KESEJAHTERAAN SOSIAL

Kegiatan yang dilaksanakan meliputi penyantunan anak putus sekolah 80 orang, penyantunan wanita rawan sosial ekonomi 30 orang, bimbingan social dan latihan bagi anak terlantar dan putus sekolah 240 anak. Di samping itu, diberikan bantuan permakanan untuk 3 orang pejuang Kalimantan Tengah Eks Pasukan Payung R/17 Oktober 1947 dan seorang pejuang Kalimantan Tengah.
Permasalahan utama yang dihadapi adalah tidak stabilnya harga dan rendahnya pendidikan serta keterampilan keluarga binaan. Khusus mengenai kualitas keluarga binaan, maka dilakukan pembinaan secara intensif agar mereka dapat lebih baik dalam mengembangkan usahanya (KUBE).
 
1. KESEJAHTERAAN SOSIAL
 
a. Kebijaksanaan Pembangunan.
 
Sesuai dengan tujuan dan arah pembangunan daerah Kalimantan Tengah maka kebijaksanaan yang ditempuh pada tahun 2001 adalah :
1). Meningkatkan kualitas dan efektifitas pelayanan sosial sehingga mampu mendukung tumbuhnya sikap dan tekad kemandirian manusia dan masyarakat Indonesia dalam meningkatkan SDM.
2). Melanjutkan, meningkatkan dan memperluas jangkauan pelayanan sosial bagi para penyandang masalah kesejahteraan sosial, terutama yang berbasiskan masyarakat di tingkat desa/kelurahan.
3). Melengkapi dan memperlengkapi prasarana dan sarana pelayanan penyandang masalah kesejahteraan sosial baik fisik maupun personil dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan
4). Meningkatkan profesionalisme pelayanan sosial, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat.
5). Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pelayanan sosial secara terarah, terencana, terorganisasi dan melembaga atas dasar swadaya, memantapkan dan meningkatkan keterpaduan dan koordinasi secara fungsional dalam setiap kegiatan program, sejak tahap perencanaan, pelaksanaan sampai dengan tahap pengendalian dan evaluuasi.
6). Meningkatkan koordinasi intra dan inter instasi pemerintah terkait serta partisipasi masyarakat/ organisasi sosial guna mendukung kelancaran usaha kesejahteraan sosial.
 
 
b. Pelaksanaan Proyek APBD Tahun 2001
Proyek Pelayanan Kesejahteraan Sosial dan Pembinaan Kepahlawanan
Pelaksanaan Kegiatan :
v Penyantunan Anak Putus Sekolah, 80 orang
v Penyantunan Wanita Rawan Sosial Ekonomi, 30 orang
v Hari Proklamasi, Hari Pahlawan, Hari Penyandang Cacat, 3 keg.
v Pemulangan Orang Terlantar, 15 orang
v Koordinasi Program Penanganan Masalah Sosial
v Bimbingan Sosial dan Latihan bagi Anak terlantar dan Putus Sekolah Akibat Kerusuhan, 240 anak
 
Realisasi Fisik : 100 %.
Proyek Bantuan Pembangunan bagi Pejuang Angkatan 45 di Kota Palangka Raya
Pelaksanaan kegiatan :
v Bantuan Permakanan untuk 3 orang pejuang Kalimantan Tengah Eks Pasukan Payung R./17 Oktober 1947 dan 1 orang Pejuang Kalimantan  Tengah A.n. Ny. H.R. Simbar = 4 unit.
v Penyediaan Lokasi Taman Makam Bahagia (TMB) Palangka Raya
Ř Belum dapat dilaksanakan pada Tahun 2001 karena Proses Administrasi Pembangunan TMB yang menyatu dengan Taman Makam Pahlawan Sanaman Lampang masih dalam proses dan dapat dilaksanakan pada tahun 2002 ini.

c Hasil Pembangunan
v Adanya peningkatan kualitas dan melembaganya Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan di tingkat Desa/Kelurahan, sehingga dapat aktif dalam mencegah/mengatasi permasalahan sosial generasi muda.
v Meningkatnya kesadaran sosial masyarakat dan menunjang usaha perbaikan perumahan dan lingkungan permukiman yang layak huni/sehat di perkotaan.
v Meningkatnya pemahaman masyarakat tentang masalah sosial dan pemahaman posisi masyarakat dalam Pembangunan Bidang Kesejahteraan Sosial.
v Peningkatan taraf kehidupan/kesejahteraan sosial keluarga Pahlawan dan tertanamnya nilai-nilai keperintisan pada generasi muda/masyarakat.
v Tumbuhnya kembali harga diri, semangat dan kecintaan kerja serta dapat mengatasi permasalahan yang di sandang agar kehidupan sosial berfungsi secara wajar (bagi penyandang cacat dan tuna sosial).
v Pulihnya harga diri, percaya diri dan tanggung jawab sosial ANKN, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar.
v Tumbuhnya harga diri, kepercayaan diri dalam meningkatkan kesejahteraan sosial fakir miskin, karena ekonomi, prasarana lingkungan sosial yang lebih baik.
v Kesiap siagaan dalam menghadapi bencana.
v Meningkatnya kesadaran dan tanggung jawab sosial masyarakat, agar tercipta iklim yang mendukung partisipasi sosial masyarakat dalam pembangunan bidang kesejahteraan sosial
 
4). Permasalahan
v Kondisi geografis Kalimantan Tengah yang sebagian besar masih sulit dijangkau melalui darat/air, tingginya biaya transportasi untuk menjangkau lokasi pelayanan.
v Kurang stabilnya harga barang akibat krisis.
v Rendahnya pengetahuan/pendidikan dan keterampilan keluarga binaan sosial dalam mengelola Kelompok Usaha bersama (KUBE) sehingga kurang memiliki rasa tanggung jawab dan kebersamaan.
v Organisasi sosial, sebagai pilar partisipasi masyarakat dalam pembangunan masyarakat sosial, pada umumnya sumber dana masih tergantung pada pemerintah/donatur.
v Keterbatasan sumber dana dan tenaga terampil dalam, menyantuni wanita Rawan Sosial Ekonomi, dan penyandang cacat.
v Kurang adanya keterpaduan pelaksanaan program dalam pelaksanaan kegiatan PKS-KAT dari masing-masing instansi terkait yang masuk dalam Tim POKJA PKS-KAT.
v Kualitas tenaga penyuluh relatif terbatas, dan belum terpolanya teknis maupun modul penyuluhan.
v Secara kuantitas tenaga di Dinas Kesejahteraan Sosial Propinsi Kalimantan Tengah masih kurang, sebab banyak pindah alih instansi/mutasi ke kampung halamannya. Disisi lain ada perubahan Struktur Organisasi Dinas Kesejahteraan Sosial (berkembang).
v Beberapa proyek terkendala terlambatnya DIP/Revisi DIP sehingga pelaksanaan Proyek tidak dapat penuh 12 bulan.
5). Upaya mengatasi Permasalahan
v Meningkatkan dan memantapkan jalan komunikasi dan koordinasi baik dengan Pemerintah Daerah maupun secara vertikal, harizontal dilingkungan Dinas Kesejahteraan Sosial dan instasi terkait, memanfaatkan jalan infra Struktur (PSM, Karang Taruna, Orsos, Relawan Sosial, Tokoh Masyarakat, para donatur sebagai terciptanya efektivitas waktu, biaya, tenaga).
v Meningkatkan/memaksimalkan sumber daya pegawai baik kualitatif maupun kuantitatif (usul tambah pegawai).
v Meningkatkan pembinaan lanjut pasca bimbingan dan pemberian bantuan bagi kelayan yang kurang mampu mengembangkan bantuan, maupun yang masih dalam taraf pengembangan dengan melibatkan tenaga sosial di kabupaten.
v Memotivasi/meningkatkan kemampuan Organisasi Sosial (Orsos) untuk dapat mengembangkan Paket Usaha Ekonomis Produktif, sehingga menjadi Orsos mandiri dan dapat memberi bantuan kepada penyandang masalah kesejahteraan sosial di sekelilingnya.
v Meningkatkan volume pembinaan terhadap Kelompok Usaha Bersama (KUBE), sehingga anggota KUBE tumbuh rasa tanggung jawab berkembangnya KUBE.
v Optimalisasi kemampuan yang ada dalam penyuluhan, sambil membenahi pola/ modul penyuluhan.
v Optimalisasi kinerja pegawai yang ada, dengan menerapkan gerakan disiplin.
v Peningkatan koordinasi dalam rangka perencanaan pembangunan Bidang Kesejahteraan Sosial.

 
a. Kebijaksanaan Pembangunan (KESRA)

Sesuai dengan tujuan dan arah pembangunan daerah Kalimantan Tengah, maka kebijaksanaan yang ditempuh pada tahun 2002 adalah sebagai berikut :

1) Pembinaan dan pengembangan peran serta masyarakat, diarahkan untuk meningkatkan kepedulian dan kepekaan masyarakat dalam penanganan masalah kesejahteraan sosial dan lingkungannya secara profesional dan melembaga.
2) Pembinaan, pengembangan potensi dan kesejahteraan sosial, diarahkan untuk meningkatkan taraf kesejahteraan sosial masyarakat bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).
3) Bantuan dan atau rehabilitasi sosial, diarahkan untuk mengembalikan dan meningkatkan kemampuan warga masyarakat baik perorangan, kelompok/keluarga agar dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar.
4) Perlindungan dan jaminan kesejahteraan sosial, diarahkan pada pemberian perlindungan pada anak-anak, perempuan, lanjut usia dari berbagai tindak kekerasan dan salah.

b. Pelaksanaan Proyek APBD Tahun 2002.

Dinas Kesejahteraan Sosial pada tahun 2002 mendapat alokasi dana proyek APBD sebesar Rp.1.235.000.000,00 meliputi 4 (empat) proyek, yaitu:

1) Proyek Pelayanan Kesejahteraan Sosial dan Pembinaan Kepahlawanan, dengan dana sebesar Rp. 740.000.000,00

Pelaksanaan Kegiatan :
- Pemeliharaan TMP Sanaman Lampang selama 12 bulan.
- Pelaksanaan Upacara dan Ramah Tamah Hari Proklamasi, Hari Pahlawan dan Pelaksana Kegiatan Hari Internasional Penyandang Cacat.
- Bantuan pemulangan orang terlantar, 30 orang.
- Bantuan Tolkit kepada penyandang cacat dalam rangka peringatan Hari International Penyandang Cacat sebanyak ,18 Paket.
- Bantuan operasional BKKKS.
- Koordinasi Program Penanganan Masalah Sosial.
- Penyantunan Anak Putus Sekolah di Panti Sosial Bina Remaja Majar Tabela Palangka Raya 80 orang.
- Penyantunan Wanita Rawan Sosial Ekonomi di Panti Sosial Karya Wanita Ruhui Rahayu Palangka Raya 30 orang.
- Identifikasi lokasi pemukiman terpencil, 1 kegiatan.
Realisasi Fisik : 100 %.

2) Proyek Bantuan Pembangunan Bagi Pejuang/ Angkatan 45 di Kota Palangka Raya, dengan dana sebesar Rp. 345.000.000,00.
Pelaksanaan Kegiatan :
a) Rehabilitasi Taman Makam Pahlawan Sanaman Lampang Palangka Raya, yaitu :
- Rehab Plaza Upacara seluas 1.546 M2.
b) Pembangunan Taman Makam Bahagia seluas 11.514,5 M2, meliputi :
־ Pembuatan Pagar Pembatas antara Taman Makam Pahlawan dan Taman Makam Bahagia sepanjang 208 M2
־ Pembuatan Pintu Gerbang 1 buah.
־ Pembuatan jalan masuk lebar 4 M dan panjang 100 M.
־ Pembuatan Pendopo seluas 35 M2.
c) Bantuan Peralatan dan Perabot Rumah Tangga untuk 3 orang Pejuang ex. Penerjun Payung atas nama Y. Bitak, Emanuel Nuhan dan M. Dahlan, masing-masing diberi :
־ Perlengkapan / Perabotan Kamar Tidur.
־ Perlengkapan / Perabotan Ruang Tamu.
־ Pelengkapan / Perabotan Dapur.
Realisasi Fisik : 100 %.

3) Proyek Penunjang PMI dan Peningkatan Kesejahteraan Sosial, dengan dana sebesar Rp. 100.000.000,00.
Pelaksanaan Kegiatan :
a) Pengadaan Peralatan Reagensia PMI 1 unit, berupa :
- Kantong darah tunggal.
- Alat pemeriksa HB.
- Reagensia golongan darah dan cocok serasi.
- Reagensia uji saring dan alat habis pakai.
- Auto mikro shaker.
b) Pelatihan Korps Suka Rela (KSR) dan P3K PMI se Kalimantan Tengah 1 kali dengan Peserta sebanyak 30 orang.
c) Rapat Kerja PMI / Musda PMI.
Musda PMI 1 kegiatan dengan peserta 30 orang selama 3 hari berasal dari Pengurus cabang PMI se Kalimantan Tengah, dan peserta peninjau dari Kabupaten Baru serta Instansi terkait.
Realisasi Fisik : 100 %.
4) Proyek Peningkatan Fasilitas dan Prasarana Fisik Dinas Kesejahteraan Sosial Propinsi Kalimantan Tengah di Kota Palangka Raya dengan dana Rp.50.000.000,00
Pelaksanaan Kegiatan :
a) Pengadaan 1 (satu) unit Personal Komputer (PC) Pentium IV Multimedia lengkap dengan modem.
b) Pengadaan Printer Laser Jet 1 unit.
c) Pengadaan 1 unit Telepon Sentral PABX 3 PTT dan 8 saluran.
Realisasi Fisik : 100 %.
Disamping anggaran proyek dari APBD juga tersedia anggaran rutin sebesar Rp.411.600.000,00, untuk menangani dan menyantuni para lanjut usia/jompo pada Panti Sosial Tresna Werdha “Sinta Rangkang” di Tangkiling sebanyak 100 orang selama satu tahun.

c. Hasil Pembangunan (KESRA).

1) Terpeliharanya nilai-nilai kepahlawanan dan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam melestarikan nilai-nilai kepahlawanan dan kejuangan.
2) Meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap para penyandang cacat.
3) Tumbuhnya kembali harga diri, semangat menghadapi masa depan dan etos kerja penyandang cacat sehingga dapat mengatasi permasalahan yang disandangnya.
4) Meningkatnya keterampilan 80 anak terlantar dan putus sekolah yang telah disantun di Panti Sosial Bina Remaja Majar Tabela.
5) Meningkatnya keterampilan 30 orang wanita rawan sosial ekonomi yang telah disantuni di dalam Panti Sosial Karya Wanita Ruhui Rahayu Palangka Raya.
6) Dapat disantuninya 100 orang lanjut usia maupun jompo di Panti Sosial Tresna Werda Sinta Rangkang Tangkiling secara terencana dan terkendali sesuai program yang telah ditetapkan.
7) Teridentifikasinya calon lokasi pemukiman terpencil.
8) Telah dibangunnya beberapa sarana di Taman Makam Bahagia dan direhabilitasinya Plaza Upacara Taman Makam Pahlawan Sanaman Lampang Palangka Raya.
9) Peningkatan taraf kehidupan / kesejahteraan 3 orang eks. Penerjun payung, dengan diberikan bantuan peralatan / perabotan rumah tangga.
10) Meningkatnya keterampilan, wawasan berorgani-sasi peserta pelatihan Korps Suka Rela (KSR) dan P3K PMI Propinsi Kalimantan Tengah, serta meningkatnya peran Palang Merah Indonesia dalam pengabdian kemanusiaan kepada masyarakat.
11) Terbentuknya susunan pengurus PMI Propinsi Kalimantan Tengah untuk periode kepemimpinan Tahun 2002 – 2007.
12) Terpenuhinya sebagian keperluan peralatan dan reagensia PMI.
13) Tersedianya peralatan kantor berupa 1 unit Personal Komputer dan Telepon PABX.

d. Permasalahan.

1) Krisis ekonomi yang masih berkepanjangan mengakibatkan peningkatan jumlah keluarga miskin.
2) Akibat adanya keluarga miskin banyak anak usia sekolah mengalami putus sekolah, sehingga Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial meningkat.
3) Keterbatasan sumber dana APBD dan tenaga terampil dalam upaya penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial.
4) Organisasi Sosial sebagai mitra kerja Dinas Kesejahteraan Sosial dalam menangani permasalahan kesejahteraan sosial masih belum optimal bahkan dalam kegiatan operasionalnya masih banyak tergantung bantuan pemerintah.
5) Belum adanya panti sosial penyantunan penyandang cacat di Propinsi Kalimantan Tengah.
6) Terbatasnya sarana dan prasarana kerja Dinas Kesejahteraan Sosial untuk menunjang tugas sehari-hari, termasuk keadaan gedung / kantor sudah saatnya untuk direhabilitasi disamping tempat duduk yang berdesak-desakan.
7) Kuantitas dan kualitas tenaga sukarela / Korps Suka Rela (KSR) PMI masih relatif terbatas.
8) Terbatasnya pengetahuan masyarakat tentang PMI sebagai organisasi kemanusiaan.

e. Upaya Mengatasi Permasalah.

1) Meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan Dinas/Instansi terkait dan pemerintah Kabupaten/ Kota serta mengoptimalkan komunikasi dengan mitra kerja Dinas Kesejahteraan Sosial yang langsung berada ditengah-tengah masyarakat (Karang Taruna, PSM dan Organisasi sosial).

2) Memotivasi/meningkatkan kinerja Organisasi sosial untuk lebih mandiri sehingga dapat berperan serta aktif dalam menangani masalah kesejahteraan sosial.

3) Mengoptimalkan kemampuan / keterampilan pegawai serta sarana untuk mendukung pelaksanaan tugas pengabdian di bidang kesejahteraan sosial.

4) Apabila ada penyandang cacat yang perlu penanganan/penyantunan sosial di rujuk ke Banjarmasin, Ujung Pandang dan Solo.

5) Mensosialisasikan program-program yang ada pada Dinas Kesejahteraan Sosial secara transparan, dan obyektif.

6) Memprioritaskan penyantunan kepada keluarga miskin dan anak putus sekolah dengan mem-berikan bimbingan dan pemberian bantuan.

Lanjut ke Tahun 2003 ......