Pariwisata dan Seni Budaya

 

Peta Tujuan Wisata Kalimantan Tengah

Pada tahun 2001 telah dilaksanakan pembangunan fasilitas dan sarana pariwisata, promosi/pameran pariwisata dan seni budaya, dengan tujuan akhir untuk menarik para wisatawan ke Kalimantan Tengah.

          Dengan berlakunya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, maka kewenangan Dinas Pariwisata dan Seni Budaya yang selama ini tercantum dalam Peraturan Pemerintah  Nomor 24 Tahun 1979, beralih menjadi kewenangan Kabupaten/Kota dalam upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat antara  lain melalui pembinaan izin usaha pariwisata yang mudah dan cepat. Dalam era otonomi daerah tersebut, urusan urusan kepariwisataan terutama yang menyangkut usaha dan jasa pelayanan pariwisata menjadi kewenangan pemerintah  Kabupaten/Kota,  maka    kekuatan - kekuantan   suatu  daerah  disamping  mengandalkan kemampuan sumber daya alam yang dimiliki oleh masing-masing daerah seperti sektor kehutanan, perkebunan, pertambangan dan industri, dimasa depan tetap memegang peranan strategis dan pariwisata diharapkan menjadi sumber pertumbuhan baru dalam perekonomian daerah.

             Berdasarkan Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata  Nomor : KEP -  012/MKP/IV/2001 tanggal 2 April 2001 telah diatur pedoman umum perizinan  usaha pariwisata bagi daerah Kabupaten/Kota sebagai berikut :

1)      Usaha Jasa yang terdiri dari atas :

a.       Jasa Biro Perjalanan Wisata ;

b.      Jasa Agen Perjalanan wisata ;

c.       Jasa Pramuwisata ;

d.      Jasa Konvensi, Perjalanan Isentif dan Pameran ;

e.       Jasa Impresariat ;

f.        Jasa Konsultan Pariwisata ;

g.       Jasa Informasi Pariwisata.

2)      Pengusaha Obyek dan Daya Tarik Wisata yang dikelompokkan dalam  :

a.       Pengusaha Obyek dan Daya Tarik Alam ;

b.      Pengusaha Obyek dan Daya Tarik Budaya ;

c.       Pengusaha Obyek dan Daya Tarik Minat Khusus.

3)      Usaha Sarana Pariwisata yang terdiri dari  :

a.       Penyediaan Akomodasi ;

b.      Penyediaan Makan dan Minum ;

c.       Penyediaan Angkutan Wisata ;

d.      Penyediaan Sarana Wisata Tirta :

e.       Kawasan Pariwisata.

Kecuali terhadap usaha pariwisata yang memerlukan izin yang bersifat khusus yang dikeluarkan  oleh instansi teknis, Pemda Kabupaten/Kota memberikan rekomendasi yang ditujukan kepada instansi terkait yang bersangkutan  antara lain Izin perjalanan Umroh bagi Biro Perjalanan Wisata.

Keberadaan pariwisata dengan diberlakukannya Otonomi Daerah lebih pada kegiatan yang bersifat koordinasi, perencanaan makro, pembinaan dan standarisasi kepariwisataan daerah, pelatihan serta promosi daerah.

            Sesuai kewenangan Pemerintah Propinsi di bidang pariwisata dengan memperhatikan tantangan, kendala dan peluang yang dihadapi disektor pariwisata, maka program pembangunan pariwisata dalam tahun 2001 melipuiti  :

v     Administrasi dan Pengembangan Proyek, 1 Paket

v     Pengadaan Sarana Promosi Pariwisata Gedung Mandala Wisata, 1 Paket

v     Pemasaran Pariwisata di Dalam Negeri, 1 Paket

v     Peningkatan SDM Aparatur Dinas Pariwisata dan Seni Budaya, 1 Paket

v     Pembinaan dan Pengawasan Kepariwisataan dan Seni Budaya, 1 Paket

v     Penelitian perencanaan dan pendataan Obyek Wisata di Kalimantan Tengah, 1 Paket.

v     Promosi Pariwisata di Luar Negeri, 1 Paket

v     Mengikuti Rapat WTW E dan Festival Borneo 2001, 1 Paket

v     Bimbingan penyuluhan Sadar Wisata bagi masyarakat  di Obyek Wisata, 1 Paket

v     Evaluasi Hasil Pemasaran Dalam Negeri dan Luar Negeri, 1 Paket

 

Kondisi awal tahun 2001

Dalam Tahun Anggaran 2001, dengan mengacu kepada program pembangunan di sektor pariwisata, Dinas Pariwisata dan Seni Budaya Propinsi Kalimantan Tengah mendapat alokasi anggaran yang bersumber dari APBD Propinsi Kalimntan Tengah terdiri dari :

a. Anggaran Rutin sebesar Rp.1.522.400.000,- (satu milyar lima ratus dua puluh dua juta empat ratus ribu rupiah) untuk keperluan :

v     Belanja pegawai

v     Belanja Barang

v     Belanja pemeliharaan

v     Belanja Perjalanan Dinas

v     Belanja lain lain.

b.   Anggaran Pembangunan sebesar Rp.750.000.000,- (tujuh ratus lima puluh juta rupiah) yang dituangkan dalam proyek  :

a).Peningkatan Fasilitas dan Prasarana Fisik Dinas Pariwisata dan Seni Budaya di Kota Palangka Raya sebesar Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah), dengan rincian kegiatan untuk merenovasi gedung Mandala Wisata, Jl. D.I. Panjaitan Palangka Raya

b).Pengembangan Pemasaran dan Pemeliharaan Pariwisata tersebar di 6 Kab/Kota sebesar Rp. 550.000.000,- (lima ratus lima puluh juta rupiah), dengan rincian kegiatan  meliputi :

-     Administasi dan Pengendalian Proyek

-     Penyelenggaraan Festival Budaya Isen Mulang

-     Mengikuti Rapat WTW E Kalimantan dan Festival Borneo

-     KKPO (Komisi Koordinasi Pemanfaatan Obyek Wisata Alam)

-     Peningkatan SDM Aparatur Dinas Pariwisata dan Seni Budaya

v     Sarana penunjang paket wisata susur sungai.

v     Promosi melalui pagelaran seni budaya di TMII

v     Pembuatan sarana/bahan promosi.

 

R e a l i s a s i

      Dari hasil program 2001 dapat dicapai :

      -     Tersedianya tempat sebagai pusat informasi mengenai potensi pariwisata disamping tempat pertunjukan kesenian/kebudayaan     diharapkan dapat dijadikan mininya Kalimantan Tengah bertempat di Gedung Mandala Wisata. Sedangkan Anjungan Kalimantan Tengah di TMII dijadikan sebagai jendela propinsi potensi pariwisata dan kebudayaan.

-     Terbina dan berkembangnya kegiatan usaha-usaha Pariwisata dan Seni Budaya.

-     Penyempurnaan Sarana dan Prasarana Fisik serta tersedianya fasiltas dan sarana kerja yang memadai untuk penunjang kelancaran tugas aparatur dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

-     Terdeteksi dan ditemukannya obyek-obyek wisata baru untuk di kembangkan dimasa mendatang.

-     Meningkatnya pembangunan fasilitas dan sarana promosi pariwisata dan Seni Budaya.

-     Penyempurnaan fasilitas dan sarana pariwisata sebagai terminal wisata susur sungai di Palangka Raya.

v     Mengikuti promosi/pameran Pariwisata dan seni budaya termasuk seni kerajinan rakyat di beberapa arena pameran.

v     Keberadaan sumber daya manusia yang menangani perkembangan kepariwisataan semakin meningkat

 

            Penilaian antara program dan realisasi.

Pelaksanaan program 2001, diharapkan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan khususnya dalam rangka memberdayakan masyarakat melalui Pengembangan Pariwisata Inti Rakyat, dengan manfaat sebagai berikut :

      -     Meningkatnya produksi dan kualitas produk wisata.

-   Bertambahnya kegiatan masyarakat di sekitar obyek-obyek wisata.

-   Terbukanya kawasan pemasaran produk wisata baik di Kalimantan Tengah  maupun luar daerah bahkan luar negeri.

-   Mempercepat/menunjang penanggulangan/pengentasan kemiskinan dengan munculnya usaha-usaha pariwisata bagi masyarakat, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

-   Menyerap tenaga kerja sehingga pengangguran secara bertahap dapat teratasi.

-   Meningkatnya kualitas sumberdaya manusia yang secara tidak langsung akan meningkatkan kesejahteraan.

         Dengan demikian pembangunan kepariwisataan di Kalimantan Tengah diarahkan pada peningkatan pariwisata menjadi sektor yang mampu menggalakan kegiatan perekonomian, sehingga mampu meningkatkan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha, meningkatkan pendapatan  masyarakat  dan  pada  akhirnya  memberikan  kontribusi yang lebih besar untuk meningkatkan pendapatan daerah melalui pengembangan dan pendayagunaan secara optimal potensi pariwisata daerah.

 

Sektor Pos dan Telekomunikasi

 

Program Tahun 2001:

 

 Program Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi Propinsi Kalimantan Tengah Tahun 2001 pada dasarnya diarahkan pada : Peningkatan Keselamatan sistem perhubungan dan telekomunikasi serta Peningkatan Pelayanan jasa perhubungan dan telekomunikasi. Program tersebut untuk mendukung terwujudnya upaya mengentaskan kemiskinan melalui peningkatan pendapatan, perluasan kesempatan kerja, memperkokoh ekonomi kerakyatan, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan investasi, membuka keterisolasian antar daerah, mengem-bangkan wilayah pemerintahan, membangun infrastruktur, memelihara kelestarian lingkungan, meningkatkan pendapatan asli daerah dan meningkatkan pelayanan sosial kemasyarakatan.

 

Program sub-sektor pos dan telekomunikasi meliputi :

v     koordinasi dan pengawasan penggunaan frequensi oleh Orari, Rapi, Radio Siaran dan Radio Konsesi.

v     pembinaan penyelenggaraan usaha dibidang jasa pos, jasa titipan dan jasa telekomunikasi.

v     pembinaan teknis Orari dan Rapi.

 

Program Pembangunan Tahun 2001, pada dasarnya diarahkan untuk menambah dan memantapkan prasarana  pos dan telekomunikasi dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pelayanan, yang terdiri atas 1 Proyek APBN, yaitu :

 

Proyek Pengendalian Frequensi Radio Kalimantan Tengah (APBN) dengan pagu DIP sebesar Rp. 691.016.000,00,- untuk kegiatan :

v     Pengadaan alat pengolah data 3 unit dan peralatan sarana gedung 64 unit.

v     Pengadaan peralatan telekomunikasi 15 unit

v     Pembangunan sarana lingkungan gedung (pagar 235 M, jalan lingkungan 400 M2, dan halaman parkir 290 M2)

v     Pembangunan rumah negara beserta fasilitas air dan listrik 3 unit.

 

Kondisi Awal Tahun 2001

Pembinaan kegiatan Pos dan Telekomunikasi pada awal tahun 2001 dilakukan oleh Kantor Wilayah Departemen Perhubungan Propinsi Kalimantan Tengah .

Kantor Wilayah Departemen Perhubungan Propinsi Kalimantan Tengah sebagai Unit Kerja vertikal Departemen Perhubungan di daerah melakukan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan tugas operasional 9 Unit Pelaksana Teknis dibidang Perhubungan Laut, 7 Unit Pelaksana Teknis dibidang Perhubungan Udara dan 5 Unit Pelaksana Teknis dibidang Perhubungan Darat ( Sungai, Danau dan Penyebe-rangan ) serta pembinaan administratif terhadap 4 Unit UPT Direktorat Jenderal dilingkungan Departemen Perhubungan di Propinsi Kalimantan Tengah ( termasuk Satuan Kerja Balai Monitoring Frekensi di Palangka Raya ). Disamping hal tersebut juga melakukan bimbingan teknis terhadap kualitas pelayanan BUMN yang terkait dengan penyelenggaraan usaha dibidang transportasi, pos dan telekomunikasi di Propinsi Kalimantan Tengah.

Dengan berlakunya pelaksanaan Otonomi Daerah, Kantor Wilayah Departemen Perhubungan Propinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya di-integrasikan ke Pemerintah Propinsi Kalimantan Tengah, 5 Unit Pelaksana Teknis dibidang Transportasi sungai, danau dan penyeberangan di-integrasikan ke Pemernitah Kabupaten / Kota, sedangkan 9 Unit Pelaksana Teknis dibidang Perhubungan Laut, 7 Unit Pelaksana Teknis dibidang Perhubungan Udara dan 4 UPT Direktorat Jenderal masih menjadi Unit Pelaksana Teknis Departemen Perhubungan di daerah.

Pelaksanaan Proyek Pembangunan Tahun 2001 yang berasal dari dana APBN juga di-integrasikan ke Pemerintah Propinsi Kalimantan Tengah.

 

Realisasi

Realisasi yang telah dilakukan sub-sektor Pos dan Telekomunikasi meliputi :

v     Pelaksanaan Ujian Amatir Radio di Palangka Raya dan Kapuas

v     Pemberian  Izin penggunaan frekuensi bagi anggota Orari dan Rapi yang telah memenuhi syarat

v     Pemberian Rekomendasi untuk perizinan Radio Siaran

v     Monitoring laporan kegiatan Wartel, Pos dan Jasa Titipan

Untuk bidang pembangunan, telah direalisasikan sesuai dengan  DIP Tahun 2001.

Penilaian antara Program dengan Realisasi

Program kegiatan rutin dalam realisasinya masih belum dapat dillaksanakan secara ptimal, karena anggaran yang tersedia dalam DIKDA masih belum mencukupi.

Program pembangunan  meskipun secara fisik dapat dilaksanakan 100 % namun terdapat kendala-kendala pada saat permulaannya, karena masalah-masalah yang sifatnya administratif.

Permasalahan yang dihadapi dan rencana penanggulangannya.

Permasalahan yang dihadapi pada dasarnya adalah minimnya anggaran yang tersedia untuk suatu kegiatan pembinaan, pengawasan maupun pembangunan. Rencana penanggulangannya adalah dengan mengajukan rencana anggaran  yang  mencukupi / wajar untuk pelaksanaan kegiatan.

 

Masukan.

 

Untuk mendukung pelaksanaan pembangunan Pariwisata dan Seni Budaya tahun 2002 masukan input yang digunakan antara lain sumber daya manusia yang dimiliki Dinas Pariwisata dan Seni Budaya Propinsi Kalimantan Tengah sebagai obyek wisata dan sarana/prasarana pendukung pariwisata dan seni budaya serta sumber dana yang diperoleh pada tahun anggaran 2002 dari APBD sebesar Rp.800.000.000,- (Delapan ratus juta rupiah) Proyek Pengembangan Pemasaran dan Pemeliharaan Pariwisata tersebar di 6 (enam) Kab/Kota tahun anggaran 2002.

 

Keluaran.

 

Dari pelaksanaan program pembangunan pariwisata dan seni budaya tahun 2002 beberapa keluaran yang dihasilkan adalah sebagai berikut  :

 

a.         Terbina dan berkembangnya kegiatan usaha-usaha pariwisata dan seni budaya.

b.         Penyempurnaan sarana dan prasarana fisik dan tersedianya fasilitas dan sarana kerja yang memadai untuk menunjang kelancaraan tugas aparatur dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

c.          Terdeteksi dan ditemukannya obyek-obyek wisata baru untuk dikembangkan dimasa mendatang.

 

Hasil-hasil yang dicapai.

 

a.         Upaya meningkatkan produksi dan kualitas produk wisata melalui program pembangunan tahun 2002 (evaluasi program) telah dilaksanakan lebih kurang 100 %.

b.         Kegiatan masyarakat disekitar obyek-obyek wisata menunjukan peningkatan seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke obyek wisata seperti ke Taman Nasional Tanjung Puting Tahun 2002.

Peningkatan kunjungan ODTW TNTP dua kali lipat dari tahun sebelumnya, yaitu total 1.257 orang (wisman dan wisnus) dengan lama tinggal rata-rata 14 hari.

Hal ini berarti telah memberikan keuntungan dari segi keuangan (pemasukan) untuk daerah setempat lebih kurang Rp. 2.639.700.000,- di luar dana jasa pariwisata.

Jika rata-rata kenaikan angka kunjungan setiap tahunnya mengalami kenaikan dua kali lipat, maka dapat diprediksikan bahwa hingga tahun 2005 kunjungan wisatawan ke Kalimantan Tengah dengan destinasi utama TNTP kira-kira mencapai jumlah 10.056 orang.

c.          Terselenggaranya event attraction setara core event dan major event (Pekan Budaya Isen Mulang, SUBUD, PORDA dan Pameran Benda-benda Budaya)

Kegiatan tersebut berhasil mendatangkan wisatawan 3.251 orang, lebih sebagai pelaku expansion of life erat berkait dengan produk wisata yang ditawarkan berkemasan something to do nilai uang masuk (NUM) ditempat peneyelenggaraan dari beberapa event attraction dimaksud tahun 2002, lebih kurang Rp. 3.413.550.000,-

 

d.         Terserap tenaga kerja masing-masing pada :

1. Usaha Sarana Pariwisata (Hotel) :  3,32 %

2.  Usaha Jasa Pariwisata ( BPW )   :  0,60 %

3.  Pengusahaan ODTW                 :  0,05 %

dari angka pencari kerja terdapat di Kalimantan Tengah.

 

Manfaat.

 

Tingkat kemanfaatan yang dirasakan sebagai nilai tambah dari hasil pelaksanaan program pem-bangunan pariwisata dan seni budaya tahun 2002 dapat dikemukakan  :

 

a.   Meningkatnya produksi dan kualitas produk wisata.

b.   Bertambahnya kegiatan masyarakat di sekitar obyek-obyek wisata.

c.    Terbukanya kawasan produk wisata baik di Kalimantan Tengah maupun luar daerah bahkan di luar negeri.

 

Dampak.

 

Dampak yang dicapai berdasarkan manfaat yang dihasilkan adalah  :

 

a.   Mempercepat menunjang penanggulangan/ pengentasan kemiskinan dengan munculnya usaha-usaha bagi masyarakat.

b.   Meningkatnya kualitas sumber daya manusia secara tidak langsung akan dapat meningkatkan kesejahteraan.

Lanjut ke Tahun 2003 .....