INDUSTRI

A. INDUSTRI

a. Kondisi / Keadaan Awal.

Pada awal Tahun 2003, jumlah unit usaha industri di Kalimantan Tengah berdasarkan data dari 6(enam) Kab/Kota sebelum pemekaran tercatat sebanyak 7.758 unit usaha, yang terdiri dari : 1) Industri Kecil dan Menengah (Non PMA/PMDN), termasuk industri kecil dan kerajinan non formal tercatat sebanyak 7.732 unit usaha. 2) Industri Besar (PMA/PMDN) sebanyajk 26 unit usaha.

Dari segi penyerapan tenaga kerja, pada awal tahun 2003 tercatat sebanyak 55.889 orang, terdiri dari : 1) Industri Kecil dan Menengah(Non PMA/PMDN), termasuk industri kecil dan kerajinan non formal tercatat sebanyak 41.386 orang. 2) Industri Besar(PMA/PMDN) menyerap tenaga kerja sebanyak 49.127 orang.

Nilai investasi secara keseluruhan untuk industri kecil menengah mencapai Rp. 334.382.821.100 dan US. $. 52.396.816 dengan nilai produksi sebesar Rp. 253.490.703.000.

b. Input. 1). Program/Kegiatan Tahun 2003 (Rencana Kinerja Tahunan). Sesuai dengan Rencana Kinerja Tahunan Tahun 2003 Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Kalimantan Tengah program pokok sektor industri Tahun 2003 adalah pengembangan industri kecil dan menengah(IKM), termasuk industri kecil rumah tangga dan kerajinan yang terbagi dalam beberapa sub program sebagai berikut : (a) Pengembangan pengetahuan dan keterampilan SDM –IKM. Program ini dilaksanakan melalui beberapa kegiatan sebagai berikut : - Pelatihan Teknis Produksi dan atau magang/job training, - Pelatihan Manajemen Usaha/Kewirausahaan.

Sasaran program pengembangan SDM industri kecil dan menengah ini adalah meningkatnya keterampilan/ pengetahuan pengusaha/perajin industri kecil dan menengah termasuk aparat pembinanya dengan target Tahunan Tahun 2003 sebanyak 500 orang pengusaha/ perajin termasuk aparat pembina melalui kegiatan pelatihan (teknis/keusahawanan) dan atau magang dengan dukungan dana APBD. Sedangkan sesuai rencana kinerja tahunan Tahun 2003 direncanakan dapat dilatih sebanyak 155 orang pengusaha/perajin melalui 6 kali kegiatan pelatihan teknis produksi dan keusahawanan/ kewirausahaan.

(b). Penerapan teknologi tepat guna. Program ini dilaksanakan melalui beberapa kegiatan sebagai berikut : - Bantuan fisik berupa mesin peralatan produksi, - Penyusunan, penggandaan dan penyebarluasan booklet/ leaflet informasi mesin peralatan tepat guna dan atau petunjuk teknis produksi serta pengelolaan usaha (kewirausahawanan).

Sasaran program ini adalah meningkatnya efisiensi, produktivitas, kualitas dan daya saing produk industri kecil dan menengah Kalimantan Tengah dengan target tahunan Tahun 2003 yaitu 30( unit, set, buah) mesin peralatan produksi tepat guna serta penggandaan dan penyebarluasan 3.000 buah buku informasi mesin peralatan tepat guna dan atau petunjuk teknis produksi, dengan sumber dana dari APBD. Berdasarkan rencana kinerja tahunan Tahun 2003, direncanakan sasaran kegiatan adalah sebanyak 5 unit mesin peralatan tepat guna dan penggandaan serta penyebarluasan booklet petunjuk tenis pengolahan produk pangan dan leaflet informasi mesin peralatan olahan pangan, disebar ke 14 kab/kota.

(c) Promosi produk IKM. Sasaran program ini adalah untuk memperluas tujuan pasar dan meningkatkan volume pemasaran produk industri kecil dan menengah Kalimantan Tengah. Program ini dilaksanakan melalui kegiatan penyelenggaraan pameran/partisipasi pameran (luar maupun dalam negeri) dan ekspose produk IKM Kalteng melalui media elektronik/TVRI dengan target tahunan Tahun 2003 sebanyak 5 kali menyelengarakan/mengikuti event pameran dalam negeri dan 2 kali ekspose produk IKM Kalteng melalui media elektronik. Dalam rencana kinerja tahunan Tahun 2003 telah direncanakan untuk mengikuti 1 kali pameran tingkat nasional dan 1 kali ekspose produk kerajinan khas Kalteng melalui media TVRI.

2). Dana. Dana keseluruhan untuk kegiatan penyebaran dari program tersebut diatas pada tahun 2003 sebesar Rp.313.392.500,00. Adapun rencana program kegiatan tahun 2003 dalam mengembangkan industri kecil dan menengah.

3) Hasil yang telah dicapai.

a) Kondisi Akhir.

Berdasarkan kompilasi data yang diperoleh dari 14 Kab/Kota se Kalimantan Tengah pada akhir Tahun 2003, jumlah unit usaha industri kecil dan menengah di Kalimanatan Tengah tercatat sebanyak 5.512 unit usaha, menyerap tenaga kerja sebanyak 36.880 orang dengan total investasi sebesar Rp. 250.411.802.000,- dan US$ 40.201.739 dan nilai produksi sebesar Rp.189.978.399.000,-. Sedangkan jumlah unit usaha Industri Besar sebanyak 26 unit usaha dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 6.551 orang.

b) Realisasi Program 2003

Realisasi dari program Tahun 2003 tersebut di atas secara garis dapat dikemukakan besar:

(1) Program pengembangan sumber daya manusia IKM. Realisasi dari program ini adalah sebagai berikut : - Jumlah pelatihan teknis yang berhasil terlaksana/ diikuti sebanyak 6 kali, terdiri dari pelatihan teknis produksi 5 kali dan keusahawanan 1 kali. - Jumlah lulusan sebanyak 155 orangpengusaha/ perajin.

(2) Program penerapan teknologi tepat guna. Realisasi dari program ini adalah: - Jumlah bantuan mesin peralatan terealisir 5 unit. - Jumlah booklet/leaflet informasi mesin peralatan tepat guna dan atau petunjuk teknis produksi yang berhasil digandakan dan disebarluaskan ke 14 Kab/Kota 4.000 eks. (3) Program promosi produk IKM. Realisasi dari program ini adalah : 1. Jumlah pameran diikuti 1 kali, 2. Ekspose & promosi produk Kerajinan Kalteng di Media TVRI 1 kali.

Secara rinci realisasi program kerja tahunan Tahun 2003 tersebut di atas dapat dilihat pada Matrik Pengukuran Kinerja Kegiatan Tahun 2003 sebagaimana tabel 2 (terlampir).

d) Evaluasi/Penilaian. 1). Terhadap Kondisi Industri. Dibandingkan dengan data industri Tahun 2002 atau awal 2003, adanya penurunan jumlah unit usaha industri yaitu dari 7.758 unit usaha menjadi 5.538 unit atau terjadi penurunan sebesar 28,61%. Hal ini terjadi pada sub sektor industri kecil dan menengah, termasuk industri kecil dan menengah serta kerajinan non formal yakni dan 7.732 unit usaha menjadi 5.512 unit usaha pada akhir Tahun 2003, atau turun sebesar 28,71 %. Hal ini terutama disebabkan karena kebijakan pendataan industri kecil menengah.

2) Terhadap Rencana Kinerja Tahunan. Berdasarkan indikator sasaran tahunan Tahun 2003 jika dibanding dengan apa yang telah dicapai melalui pelaksanaan rencana kegiatan tahunan tahun 2003, maka dapat dikemukakan beberapa hasil evaluasi sebagai berikut : a) Program pengembangan SDM-IKM. Target tahunan Tahun 2003 adalah melatih atau memagangkan 500 orang pengusaha/perajin industri kecil dan menengah, termasuk aparat pembina. Dalam pelaksanaannya berhasil dilatih dan dimagangkan hanya 155 orang atau 31 % dari target Tahun 2003.

b) Program Penerapan teknologi tepat guna. Target tahunan Tahun 2003 program penerapan teknologi tepat guna adalah pengadaan dan penyaluran bantuan fisik 30 unit mesin peralatan tepat guna kepada 60 org perajin/ pengusaha/anggota kelompok usaha bersama industri kecil. Realisasi Tahun 2003 berhasil diadakan dan disalurkan bantuan fisik mesin peralatan tepat guna IKM sebanyak 5 unit atau 16,66% dari terget tahunan, kepada 10 orang pengusaha /perajin/anggota kelompok usaha bersama industri kecil atau 16,66 % dari target pengguna/penerima bantuan.

e) Manfaat.

Secara umum dapat dikemukakan manfaat yang diperoleh dari berbagai rangkaian kegiatan pembinaan dan pengembangan industri kecil dan menengah termasuk kerajian dan industri rumah tangga tersebut di atas sebagai berikut : o Meningkatnya kemampuan dan keterampilan serta wawasan dan pengetahuan para pengusaha/perajin industri kecil. o Dapat diterapkannya ilmu pengetahuan dan teknologi baru dan tepat guna bagi pengembangan usaha industri.

f) Dampak.

Adapun dampak dari kegiatan pembinaan dan pengembangan industri kecil dan menengah serta kerajinan dengan berbagai kegiatan sebagai berikut :  Meningkatnya produktivitas, kualitas dan volume produksi industri kecil dan menengah.  Meningkatnya volume pemasaran dan tujuan pasar produk industri kecil dan menengah  Meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan para pengusaha/perajin indutri kecil dan menengah, termasuk industri kecil rumah tangga.  Meningkatnya perekonomian daerah.

g) Masalah dan upaya penanggulangan.

1) Internal.  Sulitnya koordinasi dengan kabupaten /kota.  Kurangnya kemampuan teknis aparat pembina.  Kurangnya sarana dan prasarana pengembangan SDM-IKM.

2) Eksternal.  Lemahnya permodalan  Lemahnya kemampuan manajemen usaha  Skill yang rendah  Rendahnya kualitas produksi  Daya saing yang rendah  Kurangnya wawasan dan informasi pasar, dll

MATRIK KINERJA

DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN

PROPINSI KALIMANTAN TENGAH

TAHUN 2003

------------------------------------------------------------------

 

NO.

PROGRAM

SASARAN/

KEGIATAN

TARGET

REALISASI

MASALAH

UPAYA PEMECAHAN

KET.

1

2

3

4

5

6

7

8

I.

SEKTOR INDUSTRI

1.        Pengembangan Pengetahuan dan Keterampilan SDM

 

 

2.        Penerapan Teknologi Tepat Guna

 

 

 

 

 

 

3.        Promosi Dagang dan Industri

 

 

 

 

 

1.1. Pelatihan Teknis/Magang

- Dana ( APBD ).

- SDM.

- Jumlah Lulusan.

2.1. Bantuan Mesin Peralatan dan Informasi/Petunjuk Teknis :

- Dana ( APBD ).

- Junlah bantuan mesin/ peralatan.

- Jumlah buku teknologi tepat guna.

3.1. Partisipasi Pameran dan Expose Media Elektronik

- Dana ( APBD )

- SDM panitia

- Jumlah even pameran yang diikuti.

3.2.Expose melalui TVRI :

      - Dana ( APBD ).

      - SDM panitia.

      - Terselenggaranganya Expose

 

 

Rp.   230.395.000,-

              42    orang

            155    orang

 

 

 

Rp.     55.487.500,-

                5    unit

 

          4000    eks

 

 

 

Rp.      27.510.000,-

              12    orang

                1    kali

 

 

Rp.      10.765.000,-

                7    orang

                1    kali

 

 

Rp.   230.395.000,-

              42    orang

            155    orang

 

 

 

Rp.     55.487.500,-

                5    unit

 

          4000    eks

 

 

 

Rp.      27.510.000,-

              12    orang

                1    kali

 

 

Rp.      10.765.000,-

                7    orang

                1    kali

 

 

-

-

-

 

 

 

-

-

 

-

 

 

 

-

-

-

 

 

-

-

-

 

 

 

-

-

-

 

 

 

-

-

 

-

 

 

 

-

-

-

 

 

-

-

-

 

 

Ke Perdagangan .....