PERTERNAKAN/ KEHEWANAN

 Populasi ternak di Kalimantan Tengah selama tahun 2001 rata-rata mengalami kenaikan, kecuali sapi potong. Populasi sapi potong mengalami penurunan 0,05%.

    Produksi daging dan telor mengalami kenaikan, yaitu produksi daging naik 3,31% dan produksi telor naik 10,75% Sedangkan konsumsi daging selama tahun 2001 mengalami peningkatan sebesar 3,54%, dan konsumsi telor meningkat sebesar 3,74%.

  Tenaga kerja yang terserap di sektor Peternakan pada tahun 2001 berjumlah 69.201 tenaga kerja, naik 8,96% dibandingkan tahun 2000.

  Permasalahan yang dihadapi antara lain adalah :

  • Kemampuan peternakan rakyat menyedia daging sapi masih jauh dari jumlah kebutuhan.

  •  Tingkat produktivitas peternakan rakyat masih rendah;

  •  Modal kerja peternak masih sangat terbatas.

  •  Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diupayakan antara lain :

  • Meluncurkan Program Kredit Ketahanan Pangan (KKP) untuk peternak sapi potong, ayam buras dan itik, dengan bunga 6%;

  • Menjaring investor di bidang peternakan;

  • Membentuk Unit Pelayanan Teknis Laboratorium Tipe B Dinas Kehewanan.

 

a)    Program Tahun 2001

Program Tahun 2001 Sub Sektor Peternakan/kehewanan difokuskan/ diprioritaskan pada ;

(1)         Mengembangkan budidaya ternak (9 Komoditi)

(a) Menyediakan bibit ternak unggul (sapi)

(b)Pengendalian pemotongan betina produktif

(c) Pengendalian penyakit reproduksi

(d)Intensifikasi Pakan Ternak

(e) Pelaksanaan Inseminasi Buatan

(2)         Meningkatkan Produktivitas Ternak melalui

(a) Inseminasi Buatan

(b)Kawin Silang

(3)         Pelaksanaan pengamanan ternak & Kesehatan Hewan

(a) Pemberantasan & pengendalian wabah penyakit

(b)Penyidikan & pemberantasan penyakit hewan

(4)         Pencapaian swasembada daging sapi 2005

(5)         Pengembangan sentra baru kawasan produksi dengan pola Bantuan Langsung Masyarakat (BLM)

(6)         Melanjutkan dan meningkatkan pembinaan

(a) SPAKU

(b)UPSUS

(c) RRMC

(d) Penangkar bibit ternak/hewan

(7)   Pengamanan produk (daging & telur )

(8)   Memfasilitasi skim kredit budidaya ternak

(a) Ayam Buras

(b)   Sapi Potong

(c)   Babi

b)           Kondisi Awal 2001

 

(1)     Populasi Ternak

Populasi ternak Propinsi Kalimantan Tengah pada awal tahun 2001 seperti pada tabel 60 berikut :

 

Tabel

POPULASI TERNAK AWAL TAHUN 2001

No.

Jenis Ternak

Populasi (ekor)

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Sapi Potong

Kerbau

Kambing

Domba

Babi

Ayam Buras

Ayam Ras Petelur

Ayam Ras Pedaging

Itik

45.326

11.113

29.880

4.093

163.442

3.150.775

19.162

1.616.795

150.350

 

(2)     Produksi Daging dan Telur

Produksi daging dan telur awal tahun 2001 Propinsi Kalimantan Tengah seperti terlihat pada tabel 62

 

Tabel

Produksi Daging dan Telur Propinsi Kalimantan Tengah

 

No.

Jenis Ternak

Daging (Kg)

Telur (Kg)

 

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

 

Sapi Potong

Kerbau

Kambing

Domba

Babi

Ayam Buras

Ayam Ras Petelur

Ayam Ras

Itik

 

2.491.186

124.092

66.508

8.176

997.533

2.289.458

5.130

1.372.146

77.254

 

 

 

 

 

 

1.034.353

102.481

               497.260

 

JUMLAH

7.423.307

1.634.094

 

(3)     Konsumsi

 

Konsumsi protein hewani/kapita/hari penduduk Kalimantan Tengah pada awal tahun 2001 adalah 2,28 gram  setara dengan  daging 1,69 gram dan telur 0,59 gram.

 

(4)     Penyerapan Tenaga Kerja

 

Penyerapan tenaga kerja sub sektor peternakan pada awal tahun 2001 seperti terlihat pada tabel 63. berikut :

Tabel

Penyerapan Tenaga Kerja pada awal tahun 2001

 

No.

Komoditas

Tenaga Kerja (orang)

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Sapi Potong

Kerbau

Kambing

Domba

Babi

Ayam Buras

Ayam Ras Petelur

Ayam Ras Pedaging

Itik

15.115

3.540

1.350

159

7.842

27.474

33

1.377

1.472

 

JUMLAH

58.362

 

(5)     Pendapatan Asli Daerah

 

Pada awal tahun 2001 Dinas Kehewanan Propinsi Kalimantan Tengah ditargetkan dapat memasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 75.000.000,-

 

c)    Realisasi yang dapat ditangani

 

Realisasi yang dapat ditangani selama tahun 2001 meliputi :

 

(1)     Populasi Ternak

Selama tahun 2001 semua jenis ternak mengalami peningkatan kecuali Sapi Potong yang turun 0,05%. Peningkatan populasi ternak rata-rata adalah ; Kerbau 4,6 %, Kambing10,64 %, Domba 0,29 %, Babi 4,21 %, Ayam Buras 14,68 %, Ayam Ras Peterlur  15,68 %, Ayam Ras Pedaging 0,17 % dan  Itik  2, 13 %. 

(2)     Produksi Daging dan Telur

       Selama tahun 2001 produksi ternak berupa daging dan telur mengalami kenaikan sebagai berikut  : Produksi daging naik 8,31 % dan telur naik 10,75 %

 

(3)     Konsumsi

 

Selama tahun 2001 konsumsi daging mengalami peningkatan rata-rata 3,54 % dan telur meningkat rata-rata 3,74 % dengan konsumsi protein hewani  2,41 gram/kapita/hari setara dengan  1,79 gram daging dan 0,62 gram telur atau 35,29 gram kalori, 2,28 gram protein dan 2,81 gram lemak.

 

(4)     Penyerapan Tenaga Kerja

Tenaga kerja yang terserap di sektor peternakan tahun 2001 adalah 69.021 tenaga kerja naik 8,96 %

 

(5)     Pendapatan Asli Daerah ( PAD )

Target PAD tahun 2001 Rp. 75.000.000,- realisasi Rp. 75.074.000,-     (100,10 %)

Selain hal tersebut diatas hasil lain yang dicapai selama tahun 2001 adalah : Meningkatkan mutu pelayanan usaha peternakan, Berkembangnya kelembagaan ekonomi peternak dan pemberdayaan ekonomi pedesaan, Berkembangnya agribsnis peternakan, usaha kecil dan menengah, Kemudahan bagi masyarakat memperoleh informasi, Peternak tidak mengeluh terhadap pelayanan yang diberikan, Jumlah kelembagaan ekonomi petani bertambah dan Petani bisa memenuhi kebutuhan saprodi sendiri.

d)     Penilaian antara program dan realisasi serta alasan-alasan obyektip

 

Dari gambaran diatas yaitu membandingkan keadaan awal tahun 2001 dan realisasi yang dicapai selama tahun 2001 setelah dilaksanakan program pembangunan peternakan terlihat perbedaan yang nyata.  Program yang dilaksanakan menunjukan hasil yang positip hal itu bisa dilihat dari beberapa indikator berikut ; Populasi ternak naik, Produksi ternak naik dan tidak terganggu suplaynya, Komsumsi protein hewani perkapita naik, lapangan pekerjaan naik dan PAD bisa melampuai terget dari yang telah ditetapkan. 

e)       Permasalahan yang dihadapi dan langkah-langkah yang dilaksanakan (Rencana Penanggulangan)

 

Permasalahan

 

Meskipun dari gambaran hasil pembangunan selama tahun 2001 menunjukan kinerja yang positip namun pembangunan peternakan  tidak lepas dari permasalahan-permalahan yang dihadapi.  Adapun permasalahan-permasalahan dimaksud adalah sebagai berikut :

(a)      Kebutuhan akan daging sapi di Kalimantan Tengah setiap tahunnya adalah 2.167,9 ton setara dengan 13.897 ekor, dan akan terus meningkat seiring dengan peningkatan pendapatan penduduk.  Dari kebutuhan 2.167,9 ton yang bisa dipenuhi oleh peternakan rakyat adalah 553,2 ton setara dengan 3.546 ekor sedangkan kekurangannya 10.351 ekor didatangkan dari luar (Jawa Timur, Sulawesi).

(b)     Dengan tingkat produktivitas peternakan rakyat yang masih rendah yaitu angka kelahiran IB (Inseminasi Buatan) ditambah tanpa IB sebesar 13,40%, dengan angka kematian 3,41% dan pemotongan 13.897 ekor tanpa ada pemasukan bakalan dan bibit maka populasi ternak akan turun 21,15% per tahun dengan kata lain terjadi pengurasan ternak-ternak rakyat.

(c)     Sebagai akibat terbatasnya modal kerja peternak, sehingga mereka terpaksa menjual ternaknya yang belum saatnya untuk dijual/dipotong, akibatnya banyak dijumpai ternak dengan bobot badan kecil dan betina produktif yang dipotong di RPH.

(d)      Dengan adanya era globalisasi perdagangan bebas tidak menutup kemungkinan adanya pencemaran penyakit hewan yang berasal dari luar Propinsi/luar negeri dan dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Dalam mengantisipasi hal tersebut diperlukan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya produk hasil ternak berupa daging, telur dan susu hygienis meliputi : Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).

(e)      Dengan keterbatasan sarana pada Laboratorium Keswan Type B menyebabkan pelayanan kesehatan hewan belum optimal seperti diharapkan sehingga kasus Rabies belum bisa ditekan ketitik nol.

(f)       Usaha peternakan di Kalimantan Tengah sebagian besar masih berskala kecil (peternakan rakyat) dengan sumberdaya manusia dan permodalan yang masih relatif rendah sehingga masih diperlukan pembinaan lebih intensif dan berkelanjutan, khususnya masalah penambahan modal kerja.

 

Rencana Penanggulangan

 

        Untuk menghindari pengurasan ternak-ternak lokal dan untuk meningkatkan populasi ternak serta untuk mengurangi ketergantungan pasokan ternak dari daerah lain salah satu kegiatan yang akan dilakukan adalah pemasukan bibit ternak, upaya ini memang sangat mendesak untuk dilakukan selain menambah populasi dan meningkatkan mutu genetik ternak lokal juga mengganti populasi  ternak yang hilang akibat kerusuhan sehingga azas kelestarian sumberdaya ternak tetap terjaga.

  1. Membentuk Unit  Pelayanan Teknis Laboratorium Type B Dinas Kehewanan dan meningkatkan sarana dan prasarananya sehingga bisa operasional lebih optimal.

  2. Terus menerus melaksanakan penyuluhan tentang bahayanya penyakit Rabies (Anjing Gila)  dan tetap melaksanakan vaksinasi dan eliminasi dengan cover rate 100% sehingga kasus rabies bisa ditekan ke titik nol .

  3. Meluncurkan program Kredit Ketahanan Pangan  (KKP) untuk perternak Sapi Potong, Ayam Buras dan Itik dengan bunga 6%.

  4. Menjaring  investor yang bergerak di bidang peternakan untuk menanamkan modalnya dan menjalin Kemitraan dengan peternak di Kalimantan Tengah.

 
a. Program Tahun 2002

Program Tahun 2002 Sub Sektor Peternakan/Kehewanan diprioritaskan pada :

1) Mengembangkan budidaya ternak 9 komoditi
 Menyediakan bibit ternak unggul (sapi)
 Pengendalian pemotongan ternak besar betina produktif
 Pengendalian penyakit reproduksi
 Intensifikasi pakan ternak
 Pelaksanaan Inseminasi Buatan

2) Meningkatkan Produktivitas Ternak melalui
 Inseminasi Buatan
 Kawin Silang

3) Pelaksanaan pengamanan ternak dan kesehatan ternak hewan
 Pemberantasan dan pengendalian wabah penyakit
 Penyidikan dan pemberantasan penyakit hewan

4) Pencapaian swasembada daging 2005

5) Pengembangan sentra baru kawasan produksi dengan pola Bantuan Langsung Masyarakat (BLM)

6) Melanjutkan dan meningkatkan pembinaan
 Sentral Pengembangan Agribisnis Komoditas Unggulan (SPAKU)
 Upaya Khusus (UPSUS)
 RRMC
 Penangkar bibit ternak/hewan

7) Pengamanan produk (daging dan telur)

8) Memfasilitasi skim kredit budidaya ternak
 Ayam buras
 Sapi potong
 Itik


b. Kondisi Awal 2002
1) Populasi Ternak
Populasi ternak Propinsi Kalimantan Tengah pada awal tahun 2002 seperti pada berikut ini :
Populasi Ternak Awal Tahun 2002

No.

Jenis Ternak

Populasi (Ekor)

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Sapi Potong

Kerbau

Kambing

Domba

Babi

Ayam Buras

Ayam Ras Petelur

Ayam Ras Pedaging

Itik

   45.303

   11.625

   33.060

      4.105

   189.370

3.613.309

     21.911

1.619.544

   153.525

 

 

2) Produksi Daging dan Telur
Produksi daging dan telur awal tahun 2002 Propinsi Kalimantan Tengah seperti terlihat pada Tabel berikut ini:

Produksi Daging dan Telur Propinsi Kalimantan Tengah

No.

Jenis Ternak

Daging (Kg)

Telur (Kg)

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

 9.

Sapi Potong

Kerbau

Kambing

Domba

Babi

Ayam Buras

Ayam Ras Petelur

Ayam Ras Pedaging

Itik

2.698.204

   134.405

     72.035

       8.856

1.080.428

2.479.712

       5.557

1.486.172

     83.674

 

 

 

 

 

 

1.145.546

.  113.498

     650.475

 

Jumlah

 8.049.043

  1.909.519

3) Konsumsi
Konsumsi protein hewani/kapita/hari penduduk Kalimantan Tengah pada awal tahun 2002 adalah 2,93 gram, yaitu berasal dari daging 1,86 gram dan telur 1,07 gram.

4) Penyerapan Tenaga Kerja
Penyerapan tenaga kerja sub sektor peternakan pada awal tahun 2002 seperti terlihat pada berikut ini :
Penyerapan Tenaga Kerja Pada Awal Tahun 2002

No.

Komoditas

Tenaga Kerja (orang)

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Sapi Potong

Kerbau

Kambing

Domba

Babi

Ayam Buras

Ayam Ras Petelur

Ayam Ras Pedaging

Itik

16.470

  3.858

  1.471

     174

  8.545

29.936

       36

  1.501

  1.604

 

Jumlah

63.595

5) Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Pada awal tahun 2002 Dinas Kehewanan Propinsi Kalimantan Tengah ditargetkan dapat memasukkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah)

c. Realisasi yang telah dicapai

Realisasi yang dicapai selama tahun 2002 meliputi :
1) Populasi Ternak
Selama tahun 2002 semua jenis ternak mengalami peningkatan populasi, yaitu : Sapi Potong 3,3 %, Kerbau 2,1 %, Kambing 4,2 %, Domba 1,2 %, Babi 6,1 %, Ayam Buras 12,9 %, Ayam Ras Petelur 5,8 %, Ayam Ras Pedaging 12,2 % dan Itik 5,9 %.

2) Produksi Daging dan Telur
Selama tahun 2002 produksi ternak berupa daging dan telur mengalami kenaikan sebagai berikut : Produksi daging naik 8.5 % dan produksi telur naik 14,3 %.

3) Konsumsi
Selama tahun 2002 konsumsi daging mengalami peningkatan rata-rata 5.93 % dan telur meningkat rata-rata 4,01% dengan konsumsi protein hewani 3,25 gram/kapita/hari berasal dari 2,1 gram daging dan 1,15 gram telur atau 44 gram kalori, 2,93 gram protein dan 3,45 gram lemak.

4) Penyerapan Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang terserap di sektor peternakan tahun 2002 adalah 68.995 orang tenaga kerja atau naik 8,49 %.

5) Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Realisasi PAD tahun 2002 yaitu sebesar Rp. 51.065.300,- telah melampaui target yang telah ditentukan (Rp. 50.000.000,-) atau 102,13 %.

Selain hal tersebut di atas hasil lain yang dicapai selama tahun 2002 adalah : meningkatkan mutu pelayanan usaha peternakan, berkembangnya kelembagaan peternak dan meningkatnya pemberdayaan masyarakat pedesaan, berkembangnya agribisnis peternakan, usaha kecil dan menengah, meningkatnya ketahanan pangan. Kemudahan bagi masyarakat memperoleh informasi, peternak tidak mengeluh terhadap pelayanan yang diberikan dan peternak bisa memenuhi kebutuhan saprodi sendiri.

d. Penilaian antara program dan realisasi serta alasan-alasan obyektif

Dari gambaran di atas yaitu membandingkan keadaan awal tahun 2002 dan realisasi yang dicapai selama tahun 2002 setelah dilaksanakan program pembangunan peternakan terlihat perbedaan nyata. Secara umum upaya pemberdayaan masyarakat melalui sub sektor peternakan dapat lebih ditingkatkan dan dirasakan oleh masyarakat, sehingga mempunyai kontribusi yang cukup besar dalam upaya mewu-judkan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program yang dilaksanakan menunjukkan hasil yang positif, hal itu bisa dilihat dari beberapa indikator berikut ; populasi ternak meningkat dan tidak terganggu suplaynya, konsumsi protein hewani perkapita meningkat, penyerapan tenaga kerja naik dan PAD bisa melampaui target dari yang telah ditetapkan.


e. Permasalahan yang dihadapi dan langkah-langkah yang dilaksanakan (Rencana Penanggulangan)

1). Permasalahan

Meskipun dari gambaran-gambaran hasil pembangunan selama tahun 2002 menunjuk-kan kinerja yang positif namun pembangunan peternakan tidak lepas dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi. Adapun perma-salahan-permasalahan dimaksud diantaranya adalah :

a) Pada tahun 2002, kebutuhan akan daging sapi di Kalimantan Tengah adalah 935 ton atau setara dengan 8.500 ekor dan akan terus meningkat seiring dengan pening-katan pendapatan dan jumlah penduduk. Dari kebutuhan daging tersebut yang bisa dipenuhi oleh peternakan rakyat hanya sebesar 390,06 ton atau setara dengan 3.546 ekor, sedangkan kekurangannnya 4.954 ekor didatangkan dari luar Kalimantan Tengah (Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Lampung dan Sulawesi).

b) Sebagai akibat terbatasnya modal kerja, sebagian besar peternak terpaksa menjual ternak yang dimiliki dan belum saatnya untuk dijual/dipotong, akibatnya banyak dijumpai ternak-ternak betina produktif yang dipotong oleh masyarakat.

c) Dengan adanya era globalisasi perda-gangan bebas tidak menutup kemungkinan adanya pencemaran penyakit hewan yang berasal dari luar propinsi/luar negeri dan dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

d) Usaha peternakan di Kalimantan Tengah sebagian besar masih berskala kecil (peternakan rakyat) dengan sumberdaya manusia dan permodalan yang masih relatif terbatas, sehingga masih diperlukan pembinaan lebih lanjut yang berkesinambungan.

2). Rencana Penanggulangan

Untuk menghindari pengurasan ternak-ternak lokal dan untuk meningkatkan populasi ternak serta untuk mengurangi ketergan-tungan pasokan ternak dari daerah lain, salah satu kegiatan yang akan dilakukan adalah pemasukan bibit ternak, upaya ini memang sangat mendesak untuk dilaksanakan sehingga dapat meningkatkan populasi dan meningkatkan mutu genetik ternak lokal dimasyarakat. Kegiatan-kegiatan lain diantaranya adalah :
a) Intensifikasi IB
b) Pencegahan pemotongan ternak besar betina produktif
c) Mengembangkan sistem usaha dan agribisnis yang berdaya saing dan berbasis sumberdaya lokal/pedesaan
d) Meningkatkan sarana dan prasarana UPTD Laboratorium dan Klinik Hewan sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lancar.
e) Terus menerus melaksanakan pencegahan dan pemberantasan penyakit hewan, antara lain penyuluhan tentang bahayanya penyakit Rabies (Anjing Gila) dan tetap melakukan vaksinasi dan eliminasi dengan cover rate 100 % sehingga kasus rabies bisa ditekan ke titik nol.
f) Memfasilitasi program Kredit Ketahanan Pangan (KKP) untuk peternak Sapi Potong, Ayam Buras dan Itik .
g) Menjaring investor yang bergerak di bidang peternakan untuk menanamkan modalnya dan menjalin kemitraan dengan peternak di Kalimantan Tengah.

Lanjut ke Tahun 2003 ......