SUMBERDAYA AIR DAN IRIGASI

Program Tahun 2002

 

·        Menyusun Master Plan Irigasi dan Rawa.

·        Menyusun Detail Design Irigasi dan Rawa

·        Survey dan Perencanaan Design Prasarana Air Baku

·        Pembangunan Bendung DI Tandrahean

·        Pembangunan Bendung DI Kumai Kondang

·        Rehabilitasi Jaringan Irigasi tersebar di Propinsi Kalimantan Tengah

·        Pembangunan Jalan Masuk Bendung DI Karau

·        Pengembangan Daerah Rawa di Kotawaringin Timur

·        Penyediaan Air Baku

·        Normalisasi Sungai sepanjang 1.000 M di Kabupaten Barito Selatan

·        Pembuatan Tebing dengan Bronjong 289 M di Kabupaten Kotawaringin Timur

·        Pengamanan Abrasi Pantai sepanjang 50 M di Kuala Jelai

·        Pengembangan Daerah Rawa Lamunti-Dadahup.

    


 

B.  Kondisi Awal Tahun 2002

 

Sudah disempurnakan pembangunan fasilitas prasarana dan sarana Pengairan sampai dengan awal 2002 :

 

-         Saluran primer sepanjang 58.235 M

-         Saluran sekunder 18.850 M

-         Saluran kolektor 20.077 M

-         Saluran pembuang 11.000 M

-         Lining saluran 1.995 M

Bangunan pelengkap/penunjang berupa pintu air sebanyak 162 buah, bangunan gorong-gorong/jembatan kayu ulin 67 buah, bangunan terjun/pelimpah 1 buah, jalan inspeksi/badan jalan 37.090 m dan tanggul 2.110 m.

-         Pengadaan air baku / sumur bor 3 titik.

-         Normalisasi sungai 1.024 m dan pengamanan pantai 30 M

 

C. Masukan

 

Untuk mendukung pelaksanaan Pem-bangunan Sektor Sumber daya Air dan Irigasi tahun 2002 masukan (input) yang digunakan antara lain sumber daya manusia yang dimiliki Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Kalimantan Tengah, teknologi dan sumber dana yang diperoleh pada tahun 2002 dari APBD sebesar Rp.3.785.000.000,00 dan APBN/BLN Rp.111.661.394.000,00

Dengan rincian sebagai berikut :

No

Program / Proyek

Alokasi Dana (Rp.000)

GOI

BLN

Total

 

I.

 

1.

 

 

2.

 

 

 

3.

 

4.

 

 

 

Dana APBD I

 

Pembinaan dan Pengendalian Pengairan

Pengembangan & Peningkatan Prasarana Propinsi

Penujangan O &  P Pengairan

Perencanaan Pengembangan Prasarana Pengairan

 

Sub Total

 

 

 

 

450.000

  

 

980.000

 

 

2.000.000

 

355.000

 

 

 

 

 

 

-

 

 

-

 

 

-

 

-

 

 

 

450.000

 

 

980.000

 

 

2.000.000

 

355.000

 

3.785.000

 

-

 

3.785.000

 

 

II.

 

1.

 

2.

 

3.

 

 

 

4.

 

 

Dana APBN

 

Irigasi dan Rawa Andalan

Penyediaan Air Baku

Pengendalian Banjir & Pengamanan Pantai

Pengembangan daerah rawa Lamunti - Dadahaup

 

 

Sub Total

 

 

Total

 

 

 

 

24.747.702

 

3.562.307

 

3.678.288

 

 

 

36.473.097

 

 

 

 

 

 

 

43.200.000

 

-

 

-

 

 

 

-

 

 

 

67.947.702

 

3.562.307

 

3.678.288

 

 

 

36.473.097

 

68.461.394

 

43.200.000

         111.661.394

 

 

72.246.394

 

            

43.200.000      

    

115.446.394

 

 

Hasil yang dicapai/Realisasi :

 

 Tingkat pencapaian kinerja berdasarkan keluaran (output) kebijakan Program yang sudah dilaksanakan, hasil pembangunan sektor Sumber Daya Air dan Irigasi tahun 2002 adalah :

 

v          Master Plan studi Potensi Daerah Irigasi tersebar di 5 (lima) Kabupaten

v          Detail Desain SID Bendung Jaringan Utama DI Malungai seberang Kabupaten Barito Selatan

v          Detail Desain SID Bendung Jaringan Utama DI Majundre Kabupaten Barito Selatan

v          Pembangunan Tanggul Bendung di DI Tandrean 2.100 M

v          Pembuatan jalan masuk tanggul, Sodetan dan Drainase di Kumai Kondang 1.000 M

v          Peningkatan/penyempurnaan Jaringan untuk Pengairan Daerah 19.117,5 Ha

v          Peningkatan/penyempurnaan :

 

- Saluran Primer            :   61.430      M

- Saluran Sekunder        :   66.370      M

- Lining Primer              :         90      M

- Box Tersier                :           3  Pintu

- Box Kuarter                :           2  Pintu

- Box Primer                 :           1  Pintu

- Bangunan Pelengkap    :       137  Buah

- Air Baku                    :           5   Unit

- Sumur Bor                 :           6   Titik

v          Pengaman Abrasi Pantai di Kuala Jelai 50 M

v          Penanganan pengembangan daerah rawa Lamunti–Dadahup dengan sasaran menjaga dan menyempurnakan prasarana yang telah dibangun agar tetap dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pada tahun 2002 telah dilaksanakan :

Rehabilitasi/Penyempurnaan Saluran Sekunder 43.900 M, Dermaga Desa, Jalan Usaha Tani 9.070 M, Saluran Tersier 60.050 M dan telah dilaksanakan Santunan Tanam Tumbuh masyarakat sebesar  Rp. 24.600.000.000

 

P e n i l a i a n

 

Sesuai dengan program, masukan/penyediaan dana yang dapat direalisasi dana APBN/BLN sebesar 66 % hal ini disebabkan dana BLN sebesar Rp.43.200.000.000. belum dapat dilaksanakan pekerjaan pembangunan Bendung Karau karena masih menunggu Review Design dari Nippon Koei, sedangkan realisasi dana APBD dapat direalisasikan 100 % dan fisik 100 %.

Dan penilaian secara umum hasil pembangunan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

 

Manfaat   

 

Manfaat yang dirasakan sebagai nilai tambah dari hasil Pelaksanaan program pembangunan sektor Sumberdaya Air dan Irigasi tahun 2002 dapat dikemukakan :

 

¨     Masyarakat dapat memanfaatkan prasarana dan jaringan pengairan baik bendungan, bangunan bagi/pelengkap dan saluran-saluran pemberi baik primer, sekunder, tersier maupun kuarter untuk kegiatan pertanian terutama bercocok tanam padi.

 

¨     Masyarakat dapat terhindar dari bahaya banjir.

 

¨     Pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan air sawah/Irigasi semakin meningkat.

 

¨     Meningkatnya kemampuan secara teknis dan kelembagaan baik ditingkat institusi maupun ditingkat petani.

 

¨     Petani semakin termotifasi untuk memanfaatkan dan ikut memelihara jaringan pengairan.

 

Dampak

 

Dampak yang dicapai berdasarkan manfaat yang dihasilkan adalah :

 

¨     Dengan terpeliharanya jaringan pengairan 19.117,5 Ha tersebar di 6 (enam) Kabupaten/kota se kalimantan Tengah maka hasil panen petani yang memanfaatkan jaringan pengairan baik saluran primer, sekunder, tersier dan kuarter (yang langsung ke petak sawah) produksi padinya dan kegiatan bercocok tanam menjadi lebih meningkat.

 

¨     Di Daerah Lamunti dan Dadahup yang merupakan daerah rawa dengan adanya program pengem-bangan daerah rawa diarahkan menjadi lahan pertanian dimana penduduk sekitarnya sudah mulai     meningkatkan kegiatan di sektor pertanian dan perkebunan rakyat.

 

¨     Masyarakat di sekitar lokasi berpotensi banjir menjadi lebih aman dengan adanya kegiatan pembangunan Prasarana Pengendalian Banjir.   

 

Permasalahan Bidang Pengembangan Prasarana Pengairan
 
· Aspek pengaturan penguasaan dan wewenang. Belum adanya kesepakatan pembagian wewenang Pusat, Propinsi dan Kabupaten yang diikuti dengan aset managemen.
 
· Jaringan Irigasi yang telah dibangun belum dimanfaatkan Secara optimal oleh Petani Pemakai Air.
Di tingkat usaha tani, karena sistem bertani penduduk masih dipengaruhi oleh sistem perladangan atau karena adanya mata pencaharian diluar persawahan.
 
· Pengembangan dan pembangunan jaringan pengairan
Belum semua diikuti dengan kegiatan percetakan sawah pada areal jaringan yang telah dibangun.
 
Penanggulangan Permasalahan Pengem-bangan Prasarana
Pengairan .

Adapun upaya penanggulangan masalah yang telah dan akan dilakukan untuk menanggulangi permasalahan pengembangan Prasarana Pengairan :
 
· Aspek pengaturan dan kewenangan sudah diadakan Koordinasi antara Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum Propinsi dan Kabupaten/Kota se Kalimantan Tengah untuk mendapatkan kesepakatan pembagi-an kewenangan antara Pusat, Propinsi maupun Kabupaten/Kota sesuai peraturan maupun kemampuan yang ada.
 
· Aspek pemanfaatan jaringan pengairan telah dilakukan Koordinasi dan akan terus dilakukan koordinasi antar instansi terkait maupun antar pemerintah propinsi maupun Kabupaten/Kota untuk pemanfaatan jaringan irigasi yang telah dibangun.

Lanjut ke tahun 2003 .......