POTENSI DAN DATA PENGEMBANGAN PERKEBUNAN PROPINSI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2002 SAMPAI DENGAN AKHIR  JUNI 2002.

POTENSI

Kebijakan Pemerintah Daerah Propinsi Kalimantan Tengah di bidang Pembangunan Ekonomi, pembangunan sub sektor perkebunan menempati prioritas. Hal ini didasarkan dan didukung oleh ketersediaan sumber daya lahan dan agroklimat yang sesuai untuk pengembangan komoditi perkehunan. Kebijakan tersebut didukung dengan hasil analisis Pusat Study Ekonomi dan Kebijakan Publik (PSE-KP) Universitas Gajah Mada tentang Renstrada Kalimantan Tengah tahun 2003-2005.

Berdasarkan Rencana Induk pengembangan Perkebunan Kalimantan Tengah yang disusun pada tahun 1984, dari 15.380.000 ha luas Wilayah kalimantan Tengah, terdapat lahan yang sesuai untuk pengembangan perkebunan jangka panjang seluas 3.139.500 ha (20,41 %), dan berdasarkan Tata Ruang Propirsi Kalimantan Tengah luas ketersediaan lahan untuk pengembangan jangka panjang sekitar 5.017.207 ha pada KIT dan KPPL (32,62 %) dari total wilayah Kalimantan Tengah.

PERKEMBANGAN PERKEBUNAN

Perkembangan pembangunan perkebunan sampai saat ini dari luas wilayah potensial masih sangat kecil yang dimantaatkan, disamping itu pengembangan masih didominasi oleh pengembangan perkebunan rakyat, menyusul perkebunan besar swasta dan perkebunan besar Negara.

  1. Kebun yang telah dibangun hingga akhir Juni 2002 seluas 677.724 ha yang terdiri dari perkebunan rakyat seluas 447.637 ha, Perkebunan Besar Negara 3.930 ha dan 226.157 ha adalah perkebunan besar swasta.

  2. Produksi telah dicapai sebanyak 978.661 ton, dimana produksi terbesar adalah komoditi kelapa sawit yang mencapai 714.402 ton TBS atau 73 % dari total produksi perkebunan Kalimantan Tengah menyusul karet dan Kelapa Dalam.

  3. Produktivitas rata-rata untuk komoditi karet 1.062 kg / ha / tahun Slab, Kelapa Dalam 1.313 kg / ha / tahun Kopra dan Kelapa Sawit mencapai 4.838 kg / ha / tahun TBS.

  4. Volume ekspor komoditi perkebunan Kalimantan Tengah data tahun 2001 sebanyak 12.969,904 ton.

  5. Nilai ekspor Kalimantan Tengah yang berasal dari sub sektor perkebunan senilai US $ 7.176.429,56 (data tahun 2001).

Perusahaan Perkebunan Besar Swasta yang telah memperoleh ijin lokasi sebanyak 185 buah dengan luas areal sebanyak 2.848.220 ha dan rencana investasi sebanyak Rp. 24,865 trilyun, hingga akhir tahun 2002 perusahaan perkebunan yang telah operasional sebanyak 71 buah dengan rencana kebun yang dibangun seluas 656.184 ha dan yang sudah tertanam seluas 256.369 ha (39 %). Sedangkan Unit pengolah hasil (pabrik kelapa sawit) yang telah dibangun sebanyak 15 buah dengan kapasitas terpasang antara 30 - 60 ton TBS/jam.

Disamping perkembangan Secara risik pembangunan perkebunan sudah menunjukkan kemajuan terhadap perkembangan sosial ekonorni masyarakat, dimana usaha perkebunan hingga akhir Juni 2002 dapat menyerap tenaga kerja dan menopang kehidupan 294.726 KK mayarakat petani yang terdiri dari 18.427 KK masyarakat petani pemilik kebun sedangkan selebihnya adalah tenaga kerja pada perusahaan-perusahaan perkebunan. Apabila dibandingkan dengan data jumlah penduduk Kalimantan Tengah sebanyak 460.365 KK atau 1.801.707 jiwa (BPS Tahun 2001), maka proporsi keluarga yang menggantungkan hidupnya dari usaha perkebunan mencapai 64,02 %.

Pendapatan petani yang bergerak dibidang perkebunan dalam kurun waktu tahun 2002  sebesar US $ 698 atau Rp 6.282.135.- KK/Tahun (15,63 % dari target pendapatan rata-rata sebesar US $ 1.500-2000 / KK / tahun yang dihitung dari petani Karet, Kelapa Dalam dan Kelapa Sawit.

Kontribusi perkebunan terhadap PDRB Kalimantan Tengah sampai tahun 2001 sebesar 14,77 % atau Rp. 1.798.100.280.000,- sedangkan tahun 2002 diterbitkan pada akhir Maret 2003.

Kelompok Usaha bersama dan Koperasi yang sudah berkembang dan bergerak dibidang usaha perkebunan masing-masing berjumlah 5 KUB ditingkat UPP dan 128 Koperasi.

Asosiasi petani berbasis komoditi di Kalimantan Tengah telah terbentuk sebanyak 4 buah yaitu Asosiasi Petani Karet Indonesia (APKARINDO), Asosiasi Petani Kelapa Sawit (APKASINDO), Asosiasi Petani Petani Kelapa Indonesia (APKI) dan Asosiasi Petani Lada Indonesia (APLI), sedangkan ditingkat Kaupaten masing-masing APKARINDO 6(enam) buah, APKASINDO 3(tiga) buah, APKI 2(dua) buah dan APLI I(satu) buah.

 

Informasi perkebunan .........