yang bertanggung jawab terhadap pribadi dan lingkungannya. (e) Makin banyak pemuda yang memiliki daya tangkal untuk tidak terjerumus sebagai pengguna Narkoba dan mampu menghindar diri dari terjangkitnya HIV / AIDS. (f) Meningkatnya kemampuan anggota Paskibraka dengan kualifikasi yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pengibar bendera pusaka pada Upacara HUT Kemerdekaan RI. (g) Meningkatnya jumlah anggota pemuda yang bekerja keras, penuh dedikasi untuk mencapai tujuan.

5) Impact ( Dampak ) : (a) Meningkatnya kualitas pemuda yang memiliki kemampuan kualitas dan kesehatan yang memadai untuk berperan lebih baik dalam mengisi pembangunan bangsa. (b) Meningkatnya kemampuan keterampilan anggota Paskibraka, memperkokoh percaya diri sebagai kader pemuda patriot yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan masyarakat sekitarnya. (c) Meningkatnya rasa solidaritas antar sesama pemuda sebagai wujud dari tertanamnya prinsip-prinsip kerjasama, berkelompok sehingga mempererat dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. (d) Meningkatnya jumlah anggota pemuda yang berhasil mencapai tujuan karena kerja keras dengan penuh dedikasi yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan yang bersangkutan dan orang lain.

6) Permasalahan yang dihadapi dan upaya penanggulangan :

Masalah : - Banyak organisasi yang tidak berjalan lagi. - Terbatasnya sumber daya - Masih belum lengkap data yang ada pada instansi terkait. - Kurang disiplinnya OKP dalam mengirim data / laporan sesuai permintaan BAPORA

Upaya penanggulangan : - Supaya membangun komunikasi diantara OKP dan LSM dengan lembaga pemerintah. - Bekerja sama dengan instansi terkait langsung untuk mendapatkan data. - Meminta dengan surat untuk memberikan laporan kegiatan / aktivitas OKP pada tahun-tahun berikutnya.