KESEJAHTERAAN SOSIAL

KESEJAHTERAAN SOSIAL

a. Kebijaksanaan Pembangunan.
Sesuai dengan tujuan dan arah pembangunan daerah Kalimantan Tengah, maka kebijaksanaan yang ditempuh pada tahun 2003 adalah sebagai berikut :
1) Pembinaan dan pengembangan peran serta masyarakat, diarahkan untuk meningkatkan kepedulian dan kepekaan masyarakat dalam penanganan masalah kesejahteraan sosial dan lingkungannya secara profesional dan melembaga.
2) Pembinaan, pengembangan potensi dan kesejahteraan sosial, diarahkan untuk meningkatkan taraf kesejahteraan sosial masyarakat bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).
3) Bantuan dan atau rehabilitasi sosial, diarahkan untuk mengembalikan dan meningkatkan kemampuan warga masyarakat baik perorangan, kelompok/keluarga agar dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar.
4) Perlindungan dan jaminan kesejahteraan sosial, diarahkan pada pemberian perlindungan pada anak, perempuan, lanjut usia dari berbagai tindak kekerasan dan salah.

b. Pelaksanaan Proyek APBD Tahun 2003.
Dinas Kesejahteraan Sosial pada tahun 2003 mendapat alokasi dana proyek APBD sebesar Rp. 1.725.000.000,00 meliputi 4 (empat) proyek, yaitu:

1) Proyek Pelayanan Kesejahteraan Sosial dan Pembinaan Kepahlawanan, dengan dana sebesar Rp. 1.025.000.000,00
Pelaksanaan Kegiatan :
(a) Pemeliharaan TMP Sanaman Lampang :
 Pengadaan bendera dan pembuatan kijing
 Perbaikan /penggantian pirirngan ( kabel ) listrik dan lampu mercuri
(b) HUT Proklamasi dan Hari Pahlawan
 Pemberian santunan/tali asih kepada janda pahlawan, perintis kemerdekaan, anggota angkatan 45, Warakawuri, Wredatama, LVRI dan Tokoh Masyarakat, 500 orang
 Pemberian santunan/tali asih kepada janda pahlawan dan perintis kemerdekaan, 54 orang
(c) Koordinasi program penanganan masalah sosial.
(d) Penyantunan Anak Putus Sekolah di Panti Sosial Bina Remaja Majar Tabela Palangka Raya, 80 orang.
(e) Penyantunan wanita rawan sosial ekonomi di Panti Sosial Karya Wanita Palangka Raya, 30 orang
(f) Identifikasi lokasi pemukiman terpencil, 1 kegiatan
(g) Penyelenggaraan, Hari Anak, Hari Keluarga, dan hari Lanjut Usia, 1 kegiatan.
(h) Bantuan sosial dan penanggulangan korban bencana :
 Pemulangan orang terlantar, 70 orang.
 Bantuan sosial anak sekolah dari keluarga miskin melalui GN-OTA, 200 orang.
(i) Bantuan Tolkit kepada penyandang cacat, 30 paket
(j) Bantuan sarana kantor, 3 orsos
(k) Bantuan sarana pelayanan, 3 panti.
(l) Pemberdayaan karang Taruna, 2 kegiatan.
(m) Bantuan operasional, BKKKS
(n) Bantuan paket untuk panti asuhan, 18 paket.
Realisasi Fisik : 100 %.

2) Proyek Bantuan Pembangunan Bagi Pejuang / Angkatan 45 di Kota Palangka Raya, dengan dana sebesar Rp. 345.000.000,00.
Pelaksanaan Kegiatan :

(a) Rehabilitasi Taman Makam Pahlawan Sanaman Lampang Palangka Raya, yaitu :
 Pekerjaan lanjutan pemasangan lantai keramik jalan masuk, 331,40 M2
 Rehabilitasi drainase sepanjang 188 M
 Penanaman rumput dan urugan tanah subur
 Penambahan lampu mercuri/listrik pada halaman parkir.

(b) Pembangunan Taman Makam Bahagia 11.514 M2
 Pembuatan jalan masuk lebar 4 m dan panjang 205,23 M
 Pembuatan saluran drainase panjang 494,5 M
Realisasi Fisik : 100 %.

3) Proyek Penunjang PMI dan Peningkatan Kesejahteraan Sosial, dengan dana sebesar Rp. 200.000.000,00.
Pelaksanaan Kegiatan :
(a) Pengadaan Peralatan Reagensia PMI 1 unit, berupa :
 Kantong darah tunggal.
 Alat pemeriksa HB.
 Reagensia golongan darah dan cocok serasi.
 Reagensia uji saring dan alat habis pakai.
 Auto mikro shaker.
(b) Pelatihan Korps Suka Rela (KSR) dan P3K PMI se Kalimantan Tengah 1 kali dengan Peserta sebanyak 30 orang.
(c) Pengadaan masker
Realisasi Fisik : 100 %.

4) Proyek Peningkatan Fasilitas dan Prasarana Fisik Dinas Kesejahteraan Sosial di Kota Palangka Raya dengan dana Rp. 155.000.000,00
Pelaksanaan Kegiatan :
(a) Pengadaan peralatan kantor
(b) Pengadan Local Area Network (LAN).
Realisasi Fisik : 100 %.

Disamping anggaran proyek dari APBD juga tersedia anggaran rutin sebesar Rp. 475.050.000,00 untuk menangani dan menyantuni para lanjut usia/jompo pada Panti Sosial Tresna Werdha “Sinta Rangkang” di Tangkiling sebanyak 100 orang selama satu tahun.

c. Hasil Pembangunan.
1) Terpeliharanya nilai-nilai kepahlawanan dan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam melestarikan nilai-nilai kepahlawanan dan kejuangan.
2) Meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap para penyandang cacat.
3) Tumbuhnya kembali harga diri, semangat menghadapi masa depan dan etos kerja penyandang cacat sehingga dapat mengatasi permasalahan yang disandangnya.
4) Meningkatnya keterampilan 80 anak terlantar dan putus sekolah yang telah disantun di Panti Sosial Bina Remaja Majar Tabela.
5) Meningkatnya keterampilan 30 orang wanita rawan sosial ekonomi yang telah disantuni di dalam Panti Sosial Karya Wanita Ruhui Rahayu Palangka Raya.
6) Dapat disantuninya 100 orang lanjut usia maupun jompo di Panti Sosial Tresna Werda Sinta Rangkang Tangkiling secara terencana dan terkendali sesuai program yang telah ditetapkan.
7) Teridentifikasinya calon lokasi pemukiman terpencil.
8) Telah dibangunnya beberapa sarana di Taman Makam Bahagia Sanaman Lampang Palangka Raya.
9) Meningkatnya keterampilan, wawasan berorganisasi peserta pelatihan Korps Suka Rela (KSR) dan P3K PMI Propinsi Kalimantan Tengah, serta meningkatnya peran Palang Merah Indonesia dalam pengabdian kemanusiaan kepada masyarakat.
10) Terpenuhinya sebagian keperluan peralatan dan reagensia PMI.
11) Tersedianya peralatan kantor sebanyak 1 unit dan Local Area Network (LAN).
d. Permasalahan.
1) Krisis ekonomi yang masih berkepanjangan mengakibatkan peningkatan jumlah keluarga miskin.
2) Akibat adanya keluarga miskin banyak anak usia sekolah mengalami putus sekolah, sehingga Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial meningkat.
3) Keterbatasan sumber dana APBD dan tenaga terampil dalam upaya penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial.
4) Organisasi Sosial sebagai mitra kerja Dinas Kesejahteraan Sosial dalam menangani permasalahan kesejahteraan sosial masih belum optimal bahkan dalam kegiatan operasionalnya masih banyak tergantung bantuan pemerintah.
5) Belum adanya panti sosial penyantunan penyandang cacat di Propinsi Kalimantan Tengah.
6) Terbatasnya sarana dan prasarana kerja Dinas Kesejahteraan Sosial untuk menunjang tugas sehari-hari, termasuk keadaan gedung / kantor sudah saatnya untuk direhabilitasi disamping tempat duduk yang berdesak-desakan.
7) Kuantitas dan kualitas tenaga sukarela / Korps Suka Rela (KSR) PMI masih relatif terbatas.
8) Terbatasnya pengetahuan masyarakat tentang PMI sebagai organisasi kemanusiaan.
e. Upaya Mengatasi Permasalah.
1) Meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan Dinas / Instansi Terkait dan pemerintah Kabupaten / Kota serta mengoptimalkan komunikasi dengan mitra kerja Dinas Kesejahteraan Sosial yang langsung berada ditengah-tengah masyarakat (Karang Taruna, PSM dan Organisasi sosial).
2) Memotivasi / meningkatkan kinerja Organisasi sosial untuk lebih mandiri sehingga dapat berperan serta aktif dalam menangani masalah kesejahteraan sosial.
3) Mengoptimalkan kemampuan / keterampilan pegawai serta sarana untuk mendukung pelaksanaan tugas pengabdian di bidang kesejahteraan sosial.
4) Apabila ada penyandang cacat yang perlu penanganan/penyantunan sosial di rujuk ke Banjarmasin, Ujung Pandang dan Solo.
5) Mensosialisasikan program-program yang ada pada Dinas Kesejahteraan Sosial secara transparan, dan obyektif.
6) Memprioritaskan penyantunan kepada keluarga miskin dan anak putus sekolah dengan memberikan bimbingan dan pemberian bantuan.