|
1. |
Perisai adalah alat penangkis, merupakan salah
satu alat kelengkapan untuk mempertahankan diri, walaupun
pemiliknya/pemegangnya nampaknya bersahaja, namun pada hakekatnya
selalu ingin selaras dan sesuai dengan perkembangan jaman, terus
maju berjuang melawan kemelaratan untuk menegakkan kebenaran yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan berdasarkan Undang Undang Dasar
1945 dan Pancasila. |
|
|
|
|
2. |
Bidang lengkung hitam bertahtakan aksara "
Palangka Raya " putih, melambangkan kehidupan suci, bersih,
teguh dan kokoh oleh karena itu sifatnya kekal. |
|
|
|
|
3. |
Bunga melati berdaun lima di tengah,
melambangkan kepamongprajaan yang menghiasi petugas-petugas /
pejabat-pejabat pamongpraja di Indonesia |
|
|
|
|
4. |
Bundaran di dalam, melambangkan sejarah asal
mula terjadinya sebuah kota ( merupakan alun-alun atau kegiatan
penduduk), kemudian dihubungkan dengan jalur jalan kesegala
jurusan sebagai syarat pengembangan kota
|
|
Khusus |
|
1. |
Palangka Raya terdiri dari kata-kata "
Palangka dan Raya " ( Palangka Bulau ) berasal dari suatu
wadah bernama Palangka (bagian muka dan belakang, melukiskan
bentuk dan gambar burung elang) yang menurut kepercayaan leluhur /
nenek moyang suku dayak, dipakai oleh Ranying Mahatala Langit (
Tuhan Yang Maha Esa ) untuk menurunkan manusia pertama keatas
dunia |
|
|
|
|
2. |
Setangkai padi berdaun emas helai dan tujuh
belas butir buahnya, setangkai kapas berdaun lima helai dan enam
buahnya yang sudah mekar dan putih, melambangkan saat peresmian
Pemerintah Kota Palangka Raya mulai berotonomi penuh pada tanggal
17 juni 1965. |
|
|
|
|
3. |
Warna dasar hijau menyatakan secara geografis
wilayah Kota Palangka Raya 75 % terdiri dari hutan dan danau,
berartikan kesuburan. Warna dasar kuning melambangkan kejayaan,
cerah, terbuka dan berkembang. |
|
|
|
|
Arti Keseluruhan Lambang.
|
|
|
|
|
1. |
Keberanian / kemauan membangun Kota Palangka
Raya dari suatu daerah hutan, menjadi kota bersemboyan
" ISEN MULANG ", dengan modal alam dan tenaga
demi kejayaan negara pada umumnya dan rakyat Kalimantan pada
khususnya |
|
|
|
|
2. |
Dilengkapi dengan amal, kegiatan, cita-cita dan
tekad kepamongprajaan bersemboyan " Tut Wuri Handayani
" untuk membina / membimbing masyarakat ke arah kesejahteraan
rohaniah dan jasmaniah berpedoman falsafah negara Pancasila. |
|
|
|
|
|
|
| |
|